Pementasan Longser 'Jurig' Guncang Gedung Rumentang Siang dengan Tawa dan Sindiran

Tasya Amalia Siregar
Ditulis oleh Tasya Amalia Siregar diterbitkan Rabu 26 Nov 2025, 16:55 WIB
Para pemain Pementasan Longser "Jurig" menebar gelak tawa, menghadirkan kisah lucu, mistik, dan kemanusiaan di Gedung Rumentang Siang pada 28 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tasya Amalia Siregar)

Para pemain Pementasan Longser "Jurig" menebar gelak tawa, menghadirkan kisah lucu, mistik, dan kemanusiaan di Gedung Rumentang Siang pada 28 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tasya Amalia Siregar)

Di antara cahaya lampu dan tawa penonton, seorang aktor tua tersenyum lirih seakan lega karena warisan leluhurnya masih hidup pada malam itu, Selasa (28/10/2025). Di bawah cahaya panggung yang menyeramkan, rombongan pemain bersiap menyajikan kritik sosial lewat sisindiran tajam yang dibalut kisah hantu di Jalan Baranang Siang No.1, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Ajo Halimun selaku Sutradara Pementasan Longser Jurig menjelaskan “Jurig" Longser Gaya Sisindiran sebagai bukti kesenian tradisional Sunda tetap bertahan di tengah derasnya arus hiburan modern yang digital.

Lebih dari sekadar hiburan, Longser Gaya Sisindiran adalah cerminan jiwa orang Sunda yang penuh tata krama, sindiran halus, dan keluwesan berpikir.

“Pertunjukan ini bukan hanya sekadar teater rakyat, melainkan suatu bentuk refleksi sosial yang dikemas melalui komedi dan sindiran halus khas budaya Sunda,” ujar Ajo Halimun.

Setiap tawa yang pecah di Gedung Rumentang Siang bukan hanya bentuk apresiasi, melainkan tanda bahwa warisan budaya ini masih hidup dan berdenyut dalam masyarakat modern.

Pementasan ini digarap oleh Ajo Halimun sebagai Sutradara, dibantu Agus Injuk sebagai Asisten Sutradara dengan melibatkan total 25 pemain yang tampil memukau di panggung. Mereka mengemas cerita dengan sentuhan kekinian, menyisipkan unsur media sosial dan kebiasaan anak muda agar tetap menarik bagi generasi sekarang.

Pementasan Longser diselenggarakan setiap hari Selasa siang di Gedung Rumentang Siang, pertunjukan ini menjadi ruang berkumpul bagi para seniman muda. Mereka berupaya melestarikan warisan leluhur yang hampir terlupakan sambil memperkenalkannya kembali kepada generasi masa kini yang lebih akrab dengan layar gawai.

“Keunikan Longser Gaya Sisindiran ini terletak pada penggunaan sindiran atau pantun khas Sunda sebagai naskah spontan yang diucapkan penuh improvisasi,” ujarnya.

Para pemain tidak menggunakan skrip tertulis, melainkan berpadu antara spontanitas, humor, dan kepekaan sosial dalam setiap adegan yang mereka mainkan.

Suasana Pementasan Longser Jurig, seluruh pemain dengan kostum dan tata cahaya dramatis menciptakan nuansa mistis dan penuh makna diatas panggung. 
(28/10/25) (Sumber: Tasya Amalia Siregar) (Sumber: Tasya Amalia Siregar | Foto: Tasya Amalia Siregar)
Suasana Pementasan Longser Jurig, seluruh pemain dengan kostum dan tata cahaya dramatis menciptakan nuansa mistis dan penuh makna diatas panggung. (28/10/25) (Sumber: Tasya Amalia Siregar) (Sumber: Tasya Amalia Siregar | Foto: Tasya Amalia Siregar)

Tema “Jurig” atau hantu diangkat sebagai simbol sindiran terhadap fenomena sosial modern, menggambarkan masyarakat yang mudah termakan isu tanpa memastikan kebenarannya. Dengan cara ini, Longser mengajak penonton untuk berpikir kritis namun tetap terhibur oleh celoteh jenaka dan permainan karakter yang hidup.

Nilai keterbaruan muncul saat Longser berkembang dari pertunjukan jalanan sederhana menjadi pementasan megah di gedung, namun tetap mempertahankan ciri khas dan esensi aslinya. Perubahan ini bukan hanya soal tempat, tetapi juga strategi untuk menarik penonton masa kini agar menikmati seni dengan suasana yang lebih nyaman dan berkelas.

Longser Gaya Sisindiran di Gedung Rumentang Siang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan perlawanan terhadap pelupaan budaya di tengah era serba cepat dan serba digital. Dari setiap tawa, sindiran, dan dialognya, tersimpan pesan bahwa melestarikan tradisi bukan berarti menolak modernitas, melainkan menjadikannya jembatan antara masa lalu dan masa kini.

Pementasan Longser Gaya Sisindiran menjadi refleksi nyata bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, melainkan bisa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jiwanya. Pertunjukan ini membuktikan bahwa tradisi dapat tetap hidup, menyentuh hati penonton, serta memberi makna mendalam bagi generasi muda yang haus akan identitas budaya lokal. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tasya Amalia Siregar
Mahasiswi Digital PR Telkom University 2024
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Beranda 13 Des 2025, 20:36 WIB

Arif Budianto dari Ayobandung.id Raih Juara 1 Nasional AJP 2025, Bukti Kualitas Jurnalisme Lokal

Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat dalam AJP 2025.
Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat dalam AJP 2025. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 13 Des 2025, 17:34 WIB

Jawa Barat Siapkan Distribusi BBM dan LPG Hadapi Lonjakan Libur Nataru

Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Ilustrasi. Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 13 Des 2025, 14:22 WIB

Di Balik Gemerlap Belanja Akhir Tahun, Seberapa Siap Mall Bandung Hadapi Bencana?

Lonjakan pengunjung di akhir tahun membuat mall menjadi ruang publik yang paling rentan, baik terhadap kebakaran, kepadatan, maupun risiko teknis lainnya.
Lonjakan pengunjung di akhir tahun membuat mall menjadi ruang publik yang paling rentan, baik terhadap kebakaran, kepadatan, maupun risiko teknis lainnya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 21:18 WIB

Menjaga Martabat Kebudayaan di Tengah Krisis Moral

Kebudayaan Bandung harus kembali menjadi ruang etika publik--bukan pelengkap seremonial kekuasaan.
Kegiatan rampak gitar akustik Revolution Is..di Taman Cikapayang
Ayo Netizen 12 Des 2025, 19:31 WIB

Krisis Tempat Parkir di Kota Bandung Memicu Maraknya Parkir Liar

Krisis parkir Kota Bandung makin parah, banyak kendaraan parkir liar hingga sebabkan macet.
Rambu dilarang parkir jelas terpampang, tapi kendaraan masih berhenti seenaknya. Parkir liar bukan hanya melanggar aturan, tapi merampas hak pengguna jalan, Rabu (3/12/25) Alun-Alun Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 19:20 WIB

Gelaran Pasar Kreatif Jawa Barat dan Tantangan Layanan Publik Kota Bandung

Pasar Kreatif Jawa Barat menjadi pengingat bahwa Bandung memiliki potensi luar biasa, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas layanan publik.
Sejumlah pengunjung memadati area Pasar Kreatif Jawa Barat di Jalan Pahlawan No.70 Kota Bandung, Rabu (03/12/2025). (Foto: Rangga Dwi Rizky)
Ayo Jelajah 12 Des 2025, 19:08 WIB

Hikayat Paseh Bandung, Jejak Priangan Lama yang Diam-diam Punya Sejarah Panjang

Sejarah Paseh sejak masa kolonial, desa-desa tua, catatan wisata kolonial, hingga transformasinya menjadi kawasan industri tekstil.
Desa Drawati di Kecamatan Paseh. (Sumber: YouTube Desa Drawati)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 18:57 WIB

Kota untuk Siapa: Gemerlap Bandung dan Sunyi Warga Tanpa Rumah

Bandung sibuk mempercantik wajah kota, tapi lupa menata nasib warganya yang tidur di trotoar.
Seorang tunawisma menyusuri lorong Pasar pada malam hari (29/10/25) dengan memanggul karung besar di Jln. ABC, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung. (Foto: Rajwaa Munggarana)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 17:53 WIB

Hubungan Diam-Diam antara Matematika dan Menulis

Penjelasan akan matematika dan penulisan memiliki hubungan yang menarik.
Matematika pun memerlukan penulisan sebagai jawaban formal di perkuliahan. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Caroline Jessie Winata)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 16:44 WIB

Banjir Orderan Cucian Tarif Murah, Omzet Tembus Jutaan Sehari

Laundrypedia di Kampung Sukabirus, Kabupaten Bandung, tumbuh cepat dengan layanan antar-jemput tepat waktu dan omzet harian lebih dari Rp3 juta.
Laundrypedia hadir diperumahan padat menjadi andalan mahasiswa, di kampung Sukabirus, Kabupaten Bandung, Kamis 06 November 2025. (Sumber: Fadya Rahma Syifa | Foto: Fadya Rahma Syifa)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 16:29 WIB

Kedai Kekinian yang Menjadi Tempat Favorit Anak Sekolah dan Mahasiswa Telkom University

MirukiWay, UMKM kuliner Bandung sejak 2019, tumbuh lewat inovasi dan kedekatan dengan konsumen muda.
Suasana depan toko MirukiWay di Jl. Sukapura No.14 Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa, (28/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nasywa Hanifah Alya' Al-Muchlisin)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 15:53 WIB

Bandung Kehilangan Arah Kepemimpinan yang Progresif

Bandung kehilangan kepemimpinan yang progresif yang dapat mengarahkan dan secara bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang kompleks.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau lokasi banjir di kawasan Rancanumpang. (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 15:31 WIB

Tren Olahraga Padel Memicu Pembangunan Cepat Tanpa Menperhitungkan Aspek Keselamatan Jangka Panjang?

Fenomena maraknya pembangunan lapangan padel yang tumbuh dengan cepat di berbagai kota khususnya Bandung.
Olahraga padel muncul sebagai magnet baru yang menjanjikan, bukan hanya bagi penggiat olahraga, tapi juga bagi pelaku bisnis dan investor. (Sumber: The Grand Central Court)
Beranda 12 Des 2025, 13:56 WIB

Tekanan Biological Clock dan Ancaman Sosial bagi Generasi Mendatang

Istilah biological clock ini digunakan untuk menggambarkan tekanan waktu yang dialami individu, berkaitan dengan usia dan kemampuan biologis tubuh.
Perempuan seringkali dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan pada tekanan sosial yang ada di masyarakat. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Jones)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 13:39 WIB

Jalan Kota yang Redup, Area Gelap Bandung Dibiarkan sampai Kapan?

Gelapnya beberapa jalan di Kota Bandung kembali menjadi perhatian pengendara yang berkendara di malam hari.
Kurangnya Pencahayaan di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung, pada Senin, 1 Desember 2025 (Sumber: Dok. Penulis| Foto: Zaki)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 12:56 WIB

Kegiatan Literasi Kok Bisa Jadi Petualangan, Apa yang Terjadi?

Kegiatan literasi berubah menjadi petualangan tak terduga, mulai dari seminar di Perpusda hingga jelajah museum.
Kegiatan literasi berubah menjadi petualangan tak terduga, mulai dari seminar di Perpusda hingga jelajah museum. (Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 10:28 WIB

Bandung Punya Banyak Panti Asuhan, Mulailah Berbagi dari yang Terdekat

Bandung memiliki banyak panti asuhan yang dapat menjadi ruang berbagi bagi warga.
Bandung memiliki banyak panti asuhan yang dapat menjadi ruang berbagi bagi warga. (Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 09:20 WIB

Menikmati Bandung Malam Bersama Rib-Eye Meltique di Justus Steakhouse

Seporsi Rib-Eye Meltique di Justus Steakhouse Bandung menghadirkan kehangatan, aroma, dan rasa yang merayakan Bandung.
Ribeye Meltique, salah satu menu favorit di Justus Steakhouse. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 09:12 WIB

Seboeah Tjinta: Surga Coquette di Bandung

Jelajahi Seboeah Tjinta, kafe hidden gem di Cihapit yang viral karena estetika coquette yang manis, spot instagramable hingga dessert yang comforting.
Suasana Seboeah Tjinta Cafe yang identik dengan gaya coquette yang manis. (Foto: Nabella Putri Sanrissa)
Ayo Jelajah 12 Des 2025, 07:14 WIB

Hikayat Situ Cileunca, Danau Buatan yang Bikin Wisatawan Eropa Terpesona

Kisah Situ Cileunca, danau buatan yang dibangun Belanda pada 1920-an, berperan penting bagi PLTA, dan kini menjadi ikon wisata Pangalengan.
Potret zaman baheula Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: KITLV)