Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

4 menit baca
Ridwan Rustandi
Ditulis oleh Ridwan Rustandi diterbitkan
Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Setiap tahun secara berulang umat Islam menyambut kedatangan bulan suci ramadan. Setiap tahun pula, mereka melaksanakan beragam amalan dan ritual ibadah. Ramadan datang dengan berbagai rutinitasnya seumpama jadwal sebuah kereta yang sudah pasti. Setiap muslim berlomba melakukan amalan yang terbaik dalam durasi yang sudah ditentutkan, antara 29-20 hari lamanya dengan 13-14 jam shaum di siang hari. Di malam harinya, mereka berupaya konsisten melaksanakan salat malam. Belum lagi ikhtiar kebaikan lainnya dalam bentuk tadarus al-Qur’an, ta’lim, infak dan sedekah, dan amalan sunnah lainnya. Di penghujung, sebelum jadwal kepulangan kereta ramadan ini, umat Islam menutupnya dengan melaksanakan i’tikaf dan membayar zakat. Sungguh, rangkaian perjalanan ibadah ramadan mensaratkan keseriusan dari pelakunya agar perolah dampak yang berarti selepasnya.

Saat jutaan orang ‘ikut naik’ dalam kereta ramadan, setidaknya akan ada dua tipe manusia yang berada dalam kereta tersebut. Yang pertama duduk bersandar, menutup mata, dan menyerahkan segalanya pada masinis. Yang kedua duduk di tepi jendela, memperhatikan arah, menghitung jarak, dan siap turun—bahkan siap mengambil alih kemudi—jika diperlukan. Dalam dunia organisasi, kita menyebut keduanya sebagai passenger (penumpang) dan driver (pengemudi).

Menariknya, ramadan ini tidak dirancang untuk seorang penumpang yang hanya ikut begitu saja tanpa tahu tujuan. Melainkan arsitektural ramadan berlaku bagi mereka yang bermental pengemudi. Mereka yang memiliki kendali diri secara berkesadaran untuk menunaikan amalan-amalan kebaikan selama ramadan bahkan setelahnya. Dari sahur sebelum fajar hingga tarawih jauh malam, menuntut satu hal yang sama yakni keputusan aktif yang diulang tiga puluh hari berturut-turut. Tidak ada yang bisa berpuasa tanpa sadar. Tidak ada yang bisa tarawih sambil tidur. Peta perjalanan (itenary) ramadan telah ditetapkan dari awal sampai akhir, di siang hari dan malam hari. Semuanya mengikuti setiap momen, ritme dan target yang telah ditetapkan. Demi menjadi manusia yang terbaik, mereka yang bermetamorfosa menjadi pribadi yang muttaqin.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kendali Internal

Rhenald Kasali (2014) mengenal konsep self-driving sebagai metafora cara berpikir dan mentalitas untuk memetakan perilaku, pola pikir, dan tanggung jawab seseorang dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Ia membagi menjadi dua tipe manusia yang memiliki cara pandang tertentu terhadap sebuah peristiwa kehidupan, yakni driver mentality dan passenger mentality. Driver mentality atau mental pengemudi adalah mereka yang memiliki inisiatif tinggi, berani mengambil risiko, bertanggung jawab, dan fokus pada perubahan. Sementara itu, passenger mentality adalah mereka yang cenderung pasif, hanya mengikuti arus, mudah menyerah, mudah menyalahkan keadaan, dan menunggu dilayani.

Merubah cara pandang dari passenger ke driver mentality membutuhkan locus of control atau kendali diri yang menjadi pusat aktivitas. Dalam hal ini, seseorang yang berupaya untuk memimpin perubahan ia akan berupaya melakukan kendali diri untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Setiap momentum akan dimanfaatkan untuk memperkuat kendali dirinya. Ia akan fokus melakukan perbaikan dan perubahan dalam berbagai aktivitasnya. Sehingga, cara berpikir, perilaku, dan tanggung jawabnya berdasarkan kendali internal yang ada dalam dirinya, bukan karena factor luar yang terkadang menjebak dirinya.

Shaum adalah latihan intensif kendali internal yang paling relevan bagi manusia beriman. Selama Ramadan, seseorang yang shaum menghadapi kondisi eksternal yang tidak mendukung—lapar, haus, kantuk, panas. Namun ia tidak menyerah pada kondisi itu. Ia tidak berkompromi hanya karena keadaan tidak nyaman. Ia bergerak, bekerja, bahkan melayani—bukan karena kondisi mendukung, tetapi karena pilihannya demikian.

Ramadan menjadi momentum bridging (jembatan) yang mengantarkan manusia untuk bisa mengendalikan diri. Ia menjadikan ramadan sebagai laboratorium jiwa yang melatih kepekaan dan kepeduliaan sosial. Ramadan menjadi momentum terbaik agar kita menjadi pengemudi yang memiliki tujuan dan target yang jelas dalam menjalani peta perjalanannya. Bahwa barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia tergolong orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, ia merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, ia celaka (Al-Hakim).

Baca Juga: Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Merujuk pada dua tipe mentalitas tersebut, maka ada dua cara menempatkan ibadah ramadan pada setiap tahunnya. Cara pertama adalah bagi mereka yang berpandangan laiknya seorang penumpang (passenger mentality) menjalani shaum karena takut dilihat orang, salat tarawih kalau ada yang ‘ngajak’, Tilawan al-Qur’an kalau "sempat", tidak memiliki target amalan, bahkan setelah Ramadan berakhir, sama sekali tidak ada perubahan. Adapun cara kedua adalah mereka yang menempatkan ramadan dengan pola pengemudi (driver mentality). Ia melaksanakan shaum dengan penuh kesadaran dan tujuan yang ditentukan, salat tarawih karena pilihan yang disengaja, ‘Ngaji’ dengan target dan jadwal jelas, menetapkan 1 sampai 3 kebiasaan baru, menjadikan ramadan sebagai titik balik kehidupan, dan berdoa sekaligus merancang action plan dengan penuh kesungguhan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati (HR. Sunan at-Tirmidzi). Mereka yang menempatkan ramadan sebagai pusat kendali diri akan berupaya melakukan perubahan secara konsisten walaupun kecil. Ia memahami bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra'd: 11). Sehingga, ia akan berdoa dengan sungguh-sungguh sekaligus merancang action plan yang nyata, karena ia sadar bahwa doa dan ikhtiar adalah dua sisi yang tidak terpisahkan dalam perjalanan menuju perubahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)