Sejarah Gang Tamim, Pusat Permak Jins Sohor di Bandung

4 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Potret Gang Tamim yang jadi salah satu ikon di Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Potret Gang Tamim yang jadi salah satu ikon di Bandung. (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Di balik hiruk pikuk Pasar Baru Bandung yang penuh desakan, ada sebuah lorong sempit bernama Gang Tamim. Namanya tak asing bagi para pencinta tekstil, penjahit rumahan, hingga pedagang dari luar pulau. Kawasan ini selama puluhan tahun menjadi surga kain, surganya denim, dan saksi hidup tren fesyen kaki rakyat Indonesia: dari jins cutbray hingga baggy kekinian.

Tapi, tak banyak yang tahu bahwa jalan sempit ini bukanlah hasil perencanaan kota atau skema revitalisasi urban. Ia tumbuh dari tangan seorang perantau kaya bernama Haji Tamim, pria asal Palembang yang konon mengubah lahan kebun dan sawah menjadi denyut ekonomi rakyat kecil.

“Pak Haji Tamim itu juragan kaya dari Palembang. Dia merantau dan sudah punya tanah di sini. Dulu bentuknya kebun dan sawah, lama-lama karena dia pandai mengelola, akhirnya berubah jadi pasar tradisional,” tutur Didin Aldiansah, karyawan di toko kain CV Prita Lestari yang mengutip cerita dari almarhum Abah Dudi, sesepuh Gang Tamim.

Sosok Abah Dudi bukanlah siapa-siapa, hanya seorang kuli panggul serabutan yang mengabdikan hidupnya di gang sempit itu. Namun, dari lisannya mengalir kisah zaman ketika orang-orang masih berbelanja dengan koin gulden dan Haji Tamim berdagang di masa akhir kolonial.

Setelah kepergian Haji Tamim, anaknya, Yakub, meneruskan pengelolaan pasar. Pada 1970-an, para pedagang tekstil mulai membuka tenda dan jongko di sepanjang gang. Barang dagangan perlahan beralih dari sayur mayur menjadi batik, kemudian segala jenis kain.

“Di zaman itu hampir semuanya jual kain batik. Setelah itu baru berubah jadi jualan macam-macam kain,” ungkap Emo, juru parkir yang sudah nongkrong di Gang Tamim sejak akhir 1970-an.

Lalu, masuklah era denim. Di penghujung 1980-an, kain biru tua nan kasar ini dibawa para pedagang dari Sumatera. Awalnya, yang dijual adalah celana jin jadi—modelnya kaku, cutting-nya klasik, terlalu generik bagi anak muda Bandung yang mulai terpapar tren Barat.

Lalu datanglah Dodo Sumarya. Ia bukan sekadar pedagang jin, tapi pencetus revolusi kecil. Menggunakan mobil Panther abu-abu yang diparkir di emperan toko, ia menjahit jin pesanan dengan model kekinian: potongan bootcut, gaya hipster, dan ukuran custom. “Saya coba buat model hipster dan bentuk bootcut yang waktu itu jadi tren tahun 1998-an, belum ada di toko,” ungkap Dodo.

Langkah Dodo menginspirasi para pedagang lain. Gang Tamim menjelma menjadi pusat jin jahitan custom, bukan hanya pasar tekstil. Era awal 2000-an adalah puncak kemasyhuran gang ini—ramai oleh pembeli dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Lampung.

Namun, seperti tren yang selalu berputar, kejayaan denim mulai meredup. Sekitar 2012, chino mengambil alih. Celana berbahan lebih ringan dan berpotongan slim-fit ini mendominasi rak-rak toko dan kaki anak muda urban.

Daniel Gunadi, pedagang generasi baru Gang Tamim, melihat peluang dan merespons cepat. Ia membuka toko jahit chino dengan konsep semiindustrial dan interior yang dirancang untuk menarik kaum muda. “Di awal ketenaran celana chino, saya bisa menerima pesanan jahit hingga 600 potong per hari,” katanya.

Daniel bukan sekadar menjahit—ia membangun merek. Di tokonya, anak muda Bandung datang bukan cuma membawa bahan, tapi juga ide dan identitas diri yang ingin diwujudkan lewat sepotong celana.

“Orang datang ke sini untuk bikin celana dibentuk sesuai keinginan, apalagi celana dengan brand tersendiri yang ingin punya ciri khas,” ujarnya.

Tapi lagi-lagi, waktu berputar. Jika dulu Daniel bisa menggarap 600 potong per hari, kini sebulan hanya 2.000 potong. Dodo pun mengeluh—jumlah pesanannya merosot 50 persen dibanding masa emas dua dekade lalu. “Merosot banget, pendapatan dan jumlah pesanan berkurang sampai 50 persennya lah,” katanya.

Tren terus berubah, kejayaan chino pun tak bertahan lama. Dalam beberapa tahun terakhir, fashion anak muda mulai bergeser ke gaya lebih santai dan longgar—baggy jeans kembali naik daun. Potongan jins longgar ala 1990-an yang dulu sempat ditinggalkan, kini menjadi incaran anak-anak Gen Z.

Fenomena ini tak luput dari pantauan para pelaku usaha di Gang Tamim. Beberapa toko mulai memajang contoh baggy jeans yang sudah dijahit sesuai permintaan.

Gang Tamim masih hidup, tapi napasnya tidak lagi tergesa. Ia seperti seorang tua yang duduk di kursi rotan, menatap masa lalu penuh semangat sambil mengisap napas panjang dari lintingan kisah yang belum rampung.

Tapi, ada satu hal yang tidak berubah: warisan solidaritas dari seorang perantau bernama Haji Tamim. Jalan sempit ini berdiri bukan karena perintah kekuasaan, melainkan kemurahan hati yang membuka ruang hidup bagi banyak orang.

Walau tren berganti, orang-orang di gang ini tetap bertahan. Di antara padatnya kios, lalu-lalang pengunjung, dan bunyi potongan kain, semangat warga Gang Tamim tak pernah benar-benar padam. Mereka tahu, seperti halnya tren mode, kejayaan akan datang dan pergi, tapi warisan yang mereka jaga, akan selalu menemukan jalannya kembali.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)