Dinamika Politik dan Pemerintahan di Bandung Terkini

4 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Wali Kota Bandung, M. Farhan. (Sumber: Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung, M. Farhan. (Sumber: Pemkot Bandung)

Dalam politik, indikator keberhasilan pemerintah daerah pada umumnya dilihat dari program-program yang dilaksanakan. Sudah sejauh mana kemajuan program yang berjalan dan tentunya dirasakan dampaknya bagi masyarakat luas. Tetapi, perlu disadari bahwa sudut pandang masyarakat selalu prismatik. Dan dinamika politik berjalan secara apple to apple (perbandingan yang setara).

Pasca pilkada 2024, Farhan-Erwin diangkat memimpin Bandung. Dalam pidato pertamanya di DPRD, mereka menyampaikan janji besar: menyelesaikan persoalan kota seperti infrastruktur, transportasi, banjir, sampah, jaringan air, ruang terbuka hijau, sekaligus mendukung UMKM dan sektor ekonomi kecil.

Bagaimanakah tantangan dan harapan masyarakat Kota Bandung selama 10 bulan ini?

Pemerintahan mereka mencoba membangun tata kelola yang inklusif dan kolaboratif: misalnya pada 2025 mereka menyerahkan hibah keuangan kepada partai politik (Banpol) di Kota Bandung sebagai bagian dari pelibatan parpol dalam demokrasi lokal secara resmi dan transparan.

Di sisi politik, keberadaan partai politik sangat penting untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam merespon aspirasi masyarakat. Karena sistem demokrasi negara telah diatur dalam undang-undang. Maka, tidak serta-merta harapan masyarakat bisa diwujudkan, karena ada skala prioritas dan diatur oleh sistem tata kelola pemerintahan daerah.

Pemkot juga mencoba menjaring aspirasi dan partisipasi publik: misalnya dengan pendidikan politik untuk generasi muda (pelajar SMA/SMK) lewat kegiatan yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Kota Bandung.

Namun demikian, ada kritik dan ekspektasi besar terhadap efektivitas pemerintahan:

Beberapa anggota legislatif menilai bahwa dalam 100 hari pertama, belum ada “gebrakan” signifikan dari Walikota khususnya untuk janji kampanye mereka — publik merasa belum banyak yang bisa dirasakan secara nyata. Konteks ini harus dilihat secara

Sejumlah masalah struktural kota — seperti banjir, kemacetan, sampah, pemerataan layanan publik — masih dinilai sebagai “pekerjaan rumah” besar.

Program dan capaian signifikan sejauh ini:

Meskipun banyak harapan, ada juga sejumlah langkah nyata yang menunjukkan kemajuan dan arah yang relatif jelas:

1. Pemerintah kota mendapat nilai tertinggi dalam penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) — dengan skor 4,59 — serta predikat memuaskan dalam indeks “Smart City”. Ini menunjukkan bahwa administrasi dan layanan publik di Bandung telah bergerak ke arah digital, efisien, transparan.

2. Sebagai bagian dari upaya “smart city”, pada November 2025 Pemkot memperkenalkan program Identitas Kependudukan Digital (IKD), yang memungkinkan warga mengurus data kependudukan secara digital — ini bisa mempercepat pelayanan publik dan mempermudah akses administratif.

3. Pemerintah kota menunjukkan komitmen pada pembangunan berkelanjutan: dalam berbagai pernyataan, Wali Kota menekankan pentingnya inovasi, kepedulian lingkungan, dan pemeliharaan budaya lokal — terutama menyeimbangkan aspek pembangunan fisik, sosial, ekonomi, dan kultural.

4. Untuk sektor sosial & kemasyarakatan: Pemkot menggandeng institusi pendidikan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mitra strategis — misalnya untuk konsultasi pembangunan, inovasi kota, dan implementasi pendekatan pentahelix (pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat, media).

Tantangan, kritik, dan harapan dari warga untuk menjadi perbaikan ke depan:

Kritik utama: belum ada hasil nyata yang terasa oleh sebagian besar warga dalam 10 bulan awal — banyak warga dan wakil rakyat merasa belum “menyentuh” masalah nyata seperti kemacetan, banjir, layanan sehari-hari.

Kelompok masyarakat juga mengungkap terputusnya antara janji politik dan realita: ada keluhan terkait ketimpangan sosial, pelayanan publik yang sulit diakses, sanitasi, keamanan lingkungan — terutama di wilayah padat, kumuh atau kurang terlayani.

Tantangan struktural: pengelolaan kawasan perbatasan dan kerja sama lintas wilayah menjadi penting — misalnya koordinasi dengan kota tetangga seperti Kota Cimahi sudah mulai dilakukan, meliputi tata ruang, infrastruktur dan pengelolaan banjir/kolam retensi. Namun implementasinya akan membutuhkan komitmen dan waktu.

Harapan terhadap pemerataan pembangunan: legislatif menekankan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah daerah (RPJMD 2025–2030) harus dirancang dan dijalankan secara serius agar visi kampanye “Bandung Utama” — unggul, terbuka, amanah, maju, agamis — bisa tercapai.

Implikasi & apa yang mungkin terjadi ke depan:

Transisi ke layanan publik digital bisa meningkatkan efisiensi, mengurangi birokrasi, dan lebih transparan — ini bisa menjadi fondasi bagi program-program pembangunan lebih besar. Sukses di SPBE & IKD menunjukkan arah positif.

Jika program infrastruktur, penataan ruang, penanganan banjir & sampah, transportasi, dan pemerataan sosial dikawal dengan sungguh-sungguh, ada potensi Bandung berubah signifikan dalam 2–5 tahun ke depan — terutama kalau OPD bekerja kolaboratif dan warga dilibatkan.

Namun keberhasilan besar tergantung pada implementasi — tidak cukup lewat janji. Tantangan seperti kemiskinan urban, ketimpangan layanan, partisipasi publik, dan konsistensi regulasi perlu dijawab.

Ruang untuk partisipasi warga, mahasiswa, komunitas — seperti yang sudah dibuka melalui pendidikan politik, kemitraan dengan akademisi dan lembaga swadaya — bisa menjadi modal sosial penting agar pembangunan lebih inklusif dan sesuai kebutuhan warga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)