Panji Tengrorak, Animasi 2D Modern yang Mengangkat Budaya Lokal Indonesia

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Animasi Panji Tengkorak (Sumber: Instagram | Falconpicture)
Animasi Panji Tengkorak (Sumber: Instagram | Falconpicture)

Panji tengkorak merupakan film animasi yang saya tunggu penayangannya dengan penuh antusias. Di hari pertama penayangannya pada Kamis, 28 Agustus 2025 tanpa ragu saya langsung membeli satu tiket di CGV.

Setelah Merah Putih One For All yang mengusung tema nasionalisme, kini Panji Tengkorak hadir dengan mengangkat silat sebagai warisan budaya lokal Indonesia.

Sebelum dibuat film, Panji Tengkorak dulunya adalah sebuah komik berseri yang hadir pada tahun 1968, lalu diterbitkan ulang pada tahun 1985 dan 1996.

Bahkan pada tahun 1971 sempat diangkat ke layar lebar dengan judul The Ghostly Face. Kini karakter tersebut dibangkitkan kembali dalam tayangan yang lebih segar melalui animasi 2D garapan Falcon Pictures.

Berbeda dengan Indonesia One For All yang digarap dalam debut beberapa bulan saja dengan satu orang yang memegang semua bagian, Panji Tengkorak melibat 250 animator profesional dalam pengerjaannya; dengan lebih dari tiga tahun proses pembuatan. Tak heran jika visualnya tidak asal-asalan.

Menonton Panji Tengkorak, mengingatkan saya pada film animasi garapan Nickelodeon berjudul Avatar The Legend of Aang yang tayang pada tahun 2005 silam.

Scene awal dalam film ini menunjukan kondisi sebuah kerjaan bernama Madyantara, visualnya mengingatkan saya pada suku air di film Aang.

Dalam hati saya berucap "Wih keren banget Indonesia", meski Amerika lebih dulu maju dalam perfilman animasi, tapi saya tetap bangga karena angin segar akan dimulai dari Panji Tengkorak (Versi 2D) dan Jumbo (Versi 3D).

Kisah bermula pada saat Panji (Denny Sumargo) memutuskan untuk berhenti menjadi pendekar, ia hanya ingin hidup aman dan bahagia bersama istrinya Murni (Aisha Nurra Datau). Namun rencananya gagal total sejak para perompak mendatangi desa dan meluluh-lantahkan orang-orang didalamnya.

Nagamas (Pritt Timothy) meminta agar Panji pergi dari desa tersebut karena Nagamas merasa bahwa inilah pertarungan dirinya dengan salah seorang saudaranya yaitu Bramantya (Donny Damara).

Sebelum pergi Nagamas memerintahkan Panji untuk mengambil sebuah kitab yang berisi pelajaran ilmu hitam. Belum juga Panji berhasil pergi ternyata dirinya menemukan bahwa Murni sudah mati terbunuh dilempar ke dasar jurang.

Singkat cerita untuk membalas dendam atas kematian istri, guru serta orang-orang tercinta, Panji mempelajari ilmu hitam. Sialnya ilmu tersebut justru membuat dirinya kebal dan tidak bisa mati.

Perjalanan membawanya pada suatu informasi bahwa ada pusaka sakti yang konon bisa melepaskan kutukan ilmu hitam dari dalam tubuhnya.

Pengisi suara film Panji Tengkorak. (Sumber: Instagram/Falconpicture)
Pengisi suara film Panji Tengkorak. (Sumber: Instagram/Falconpicture)

Pencarian untuk menemukan pusaka sakti yang telah dicuri oleh Kalawereng (Tanta Ginting) ternyata membawanya bertemu dengan Bramantya, Gantari (Aghniny Haque) dan Kuwuk (Candra Mukti).

Selain mengangkat Silat sebagai budaya lokal Indonesia. Film ini juga tak lepas dari perhatian sosok perempuan bernama Gantari.

Peperangan yang selalu diidentikan dengan sosok pria, Gantari hadir sebagai sosok perempuan pemberani juga jago bela diri. Gerakan silat pertamanya digunakan untuk membantu Kuwuk saat dihajar oleh para pengawal kerajaan.

Gantari tak hanya pemberani tapi dia juga punya idealisme yang tinggi, bahkan dia rela mempertaruhkan nyawanya demi mengembalikan kehidupan yang seimbang.

Gantari bukan sekedar pendamping, tapi sosok penting yang membawa dimensi emosi, naluri, dan empati yang memperkaya narasi dalam film ini.

Scene terakhir pertarungan antara panji dengan Lembugiri (Cok Simbara) untuk memperebutkan pusaka sakti, menjadi momen yang paling saya sukai.

Bagaimana Panji bisa merepresentasikan sosok pendekar tidak hanya melalui visual tubuhnya tapi juga keahlian bertarungnya.

Adapun pemilihan Denny Sumargo dalam film ini, menurut saya berhasil menyempurnakan suara khas "berat" yang cocok diperankan untuk karakter Panji Tengkorak.

Karena mengusung isu budaya lokal, saya berharap film ini bisa tayang hingga kancah internasional. Bukan hanya memperkenalkan budaya lokal tapi juga membuka peluang bagi animator Indonesia agar bisa berkolaborasi dengan pihak luar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)