Bandung dan Tradisi Sarapan yang Tak Pernah Usai

6 menit baca
Yayang Nanda Budiman
Ditulis oleh Yayang Nanda Budiman diterbitkan
Sarapan di Kopi Saring Sinar Pagi, Bandung (Sumber: Document Pribadi | Foto: Tika Qulsum)
Sarapan di Kopi Saring Sinar Pagi, Bandung (Sumber: Document Pribadi | Foto: Tika Qulsum)

Bandung dan gebrakan wisata kuliner yang tak pernah usai. Begitulah kalimat singkat yang tepat untuk menggambarkan Bandung saat ini.

Bagaimana tidak, hampir saban bulan Bandung selalu memberikan gebrakan, yang selalu membuat banyak orang dihantui rasa penasaran.

Kota dengan segudang coffee shop dan pusat fashion gaul anak muda tampaknya akan selalu melekat pada kota di mana Dilan diputuskan oleh Milea. Tak diragukan, Bandung akan selalu menjadi trendsetter lifestyle, surga kuliner maupun wisata alamnya. Hal itu tak terlepas dari cara bagaimana Bandung selalu memperlakukan sesuatu hal yang sebelumnya dianggap sederhana dan biasa saja menjadi istimewa. 

Lihat saja bagaimana tradisi sarapan (yang dulu hanya perkara bubur di pagi hari) berubah menjadi pengalaman otentik, gaya hidup, bahkan menjadi komoditas konten yang ramai dibagikan dan diperbincangkan.

Bandung tak hanya menyajikan makanan, ia juga menciptakan suasana yang membuat setiap pengunjung terasa personal dan tak terlupakan. 

Menikmati Waktu Sarapan dengan Sajian Kuliner Khas Pontianak di Kota Bandung

Fenomena tren sarapan pagi yang tengah populer di Bandung pun membuat rasa penasaran saya kian klimaks. Tanpa perlu menghabiskan waktu untuk berpikir ulang, di Sabtu malam saya memutuskan untuk segera memesan tiket kereta api menuju kota Bandung. Sekira pukul 03.40 WIB saya bergegas berangkat dengan kereta Turangga menuju stasiun Bandung, dan tiba tepat pukul 06.00 pagi. Sepanjang perjalanan bayang-bayang menu sarapan saban waktu melintas, membuat perut rasanya melilit tak terkendali. 

Setibanya pukul 06.30 WIB di Bandung, karena tak bawa kendaraan pribadi, dengan ongkos sekitar Rp 15.000 saya menggunakan jasa ojek online menuju salah satu tempat sarapan yang sebelumnya sudah saya tentukan: Kopi Saring Sinar Pagi. 

Dengan menempuh jarak 4 km atau dalam waktu 10 menit saya tiba di tempat yang sudah nampak dari jauh telah disesaki oleh antrian orang yang hendak sarapan. Meski sebelumnya sudah pesimis ketika melihat banyaknya antrian, namun rasa penasaran meruntuhkan segalanya. Benar saja, ternyata waiting list-nya tak begitu lama. Sekitar hampir 15 menit mengantri akhirnya saya memperoleh tempat untuk duduk. 

Di Kopi Saring Sinar Pagi para pengunjung diharuskan untuk memesan terlebih dahulu, baru cari tempat duduk. Tapi kalau datangnya berduaan lebih baik saling menentukan peran: satu orang pesan makanan ke kasir, satu orang lagi cari tempat duduk. Takutnya, ketika sudah pesan makanan justru tidak kebagian tempat duduk. Dengan sistem duduk siapa cepat dia dapat, maka sebaiknya diputuskan terlebih dahulu akan duduk dimana. 

Secara menu, Kopi Saring Sinar Pagi mempunyai pilihan makanan dan minuman yang cukup variatif dengan harga yang cukup terjangkau. Serupa yang telah dipromosikan di sejumlah konten media sosial, umumnya menu yang disajikan memang khas Pontianak. Jadi, bagi yang belum mempunyai pengalaman kuliner khas Kalimantan seperti saya, tempat ini akan menjadi pilihan akurat untuk menggambarkan bagaimana keanekaragaman cita rasa kuliner nusantara.  

Untuk mengisi perut yang sudah kepalang lapar, Nasi Telur Ebi Daun Jeruk, Choipan hingga Bakwan Pontianak saya pesan lebih dulu. Tidak berhenti di situ, saya juga sempat menikmati sajian kopi saring Pontianak yang dibandrol dengan harga Rp 10.000. Tapi, buat yang tidak gemar kopi, jangan khawatir, karena di sini juga sudah tersedia varian menu non-kopi yang tak kalah menarik seperti es coklat, the tarik hingga lemon mandu yang menyegarkan.

Selain menu yang saya pesan, sajian lain yang patut dicoba adalah Ce Hun Tiau. Dengan isian cincau, kacang merah, ketan hitam hingga santan membuat minuman ini manis dan menyegarkan. Tapi  jika ingin mencoba Ce Hun Tiau saya sarankan datang lebih pagi, karena menu ini memang menjadi salah satu yang cukup favorit dan cepat habis. Cukup dengan uang Rp 17.000 kalian bisa menikmati semangkuk Ce Hun Tiau. 

Secara tempat, meski berada di lahan parkir toko, namun areanya cukup luas dan tersedia area duduk indoor maupun outdoor. Tak hanya saat akhir pekan, saban hari tempat ini selalu ramai disesaki oleh para pengunjung. Dengan demikian, sangat saya sarankan bagi kalian yang hendak berencana sarapan di tempat ini, datanglah lebih awal sebelum antrean membludak agar tidak kehabisan menu otentik dan andalannya.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Meskipun yang mempopulerkan mayoritas anak muda, namun faktanya yang berdatangan justru dari beragam kalangan muali orang tua hingga anak-anak. Melalui ruang yang sangat inklusif seperti ini, menghabiskan sisa waktu pagi dengan sarapan di Kopi Saring Sinar Pagi telah memberikan saya pengalaman yang jauh lebih hangat dari teh tarik yang telah dihidangkan.

Sementara itu, untuk lokasinya sendiri Kopi Saring Sinar Pagi berada di Area Bakso Sultan Nomor 30, Jalan Lombok, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung. Buka setiap hari mulai pukul 06.00 sampai 11.30 WIB. Jadi jangan ragu untuk mencoba sensasi sarapan seru yang menghadirkan cita rasa khas Pontianak di tengah kota Bandung. 

Sesuap Konten dan Tradisi Sarapan Kalcer di Kopi Moyan Bandung

Tidak selesai di Kopi Saring Sinar Pagi, sekitar pukul 08.00 WIB saya melanjutkan petualangan sarapan kalcer selanjutnya ke Kopi Moyan. Berjarak sekitar 1,5 km dengan waktu tempuh 4 menit, untuk sampai kesana saya kembali pesan ojek online dengan ongkos sekitar Rp.10.000. Setibanya di Kopi Moyan, lautan manusia tampak dari luar pagar telah memenuhi seluruh isi pelataran rumah. 

Tak serupa dengan tempat sarapan sebelumnya, Kopi Moyan mempunyai konsep sarapan tradisional ala kopitiam. Berlokasi di sebuah teras rumah yang dikelilingi pepohonan rindang, suasana di sekitar Kopi Moyan terasa jauh lebih teduh dan menyejukkan.  Meski secara tampilan terlihat sederhana nan minimalis, Kopi Moyan menyajikan kenyamanan melalui area indoor dan outdoor yang telah ditata secara apik. 

Bahkan, tak cuma sekedar untuk mengisi waktu sarapan, tak sedikit pengunjung memanfaatkan tempat ini sebagai lokasi untuk berswafoto dan membuat konten. Maka tak heran jika sejak mulai beroperasi pada Juli 2023, Kopi Moyan memang sudah mencuri perhatian publik Bandung. 

Umumnya, masyarakat Bandung memandang tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat sarapan pilihan, terutama sehabis berolahraga pagi. Tak cuma ramah untuk orang tua, Kopi Moyan juga ideal bagi para konten kreator yang gemar berburu suasana estetik dan kalcer layaknya coffee shop mewah. 

Tak cukup berbeda dengan tempat sarapan sebelumnya, ketika antri kita akan diberi lebih dulu daftar menunya dalam selembar kertas. Hal itu dilakukan supaya kita tidak bingung ketika tiba di depan kasir. Dan benar saja, pilihan menunya cukup variatif dengan harga yang tak terlalu jauh berbeda dengan tempat sarapan sebelumnya. 

Bahkan, sistem pemesanannya pun cukup praktis. Setelah memilih menu, pembayaran dilakukan secara non-tunai atau cashless di kasir, lalu akan diberikan alarm sebagai penanda ketika pesanan siap diambil. Karena tidak menerima uang tunai, maka pastikan memiliki cukup saldo di e-wallet atau di mobile banking kalian. 

Baca Juga: Cara Baru Menulis di Ayobandung.id, Tak Perlu Kirim Tulisan ke Email

Untuk menunya sendiri, Kopi Moyan menyajikan pilihan jenis kuliner yang variatif. Mulai dari roti jala, bubur kacang ijo ketan hitam, roti bakar srikaya, hingga aneka macam goreng seperti mendoan, bala-bala dan risol bumbu kacang. Tak cuma makanan, disini juga tersedia kopi, dengan Es Kopi Moyan sebagai primadona di antara para pengunjung. Sementara itu, dari segi harga, semua menu di tempat ini masih sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 28.000.

Lokasinya sangat strategis, terletak di Jalan Anggrek nomor 30, cukup dekat dari Jalan Riau, dan Gedung Sate. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat Kopi Moyan tak sulit untuk ditemukan, terlebih usai viral di media sosial. Dengan begitu, tempat yang satu ini tidak cuma sebatas sarana untuk sarapan, tapi ruang istimewa untuk bercengkerama dan memulai pagi yang hangat di kota kembang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yayang Nanda Budiman
Praktisi hukum di Jakarta, menyukai perjalanan, menulis apapun, sisanya mendengarkan Rolling Stones

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!