Merawat Kesadaran, Menebar Kebaikan

3 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Banjir di salah satu wilayah Kota Bandung (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Banjir di salah satu wilayah Kota Bandung (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bencana adalah realitas yang selalu mengancam kehidupan manusia di mana pun berada, termasuk di Indonesia. Dampaknya merentang luas mulai dari merusak infrastruktur, mengguncang sendi sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Namun, di balik kehancuran, setiap bencana sesungguhnya mengandung pelajaran penting tentang kesadaran, mitigasi, dan solidaritas kemanusiaan.

Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peran strategis untuk memperkuat ketangguhan bangsa dan kemanusiaan global melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian masyarakat.

Basuki Supartono, Koordinator Pusat Studi Bencana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta sekaligus Unsur Pengarah BNPB, menegaskan bencana adalah ujian bagi kemanusiaan dan ukuran peradaban.

Indonesia harus membangun ketangguhan tidak hanya dengan infrastruktur, tetapi dengan ilmu pengetahuan, empati, dan solidaritas. Perguruan tinggi adalah benteng moral dan intelektual yang menjembatani ilmu dan kemanusiaan.

Ketika universitas mampu memadukan sains, etika, dan pengabdian, bencana tidak lagi semata sumber penderitaan, tetapi menjadi sumber pembelajaran, inovasi, dan harapan bagi masa depan umat manusia. (Republika, 06 November 2025.13:27 WIB).

Ilustrasi berdoa. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi berdoa. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3 Pelajaran Penting dari Bencana Alam

Dalam perspektif ajaran Islam, seperti dilansir dari NU Online (Selasa, 2 Oktober 2018 | 11:30 WIB) merumuskan tiga pelajaran penting bagi seorang Muslim dalam menyikapi bencana. Bencana memang relatif bisa menjadi musibah, bisa pula menjadi anugerah. Semuanya bergantung pada cara seseorang meresponsnya. Yang pasti, bencana membawa tiga pelajaran, baik bagi yang tertimpa maupun yang tidak mengalaminya.

1. Muhâsabah: Mengoreksi Diri dengan Rendah Hati

Pelajaran pertama, muhâsabah (introspeksi diri). Bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus adalah fenomena di luar kendali manusia. Ini menjadi bukti atas kelemahan manusia dan pengingat agar kita merendahkan diri di hadapan Allah SWT.

Jika bencana terjadi akibat kelalaian manusia, maka ini menjadi titik balik untuk membenahi diri dan memperbaiki sikap. Muhasabah ini berlaku bagi korban maupun mereka yang tidak terdampak.

Sayyidina Umar bin Khattab pernah berpesan, “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab. Karena sesungguhnya hal itu akan meringankan hisabmu di hari kiamat.”

Fokus evaluasi adalah diri sendiri, bukan menuding kesalahan orang lain. Sangat disayangkan bila ada pihak yang mengaitkan bencana sebagai “azab” bagi korban, apalagi untuk kepentingan politik. Sikap seperti itu jauh dari nilai empati.

Imam Nawawi menegaskan, orang yang selamat boleh bersyukur, namun hendaknya mengucapkannya dengan lirih agar tidak melukai perasaan para korban.

Banjir merendam pemukiman warga di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Banjir merendam pemukiman warga di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

2. Syukur dan Optimisme: Melihat Cahaya di Tengah Ujian

Pelajaran kedua, syukur dan optimisme. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus satu kesalahan.” (HR Tirmidzi)

Bagi para korban, rasa syukur berarti menerima dan meyakini bahwa ujian ini menjadi jalan untuk menghapus dosa dan meningkatkan kualitas pribadi. Ibarat ujian akhir semester, bencana menjadi sarana naik kelas menuju derajat yang lebih mulia.

Hadis ini mengajarkan optimism, tidak tenggelam dalam kesedihan, tidak berputus asa, dan tetap berprasangka baik bahwa Allah sedang menyiapkan kebaikan yang lebih besar. Bagi mereka yang tidak terdampak, syukur berarti menjaga amanah keselamatan dengan terus memperbaiki diri, sambil belajar dari peristiwa yang terjadi.

3. Ladang Amal: Menguatkan Solidaritas Pascabencana

Pelajaran ketiga, menjadikan bencana sebagai ladang amal ibadah. Kenaikan derajat hanya terwujud bila seseorang mampu melewati ujian dengan sabar, ikhtiar, tawakal, serta semakin mendekat kepada Allah SWT

Ungkapan Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn mengingatkan kita pada asal-usul dan tujuan hidup. Semuanya kembali kepada Allah. Para korban akan meningkat kualitas pribadinya ketika mampu melewati ujian dengan benar.

Ilustrasi bencana (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi bencana (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Untuk yang tidak terdampak, bencana menjadi ujian kepedulian. Bantuan berupa tenaga, pikiran, harta, makanan, hingga doa adalah bentuk nyata solidaritas. Rasulullah SAW bersabda, “Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim)

Syukur atas keselamatan diri salah satunya ditunjukkan dengan kesediaan berbagi dan membantu meringankan beban sesama. Hikmah di balik bencana adalah kebijaksanaan dalam menyikapinya.

Pasalnya, bencana alam adalah fenomena alamiah yang tak dapat dihindari dan jangan sampai peristiwa itu melahirkan bencana baru (petaka, marabahaya) dalam kehidupan spiritual dan sosial kita, seperti menyalahkan, memperkeruh keadaan, hingga memupus (menipiskan) rasa empati, peduli antar sesama.

Semoga setiap bencana menjadi ibroh yang memperkuat kemanusiaan, memperdalam keimanan, dan membuat hidup lebih bermakna. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:45

Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

Touring bukan sekadar hobi berkendara atau perjalanan untuk healing. Di balik perjalanan dan biaya yang dikeluarkan, touring menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sosial dan psikologis.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:21

Melawan Greenwashing untuk Mendorong Sikap Kritis terhadap Klaim Ramah Lingkungan

Greenwashing mengancam kepercayaan konsumen dan investor serta mengganggu alokasi modal. Transparansi, audit ESG, dan sikap kritis pasar menjadi kunci membangun bisnis berkelanjutan di masa depan.

Fenomena greenwashing didefinisikan sebagai persilangan antara kinerja lingkungan yang buruk dengan komunikasi positif yang menyesatkan. (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:43

Mengenang Majalah Hai, Ikon Remaja di Era 80–90an

Mengenang Majalah Hai, teman generasi 1980-an dan 1990-an yang tak hanya menghadirkan musik, komik, dan cerita, tetapi juga memperluas wawasan serta membentuk selera dan imajinasi anak muda Indonesia.

Majalah Remaja Hai era 1980–1990-an Majalah Hai era 1980–1990-an, bacaan populer yang lekat dengan kehidupan remaja dan menjadi bagian dari kenangan sebuah generasi.
Beranda 13 Agu 2026, 10:32

Pohon di Kota Bandung Ditebang Ilegal, Tapi Anggaran Beli Lahan RTH 2026 Malah Tak Ada

Puluhan pohon di Kota Bandung ditebang liar, giliran anggaran beli lahan RTH 2026 malah nihil. Kini janji ruang hijau kota terancam cuma angan-angan di atas kertas.

Sisa pohon yang ditebang di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, Selasa 4 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:03

Pohon, Bisnis, dan Kehidupan

Saat pohon tumbang, yang jatuh bukan hanya batang, dahan, daun, justru yang ikut runtuh sederetan cerita, petuah, pamali, ingatan, hingga khazanah lokal.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)