Mabok Kakaretaan

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

"Hidup kita adalah perjalanan yang konstan, dari lahir sampai mati. Pemandangan berubah, orang-orang berubah, kebutuhan kita berubah, tetapi kereta terus bergerak. Hidup adalah kereta, bukan stasiun." - Paulo Coelho

Hari ini, Selasa, (24/3/2026). Perjalanan kakaretaan arus balik dari Tangerang, Duri, Cikarang, Purwakarta, Bandung, berkahir di Gedebage.

Tentunya, bukan sekadar berpindah tempat, tapi perjalanan asa, rasa, cerita, dan sedikit “drama” keluarga.

Berangkat berlima, formasi lengkap. Pukul 08.40 meninggalkan rumah Nenek di Gembor, diantar Om Acep, adik istri. Tiba di Stasiun Tangerang pukul 09.10.

Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pejuang Sepur

Kereta dipilih bukan tanpa alasan. Aa Akil, anak kedua, punya “bakat” mabok darat. Bus dan mobil sering jadi arena pusing. Maka kereta api menjadi ikhtiar paling rasional. Meski ternyata, tak sepenuhnya menyelesaikan persoalan.

Pukul 09.20, KRL berangkat menuju Duri. Sepuluh gerbong melaju, singgah di Tanah Tinggi, Batu Ceper, Poris, Kalideres, hingga Grogol, sebelum akhirnya tiba di Duri pukul 09.47.

Di dalam kereta, suasana (kehidupan) berjalan: Kakang, anak ketiga (4 tahun) sibuk menatap dunia dari jendela. Seolah-olah setiap pemandangan bak cerita baru.

Aa Akil (11 tahun) tenggelam dalam rubik, hadiah dari Kaka Fia, anak pertama (16 tahun) yang asyik dengan drakor di gawainya.

Di sela-sela itu, suara pengumuman berulang, “Hati-hati pintu tertutup. Perhatikan celah peron. Utamakan keselamatan.”

Ibarat mantra dalam menjalani kehidupan, sederhana yang syarat dalam maknanya.

Dari Duri, perjalanan berlanjut ke Cikarang pukul 10.20. Dengan melewati Stasiun Tanah Abang, Karet, BNI City, Sudirman, Manggarai.

Kereta mulai padat saat memasuki Matraman. Berdiri, berdesakan, bergelantungan, yang melewati Jatinegara, Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung, Kranji, Bekasi, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Metland Telaga Murni.

Potret keseharian yang kontras dengan perjalanan pagi yang lengang. Tiba di Cikarang pukul 11.35.

Jeda sebentar perjalanan berikutnya yang dimulai pukul 13.30 dengan KA Walahar menuju Purwakarta.

Di sinilah perjalanan menjadi lebih hidup. Aa Akil sempat bermain dengan bayi yang digendong penumpang di sebelahnya. Kakang memilih rebahan, menikmati hamparan sawah, pohon kelapa, pisang, hingga bangunan-bangunan tinggi yang sesekali muncul.

Dunia bergerak cepat di luar jendela. Suasana didalam kereta seakan-akan diam beribu bahasa. Padahal sebenarnya sedang berjalan (melaju) jauh.

Kereta mulai penuh sejak Kelari, lalu agak lengang kembali di Cikampek. Pukul 14.50, tiba di Purwakarta.

Menunggu kereta malam ke Bandung, waktu diisi dengan berjalan di sekitar Situ Buled. Makan sore lesehan di Ratunya Coto Makassar, dengan menu yang khas dan suasana yang hangat. Pilihan makanan jatuh pada coto daging, ayam sambal ijo, untuk minuman teh, jeruk panas, dan milkshake.

Selepas itu, anak-anak bermain di Taman Cerdas Surawisesa. Lari-larian, main balon sabun (busa), tawa kecil yang lepas dan riang gembira. Sore itu terasa utuh. Sebelum cerita lain dimulai.

Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Drama Huruf O

Malam datang. Pukul 19.56, naik Kereta Api Parahyangan menuju Bandung. Duduk terpisah, dua kursi di eksekutif dan tiga kursi di premium.

Dalam perjalanan malam yang dingin ini “drama” dimulai.

Aa Akil membuka dimsum.

Boleh dimakan, Bah?”

Muhun,” jawabku singkat.

Baru beberapa meter berjalan, sebelum Cimahi, bocah kelas lima mulai gelisah.

Bah, Aa mau ke toilet?” tanyanya.

Dengan segala tanda-tandanya.

Pami pusing, ieu keresek nya…”

Benar saja. Dua kantong terisi.

Untung sudah siap dan tidak berantakan, hanya sedikit panik.

Aa berkali-kali minta maaf dan mengucapkan terima kasih atas bantuan kecil keresek. Di sela-sela itu, penyuka anime ini sempat tertawa, “Mungkin gara-gara milkshake tadi, Bah…”

Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah penumpang saat akan memasuki gerbong kereta api di Stasiun Bandung, Rabu 4 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sederhana. Jujur dan tetap bisa tertawa di tengah tidak nyaman. Tak lama, Aa tertidur pulas, sehingga harus dibangunkan berkali-kali saat tiba di Stasiun Bandung.

Ternyata, di gerbong lain, istri dan Kaka Fia mengalami “episode” serupa. Hanya Kakang yang selamat. Tenang tanpa drama.

Kereta terus melaju. Tiba di Bandung pukul 21.20, perjalanan belum selesai. Masih ada satu etape lagi menuju Gedebage.

Pukul 21.56, naik KRL lokal Bandung Raya. Melewati Cikudapateh, Kiaracondong, dan tiba di Gedebage pukul 22.18.

Baca Juga: Ayo, Kendalikan Inflasi Pangan Pascalebaran!

Di sela perjalanan, Kakang berkomentar polos, “Bah, kalau ada peluit, kereta mau jalan ya…”

Sederhana dan penuh makna. Ihwal pentingnya tanda, kesiapan, dan perjalanan itu sendiri.

Dari Gedebage, berangkat pukul 22.32 yang lanjut naik mobil via aplikasi menuju Cibiru. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit. Pukul 22.47, akhirnya sampai di rumah dengan selamat.

Alhamdulillah! Perjalanan panjang naik kereta api seharian itu selesai. Walhasil, kakaretaan bukan sekadar berpindah dari stasiun Tangerang ke Bandung. Melainkan ruang belajar (perjumpaan) tentang sabar, antisipasi, menerima yang tak selalu berjalan sesuai rencana, hingga drama soal mabok sekalipun.

Pasalnya, dalam setiap perjalanan, kita tak hanya bergerak secara fisik, justru sedang dilatih untuk lebih memahami diri, keluarga, dan kehidupan yang serba cepat.

Sungguh benar kata-kata pengumuman di kereta itu, “Utamakan keselamatan.” Bukan hanya raga, tapi pikiran, hati dan nurani. Biar hidup tetap waras, terarah dan lebih bermakna. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)
Linimasa 26 Jun 2026, 15:18

Hikayat Kampung Pembuat Panci di Bandung, Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Kampung Cikalang Kaler di Bandung telah puluhan tahun memproduksi panci. Kini mereka bertahan di tengah perubahan teknologi dapur modern.

Pengrajin di kampung pembuat panci Cileunyi, Kabupaten Bandung, bertahan di tengah perubahan zaman. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:04

Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

Menelisik sejarah panjang perfilman di Indonesia dan karya-karya tersohor yang muncul sepanjang delapan dekade.

Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:33

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi.

Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:13

Kuy Ah ... ke Sekolah Swasta

Melihat sekolah swasta yang sekarang semakin banyak melahirkan pelajar berprestasi hebat.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 13:09

Perbankan di Indonesia Integrasikan UMKM dalam Membangun Citra Positif

Publikasi BSI terkait integrasi UMKM halal menarik dianalisis: website menggunakan kata kunci formal, sedangkan Instagram menggunakan bahasa yang lebih sederhana bagi audiens.

Kedai-kedai UMKM di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 12:50

Dari Patriarki ke Femisida: Membaca Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Warisan Struktur Historis

Bagaimana sistem kuasa yang diwariskan lintas generasi membentuk, menormalkan, dan melanggengkan kekerasan terhadap perempuan hingga titik terparahnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 11:25

Panduan Berkunjung ke Lembang Park and Zoo: Kebun Binatang Bergaya Eropa di Dataran Tinggi Bandung

Lembang Park and Zoo menawarkan kebun binatang modern, wahana bermain, safari mini, hingga cat café unik di kawasan sejuk Lembang.

Lembang Park and Zoo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:42

HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis.

Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:16

Peringatan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan

Mata dibutakan, bibir digunting: krisis keamanan berbasis gender yang mengancam perempuan.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Unplash)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 08:20

Memperjuangkan Representasi Anak-Anak Autis Bersama Komunitas Autistik

Peluncuran Boneka Barbie autis pada website dan instagram PT Mattel menunjukkan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang autisme dalam bentuk boneka.

Ilustrasi anak autisme. (Sumber: Pexels | Foto: Mah mud)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 07:56

Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.

Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 20:12

Kembang Tanpa Dedaunan

Menjaga kondisi hawa atau cuaca di Kota Bandung agar tidak menjadi lebih panas di tahun-tahun berikiutnya sesuai dengan tema hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026.

The Rollies (1972). (Sumber: Wikimedia Commons)