Dinamika Politik dan Pemerintahan di Bandung Terkini

Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan Senin 08 Des 2025, 16:26 WIB
Wali Kota Bandung, M. Farhan. (Sumber: Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung, M. Farhan. (Sumber: Pemkot Bandung)

Dalam politik, indikator keberhasilan pemerintah daerah pada umumnya dilihat dari program-program yang dilaksanakan. Sudah sejauh mana kemajuan program yang berjalan dan tentunya dirasakan dampaknya bagi masyarakat luas. Tetapi, perlu disadari bahwa sudut pandang masyarakat selalu prismatik. Dan dinamika politik berjalan secara apple to apple (perbandingan yang setara).

Pasca pilkada 2024, Farhan-Erwin diangkat memimpin Bandung. Dalam pidato pertamanya di DPRD, mereka menyampaikan janji besar: menyelesaikan persoalan kota seperti infrastruktur, transportasi, banjir, sampah, jaringan air, ruang terbuka hijau, sekaligus mendukung UMKM dan sektor ekonomi kecil.

Bagaimanakah tantangan dan harapan masyarakat Kota Bandung selama 10 bulan ini?

Pemerintahan mereka mencoba membangun tata kelola yang inklusif dan kolaboratif: misalnya pada 2025 mereka menyerahkan hibah keuangan kepada partai politik (Banpol) di Kota Bandung sebagai bagian dari pelibatan parpol dalam demokrasi lokal secara resmi dan transparan.

Di sisi politik, keberadaan partai politik sangat penting untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam merespon aspirasi masyarakat. Karena sistem demokrasi negara telah diatur dalam undang-undang. Maka, tidak serta-merta harapan masyarakat bisa diwujudkan, karena ada skala prioritas dan diatur oleh sistem tata kelola pemerintahan daerah.

Pemkot juga mencoba menjaring aspirasi dan partisipasi publik: misalnya dengan pendidikan politik untuk generasi muda (pelajar SMA/SMK) lewat kegiatan yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Kota Bandung.

Namun demikian, ada kritik dan ekspektasi besar terhadap efektivitas pemerintahan:

Beberapa anggota legislatif menilai bahwa dalam 100 hari pertama, belum ada “gebrakan” signifikan dari Walikota khususnya untuk janji kampanye mereka — publik merasa belum banyak yang bisa dirasakan secara nyata. Konteks ini harus dilihat secara

Sejumlah masalah struktural kota — seperti banjir, kemacetan, sampah, pemerataan layanan publik — masih dinilai sebagai “pekerjaan rumah” besar.

Program dan capaian signifikan sejauh ini:

Meskipun banyak harapan, ada juga sejumlah langkah nyata yang menunjukkan kemajuan dan arah yang relatif jelas:

1. Pemerintah kota mendapat nilai tertinggi dalam penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) — dengan skor 4,59 — serta predikat memuaskan dalam indeks “Smart City”. Ini menunjukkan bahwa administrasi dan layanan publik di Bandung telah bergerak ke arah digital, efisien, transparan.

2. Sebagai bagian dari upaya “smart city”, pada November 2025 Pemkot memperkenalkan program Identitas Kependudukan Digital (IKD), yang memungkinkan warga mengurus data kependudukan secara digital — ini bisa mempercepat pelayanan publik dan mempermudah akses administratif.

3. Pemerintah kota menunjukkan komitmen pada pembangunan berkelanjutan: dalam berbagai pernyataan, Wali Kota menekankan pentingnya inovasi, kepedulian lingkungan, dan pemeliharaan budaya lokal — terutama menyeimbangkan aspek pembangunan fisik, sosial, ekonomi, dan kultural.

4. Untuk sektor sosial & kemasyarakatan: Pemkot menggandeng institusi pendidikan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mitra strategis — misalnya untuk konsultasi pembangunan, inovasi kota, dan implementasi pendekatan pentahelix (pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat, media).

Tantangan, kritik, dan harapan dari warga untuk menjadi perbaikan ke depan:

Kritik utama: belum ada hasil nyata yang terasa oleh sebagian besar warga dalam 10 bulan awal — banyak warga dan wakil rakyat merasa belum “menyentuh” masalah nyata seperti kemacetan, banjir, layanan sehari-hari.

Kelompok masyarakat juga mengungkap terputusnya antara janji politik dan realita: ada keluhan terkait ketimpangan sosial, pelayanan publik yang sulit diakses, sanitasi, keamanan lingkungan — terutama di wilayah padat, kumuh atau kurang terlayani.

Tantangan struktural: pengelolaan kawasan perbatasan dan kerja sama lintas wilayah menjadi penting — misalnya koordinasi dengan kota tetangga seperti Kota Cimahi sudah mulai dilakukan, meliputi tata ruang, infrastruktur dan pengelolaan banjir/kolam retensi. Namun implementasinya akan membutuhkan komitmen dan waktu.

Harapan terhadap pemerataan pembangunan: legislatif menekankan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah daerah (RPJMD 2025–2030) harus dirancang dan dijalankan secara serius agar visi kampanye “Bandung Utama” — unggul, terbuka, amanah, maju, agamis — bisa tercapai.

Implikasi & apa yang mungkin terjadi ke depan:

Transisi ke layanan publik digital bisa meningkatkan efisiensi, mengurangi birokrasi, dan lebih transparan — ini bisa menjadi fondasi bagi program-program pembangunan lebih besar. Sukses di SPBE & IKD menunjukkan arah positif.

Jika program infrastruktur, penataan ruang, penanganan banjir & sampah, transportasi, dan pemerataan sosial dikawal dengan sungguh-sungguh, ada potensi Bandung berubah signifikan dalam 2–5 tahun ke depan — terutama kalau OPD bekerja kolaboratif dan warga dilibatkan.

Namun keberhasilan besar tergantung pada implementasi — tidak cukup lewat janji. Tantangan seperti kemiskinan urban, ketimpangan layanan, partisipasi publik, dan konsistensi regulasi perlu dijawab.

Ruang untuk partisipasi warga, mahasiswa, komunitas — seperti yang sudah dibuka melalui pendidikan politik, kemitraan dengan akademisi dan lembaga swadaya — bisa menjadi modal sosial penting agar pembangunan lebih inklusif dan sesuai kebutuhan warga. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

Komunikasi Politik Pajak

Ayo Netizen 11 Sep 2025, 08:45 WIB
Komunikasi Politik Pajak

News Update

Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 17:51 WIB

Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Percepatan teknologi perlu diimbangi dengan etika komunikasi digital, penyebaran informasi yang bertanggung jawab hingga privasi data.
Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi literasi digital bagi siswa SMPN 1 Dayeuhkolot. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 16:45 WIB

Jalan Asia Afrika yang Cantik Itu Tercoreng oleh Macet

Kemacetan parah di jantung Kota Bandung, mulai dari Alun-Alun hingga kawasan Jalan Asia Afrika, kini sudah menjadi pemandangan yang sangat menjemukan.
Pengendara sepeda motor yang mengalami kemacetan di jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (20/12/2025). (Foto: Randa)