KEBANYAKAN pedagang cilor (aci telor) dan bilor (bihun telor) menjajakkan dagangannya di saat siang atau sore hari, mangkal di halaman sekolah atau di tempat yang banyak anak-anak. Tetapi, bagi bagi Mang Jajang, seorang pedagang bilor dan cilor ini, tidak. Ia malah mangkal di pinggir lapangan sepak bola Sadewata, Komplek Bumi Parahyangan Kencana Blok G Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, mulai sore hari hingga larut malam.
Pukul 17.00 sore, di saat anak-anak yang berlatih sepak bola membubarkan diri dan para penghuni komplek “ngampih” ke rumahnya masing-masing, Mang Jajang justru mulai “dadasar”—memarkir motor, memasang payung besar agar tak kehujanan, dan mulai menyiapkan dagangannya—di pinggir jalan pertigaan lapang Sadewata.
Sore itu, ia tampak mulai menggoreng cilor, bilor, dan sempol acinya di tempat yang tampaknya sepi dan terpencil. Tetapi, aneh tiba-tiba para pembeli berdatangan memarkirkan motornya maupun para pembeli yang berjalan kaki. Dan segera para pembeli tampak antri menunggu dilayani Mang Jajang, laki-laki 55 tahunan, yang merupakan penduduk Kamasan, Banjaran, kira-kira 5-6 kilometer dari tempat jualannya sekarang.
Saat azan Magrib, Mang Jajang akan menghentikan kegiatan dagangnya dan membiarkan begitu saja dagangan dan motornya. Ia tampak pergi ke masjid paling dekat dengan tempatnya ia berdagang dan menjalankan shalat Magrib. Lalu, sesudah beribadah, ia berdagang lagi.
“Maaf, tadi saya ikut shalat dulu di Masjid Ar-Rohman Blok I. Jualannya saya tinggal dulu,” katanya saat penulis akan membeli dan menunggu dulu.
Menurutnya, ia sudah berdagang ke mana-mana—maklum pedagang bermotor. Yang paling jauh ke Cimahi. “Tetapi, tampaknya di tempat ini saya mulai menemukan pelanggan,” katanya.
Baca Juga: Sarapan Adem di Bandung? Coba Toko Bubur Dibawah Pohon Rindang
Mang Jajang mangkal di tempat itu belum begitu lama. Kurang dari 6 bulan. Anehnya ia mulai berjualan sore hari hingga larut malam. “Saya pulang kadang jam 1 atau jam 3 dini hari. Soal pembeli, ya rezeki selalu ada untuk yang berusahaa,” katanya.
Cilor, bilor, dan sempol ayamnya selalu hangat dan panas. Bisa dipesan digoreng “dadakan” atau membeli dagangan yang sudah tersedia. Ditambah saus tomat, dan lada, bumbu sesuai pesanan. Mang Jajang yang periang, mudah diajak ngobrol, membuat senang pembeli.
Harganya “murah mareh mere sawareh”. Cilor dan bilor Rp1.000 per pcs sementara sempol aci yang jumbo Rp5.000 per pcs. (*)
