Modernisme Linguistik

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Ilustrasi seorang pria membaca buku. (Sumber: Pexels/Daniel Lee)
Ilustrasi seorang pria membaca buku. (Sumber: Pexels/Daniel Lee)

Perkembangan bahasa saat ini memang berkembang lebih variatif daripada bahasa-bahasa sebelumnya, karena bahasa sendiri itu selalu diperbaharui. Objek dari ilmu bahasa adalah bahasa itu sendiri, yang dapat diartikan dengan ucapan, ungkapan dan ujaran.

Karena bahasa bersifat variatif, maka ciri-ciri bahasa dibagi dengan beberapa cabang yaitu: “ Ujaran, bersifat informatif, produktif, memiliki makna, unik, bervariasi, konsumtif, dan dinamis.”

Namun mempelajari bahasa juga menjadi turun-temuran dari setiap generasi, yaitu bahasa ibu yang pertama kali diajarkan dan kita tidak bisa mengelakkan, karena bahasa itu tumbuh sejak lahir.

Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa saling membutuhkan antara satu dan lainnya. Oleh karena itu, untuk berkomunikasi manusia membutuhkan lambang-lambang yang dapat diartikan.

Sebelumnya manusia lebih banyak menggunakan gerak atau isyarat, sikap tubuh, dan mimik. Namun, pesan tersebut akan lebih mudah dipahami dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. Manusia sudah mulai menggambar lambang-lambang di batu sejak 35000 tahun SM.

Pada awalnya manusia berinteraksi melalui gambar dan lambang. Kemudian manusia memasuki tahap selanjutnya dalam berkomunikasi, yaitu cakupan berkomunikasi dalam tulisan. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis kemudia berlanjut ke berbagai tulisan di kulit binatang dan batu arca.

Secara berturut-turut dapat disebutkan pemakaian huruf kuno di Mesir, alfabet phenusia, huruf Yunani Kuno, dan huruf Latin. Dari sanalah manusia memiliki gagasan untuk mengembangkan lambang yang sederhana dan dapat dipahami oleh kalangan luas, yaitu huruf.

Hal itu juga sistem lambang bisa diartikan dengan kata misalnya “KERBAU” menjadi signifiant sebagai penanda yang bersifat melambangkan, dan yang dilambangkan sebagai petanda dan konsep. Maka bahasa sendiri adalah sistem simbol lisan yang arbiter, yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat. Arbiter (manasuka) atau semena-semena yang dibatasi oleh konfersi.

Elemen bahasa adalah zat sederhana yang berisi pengidentifikasian bahasa yang dibagi menjadi dua bagain yaitu elemen bentuk dan elemen makna. Elemen bentuk sendiri merupakan elemen fisik tuturan yang diwujudkan dalam “bunyi, suatu kata, kata, frase, klausa, kalimat, wacana dan paragraf”. Sementara untuk elemen makna merupakan elemen nonfiksi tuturan.

Contohnya seperti “tulis, menulis, dan ditulis.” itulah mengapa sebabnya bahwa bahasa tidak hanya bersifat ujaran/tuturan melainkan sebuah tulisan yang terus menerus dikembangkan, ini sebabnya bahwa bahasa hadir sebagai kritik dan sejarah, lalu sejarah hadir sebagai kritik dan tradisi melahirkan imajinasi.

Menurut Gorys Keraf, fungsi bahasa bisa menjadi alat berkomunikasi, mengepresikan diri, berinteraksi dan berdaptasi, serta kontrol sosial. Itulah sebabnya mengapa dalam berkomunikasi perlu adanya kode etik dalam menggunakan bahasa yang baik atau sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurkana). Selain itu juga IT menyampaikan fungsi bahasa itu sebagai alat untuk mengembangkan akal budi.

Ilustrasi buku. (Sumber: Pexels/Min An)
Ilustrasi buku. (Sumber: Pexels/Min An)

Ilmu tentang bahasa adalah linguistik yang ditelaah secara ilmiah. Kajian bahasa Indonesia yang amatlah hebat bisa menjadikan sebuah khazanah ilmu kaidah bahasa yang indah itu bisa diartikan sebagai sarana tempat berimajinasi.

Dalam menulis kata-kata yang dapat dianalisis dan umum. Karena itu bahasa juga merupakan alat komunikasi yang tujuannya untuk menjamin aktifitas sosial masyarakat untuk mendalami serta memahami arti dan fungsi bahasa untuk menekuni kemampuan linguistik yang energik.

Linguistik dan perkembangannya menjadikan lingusitik sebagai ilmu bahasa, ilmu tentang bahasa, disiplin ilmu yang mempelajari bahasa secara luas dan umum. Istilaah linguistik yaitu “langage, langue, dan parole.”

Linguis adalah ahli ilmu bahasa, yang dimana IT memiliki kemampuan dalam membedah kaidah bahahasa itu, meskipun ahli ilmu bahasa disebut linguis. Ada sebuah sebutan yang lebih tinggi lagi yaitu Poliglot adalah orang yang pandai dalam berbagai bahasa.

Cabang lingustik sendiri memiliki dua cabang yaitu mikrolinguistik dan makro linguistik. Mikrolinguistik sendiri mempelajari struktur bahasa, sementara untuk makrolinguistik mempelajari tentang hubungan antar bahasa dan faktor di luar bahasa, serta penerapan linguistik untuk tujuan yang praktis.

Mikrolinguistik meliputi linguistik deskriptif, sintaksis (menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan yang lainnya, serta cara penyusunannya sehinga menjadi satuan ujaran), fonologi (menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsi dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan), morfologi (menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya), semantik, dan leksikologi. Sementara Makrolinguistik meliputi linguistik terapan dan linguistik interdisipliner, lingusitik interdisipliner terdiri dari sosiolinguistik, etholinguistik, dialektelogi, psikolinguistik, neurolinguistik, dan stilistika.

Sementara lingusitik terapan terdiri dari pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikologi, pembinaan bahasa, dan pragmatik. Cabang linguistik ini sungguh beragam, butuh banyak waktu untuk memahami secara mendalam hingga dapat mengeskplorkan diri kepada masyarakat luas dalam mengkaji ilmu bahasa itu untuk terus dimanfaatkan.

Bapak linguistik modern, Ferdinand de Sausure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale terbit pertama kali pada tahun 1916. Terjemahannya dalam bahasa indonesia terbit pada tahun 1988.

Ia membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat pada satuan-satuan bahasa, yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiatif. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret. Sedangkan relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tindak tampak dalam susunan suatu kalimat.

Oleh sebab itu teori Ferdinan de Sausure bisa disebut dengan modernisme linguistik yang telah dikembangkan oleh Ita Ristanti dikalangan Mahasiswa yang benar-benar ingin mempelajari bahasa yang berkecimpung dengan kajian linguistik yang telah mengalir dalam diri bagaikan sel darah merah yang tak pernah mati, sangat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.

Istilah dari modernisme itu sendiri adalah gerakan yang bertujuan menafsirkan doktrin tradisional, dan menyesuaikannya  dengan aliran modern tentang sejarah dan ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan sebagai suatu keterampilan berbahasa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)