Badai Belum Berlalu, Perlu Komitmen Menjaga Langit Biru

7 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Sumber : BPBD Kota Bandung)
Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Sumber : BPBD Kota Bandung)

Dahulu kukira langit Bandung itu terus membiru. Ternyata angkasa di atas cekungan danau purba itu tidak berbeda dengan kota besar lainnya.  Udara di sebagian besar sudut kota terasa panas. Udara yang terhisap ke paru-paru kita tidak lagi terasa segar. Bandung yang sejuk dan segar sudah menjadi cerita masa lalu.

Bahkan langit bisa dibilang tidak bersahabat lagi dengan wilayah yang pernah dijuluki Kota Kembang. Peristiwa hujan lebat yang disertai angin kencang yang menerjang Kota Bandung dan sekitarnya pada tanggal 3 April 2026 menyadarkan warga kota tentang misteri langit yang kian tidak bersahabat.

Dari langit kita bisa mengetahui tanda-tanda alam semesta. Hujan deras yang disertai angin kencang merobohkan pohon dan papan reklame. Bahkan telah memakan korban jiwa dan beberapa terluka. Kondisi langit pada musim hujan maupun kemarau mengandung petaka. Setelah diterjang banjir bertubi-tubi kini BMKG memperingatkan akan datangnya El Nino yang bisa mencekam langit jika tidak ada komitmen semua pihak untuk mencegah pencemaran udara diatas cekungan Bandung Raya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa saat ini kita semua sudah tidak lagi berada di era pemanasan global, melainkan telah memasuki era pendidihan global. Peningkatan temperatur global menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Ilustrasi fenomena awan hitam yang berbentuk corong (Sumber: Sumber: Twitter @be4utiful0nes)
Ilustrasi fenomena awan hitam yang berbentuk corong (Sumber: Sumber: Twitter @be4utiful0nes)

Waspada Awan Hitam Berbentuk Corong

Bulan April saat ini adalah musim pancaroba yang bisa menimbulkan hujan badai dan angin puting beliung sewaktu-waktu. Di bulan ini fenomena langit bisa berubah dengan cepat. Panas terik bisa berganti hujan lebat yang disertai dengan angin ribut.

Fenomena langit di atas rumah saya di minggu pertama bulan April ini sering tampak aliran angin yang membawa partikel dari arah barat menuju timur yang terlihat hitam pekat dengan kilatan petir. Sepertinya angin dari arah barat yang membawa aliran partikel itu “bertumbukan” dengan awan gelap di timur. Tampak dari kejauhan bidang awan yang berbentuk corong turun dari ketinggian.

Ini bisa terlihat karena rumah kami menghadap kearah timur, depan rumah kebetulan masih berupa sawah, jadi masih bisa melihat pemandangan langit yang luas. Sering terlihat awan gelap yang pekat di sebelah timur Rancaekek, khususnya di sepanjang Jalan Raya Cileunyi – Cicalengka – Garut yang di kiri kanan jalan tersebut adalah Kawasan industri, perdagangan dan perumahan.

Jika kita jeli akan terlihat awan hitam dan bentuk bidang corong tampak bergerak ke atas lalu menghilang dan langit menjadi terang Kembali. Tahun lalu, di perumahan Rancaekek sebelah timur, tidak jauh dari lokasi kejadian saat ini juga terjadi angin ribut yang sangat dahsyat. Menghancurkan genting, atap,kanopi di salah satu komplek perumahan dengan tingkat kerusakan yang parah. Sejak kami tinggal di Rancaekek, daerah ini memang tergolong daerah dengan hembusan angin yang kencang, meskipun musim kemarau. Selain itu intensitas sambaran petir juga cukup tinggi. Rancaekek adalah daerah aneka bencana, selain banjir yang terus melanda, kini juga lahir bencana bertajuk “Tornado Rancaekek”.

Kejadian puting beliung dahsyat yang mirip dengan “anak” badai Tornado di Amerika Serikat, membuat saya penasaran dan langsung teringat kepada salah satu pakar di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yakni Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, PRIMA-BRIN, Doktor Erma Yulihastin.

Peneliti BRIN Erma Yulihastin (Sumber: dokpri | Foto: Erma Yulihastin)
Peneliti BRIN Erma Yulihastin (Sumber: dokpri | Foto: Erma Yulihastin)

Mekanisme Cuaca Ekstrim

Saya mengikuti akun sosmed Dr.Erma yang sangat inten membahas perubahan cuaca ekstrim.

“Indonesia saat ini diancam oleh dua hal akibat dari cuaca ekstrim, yaitu kekeringan dan banjir karena hujan ekstrim. Keduanya adalah bentuk yang paling sederhana dari yang akan kita hadapi ketika suhu meningkat secara signifikan,” tutur Erma.

Dia menyampaikan perlunya inisiatif untuk membangun bangsa yang siaga terhadap cuaca, membangun kesadaran masyarakat agar siap dan tanggap pada cuaca. Perlunya pemerintah pusat dan daerah untuk membentuk komite cuaca ekstrim, untuk meminimalisir dampak buruk atau korban jiwa yang mungkin terjadi akibat dari cuaca ekstrim ini.

BRIN melakukan kajian perubahan iklim (2021-2050) khusus wilayah Benua Maritim Indonesia (BMI). Kajian yang menggunakan teknik dynamic downscaling resolusi tinggi dari tim periset BRIN tersebut, menunjukkan kekeringan dan hujan ekstrem mengalami peningkatan signifikan.

Menurut Erma riset-riset yang dikaji oleh BRIN adalah untuk mengetahui lebih dalam mekanisme-mekanisme cuaca ekstrim yang ada di Indonesia ketika terjadi perubahan iklim.

Terkait dengan badai dahsyat yang pernah melanda Rancaekek tahun lalu, Erma menyatakan lewat akun sosmednya, bahwa angin puting beliung dahsyat muncul wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan sebagian wilayah Sumedang,itu adalah mirip badai Tornado. Merusak sejumlah bangunan, pohon tumbang, truk terguling dan sepeda motor terjatuh. Kejadian itu juga menyebabkan 29 orang mengalami luka-luka.

Erma Yulihastin telah menyalakan alarm kewaspadaan badai dahsyat yang berpotensi melanda pelosok negeri ini. Tahun lalu Erma pernah menjadi perhatian publik karena ia juga menyalakan alarm kewaspadaan terkait potensi bencana hidrometeorologi. Akibatnya gaduh menggemuruh di seantero negeri karena masih banyak pihak belum ngeh dengan kajian Wanita kelahiran Lamongan Jatim itu.

Bagi saya Erma adalah sang pembaca tanda-tanda langit yang hebat, jujur dan lugas. Wanita peneliti itu lahir dari pasangan Misnur Syamin dan Umi Kulsum. Lahir pada tanggal 4 Juli 1979 di Lamongan, Jawa Timur. Bungsu dari dua bersaudara ini menamatkan sekolah hingga SMA di Lamongan. Pelajaran sekolah yang digemari adalah Fisika dan Matematika. Penyuka soto Lamongan ini juga senang menulis karangan dan puisi sejak masih di bangku SD.

Pada tahun 1997 ia melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Geofisika dan Meteorologi. Semasa kuliah ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Keluarga Mahasiswa Islam ITB (Gamais ITB), Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB), dan sebagai aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Ketika menjadi mahasiswa, tulisan-tulisannya tersebar di Harian Umum Pikiran Rakyat dan media internal lainnya.

Sebagai periset klimatologi, konsentrasi studi yang Erma lakukan selama ini adalah mengenai perilaku hujan yang memicu extreme event dengan dampak meluas, seperti: banjir di Jakarta/Jabodetabek yang bisa dipicu oleh perilaku hujan ekstrem yang persisten (lebih dari 6 jam).

Menurut Erma, dirinya sering memakai istilah "badai dahsyat" untuk menggantikan istilah ilmiah dua jenis badai yang sedang intensif terjadi di Laut Jawa (badai MCC) dan Samudra Hindia (badai derecho/squall line) dan keduanya bergerak mendekati kawasan Jabodetabek. Langit sering kali menggambarkan suasana hati kita, juga suasana kebangsaan. Tengadahlah ke langit, agar komitmen untuk menjaga angkasa tetap ada.

Ilustrasi langit hitam di atas Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi langit hitam di atas Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Enigma Sepanjang Zaman

Selama ini kita sering menjadikan langit sumber tawakal dan ikon imajinasi yang luasnya tiada tanding. Alam memberi sinyal yang tergambar di langit kepada manusia jika akan terjadi hal-hal yang luar biasa. Baik yang menyangkut bencana maupun perubahan cuaca.

Hanya saja, sinyal tersebut belum semuanya dapat diterjemahkan oleh sensor buatan manusia. Meskipun teknologi sensor atau transduser dan teknologi big data pada saat ini sudah cukup canggih serta memiliki tingkat akurasi yang tinggi, namun masih banyak sinyal dari alam yang belum mampu diterjemahkan kedalam bahasa ilmu pengetahuan. Sehingga menjadi enigma atau teka-teki sepanjang zaman. Langit biru yang lestari tentunya menjadi Impian segenap warga kota. Sirnanya langit biru dan buruknya kualitas udara disebabkan beberapa faktor. Pertama, asap dari transportasi. Kedua, asap dan debu industri atau pabrik ikut berkontribusi. Ketiga, penggunaan energi batu bara, dan keempat bisa karena pembakaran hutan, ladang dan semak belukar.

Sebaiknya kita sering menengok langit. Karena langit adalah cermin yang tidak pernah dusta. Disana juga ada tanda-tanda yang seharusnya membuat para pemimpin bangsa dan segenap warga kota mawas diri. Salah satu tanda yang bisa disimak adalah betapa mengerikan bahaya pencemaran udara yang kian mencekam seisi kota . Apalagi beberapa kawasan di negeri ini, seperti misalnya Bandung Raya yang secara geografis seperti kaldera, karena dikelilingi oleh pegunungan kondisi lingkungannya semakin terdegradasi.

Belum lagi eksistensi Perda Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) kurang memberikan arti dan krisis implementasi. Pada musim pancaroba berbagai fenomena difusi cahaya di langit akibat pekatnya kabut polusi akan sering muncul. Menjadi sinyal yang memberikan peringatan adanya pencemaran udara yang serius. Kesadaran ilmiah masyarakat mesti ditumbuhkan. Bencana pencemaran udara karena ulah manusia tidak kalah gawatnya dengan bencana gempa bumi. Kita tidak bisa mengingkari bahwa sampah kota yang beratnya mencapai ribuan ton tersebut sudah pindah ke udara akibat proses pembakaran.

Sekarang ini sumber pencemaran udara di beberapa kawasan sulit dikendalikan lagi. Diperlukan pemimpin yang memiliki tangan besi untuk menegakkan Perda PPU tanpa pandang bulu. Pentingnya komitmen  yang kuat dari pemimpin daerah yang menyangkut hak rakyat untuk menghirup udara bersih. Rakyat juga harus selalu menuntut kepedulian Pemkot Bandung terhadap penanggulangan pencemaran udara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)