Pementasan Longser 'Jurig' Guncang Gedung Rumentang Siang dengan Tawa dan Sindiran

2 menit baca
Tasya Amalia Siregar
Ditulis oleh Tasya Amalia Siregar diterbitkan
Para pemain Pementasan Longser "Jurig" menebar gelak tawa, menghadirkan kisah lucu, mistik, dan kemanusiaan di Gedung Rumentang Siang pada 28 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tasya Amalia Siregar)
Para pemain Pementasan Longser "Jurig" menebar gelak tawa, menghadirkan kisah lucu, mistik, dan kemanusiaan di Gedung Rumentang Siang pada 28 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tasya Amalia Siregar)

Di antara cahaya lampu dan tawa penonton, seorang aktor tua tersenyum lirih seakan lega karena warisan leluhurnya masih hidup pada malam itu, Selasa (28/10/2025). Di bawah cahaya panggung yang menyeramkan, rombongan pemain bersiap menyajikan kritik sosial lewat sisindiran tajam yang dibalut kisah hantu di Jalan Baranang Siang No.1, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Ajo Halimun selaku Sutradara Pementasan Longser Jurig menjelaskan “Jurig" Longser Gaya Sisindiran sebagai bukti kesenian tradisional Sunda tetap bertahan di tengah derasnya arus hiburan modern yang digital.

Lebih dari sekadar hiburan, Longser Gaya Sisindiran adalah cerminan jiwa orang Sunda yang penuh tata krama, sindiran halus, dan keluwesan berpikir.

“Pertunjukan ini bukan hanya sekadar teater rakyat, melainkan suatu bentuk refleksi sosial yang dikemas melalui komedi dan sindiran halus khas budaya Sunda,” ujar Ajo Halimun.

Setiap tawa yang pecah di Gedung Rumentang Siang bukan hanya bentuk apresiasi, melainkan tanda bahwa warisan budaya ini masih hidup dan berdenyut dalam masyarakat modern.

Pementasan ini digarap oleh Ajo Halimun sebagai Sutradara, dibantu Agus Injuk sebagai Asisten Sutradara dengan melibatkan total 25 pemain yang tampil memukau di panggung. Mereka mengemas cerita dengan sentuhan kekinian, menyisipkan unsur media sosial dan kebiasaan anak muda agar tetap menarik bagi generasi sekarang.

Pementasan Longser diselenggarakan setiap hari Selasa siang di Gedung Rumentang Siang, pertunjukan ini menjadi ruang berkumpul bagi para seniman muda. Mereka berupaya melestarikan warisan leluhur yang hampir terlupakan sambil memperkenalkannya kembali kepada generasi masa kini yang lebih akrab dengan layar gawai.

“Keunikan Longser Gaya Sisindiran ini terletak pada penggunaan sindiran atau pantun khas Sunda sebagai naskah spontan yang diucapkan penuh improvisasi,” ujarnya.

Para pemain tidak menggunakan skrip tertulis, melainkan berpadu antara spontanitas, humor, dan kepekaan sosial dalam setiap adegan yang mereka mainkan.

Suasana Pementasan Longser Jurig, seluruh pemain dengan kostum dan tata cahaya dramatis menciptakan nuansa mistis dan penuh makna diatas panggung. 
(28/10/25) (Sumber: Tasya Amalia Siregar) (Sumber: Tasya Amalia Siregar | Foto: Tasya Amalia Siregar)
Suasana Pementasan Longser Jurig, seluruh pemain dengan kostum dan tata cahaya dramatis menciptakan nuansa mistis dan penuh makna diatas panggung. (28/10/25) (Sumber: Tasya Amalia Siregar) (Sumber: Tasya Amalia Siregar | Foto: Tasya Amalia Siregar)

Tema “Jurig” atau hantu diangkat sebagai simbol sindiran terhadap fenomena sosial modern, menggambarkan masyarakat yang mudah termakan isu tanpa memastikan kebenarannya. Dengan cara ini, Longser mengajak penonton untuk berpikir kritis namun tetap terhibur oleh celoteh jenaka dan permainan karakter yang hidup.

Nilai keterbaruan muncul saat Longser berkembang dari pertunjukan jalanan sederhana menjadi pementasan megah di gedung, namun tetap mempertahankan ciri khas dan esensi aslinya. Perubahan ini bukan hanya soal tempat, tetapi juga strategi untuk menarik penonton masa kini agar menikmati seni dengan suasana yang lebih nyaman dan berkelas.

Longser Gaya Sisindiran di Gedung Rumentang Siang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan perlawanan terhadap pelupaan budaya di tengah era serba cepat dan serba digital. Dari setiap tawa, sindiran, dan dialognya, tersimpan pesan bahwa melestarikan tradisi bukan berarti menolak modernitas, melainkan menjadikannya jembatan antara masa lalu dan masa kini.

Pementasan Longser Gaya Sisindiran menjadi refleksi nyata bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, melainkan bisa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jiwanya. Pertunjukan ini membuktikan bahwa tradisi dapat tetap hidup, menyentuh hati penonton, serta memberi makna mendalam bagi generasi muda yang haus akan identitas budaya lokal. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tasya Amalia Siregar
Mahasiswi Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)