Doa Manusia, Semesta, dan Tuhan

3 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Sumber: Ayobandung.com)
Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Sumber: Ayobandung.com)

Doa adalah hal abstrak yang tak wujud, ia bisa dilihat dengan pancaindra pada makhluk yang memanjatkan doa itu. Setiap mahkluk hidup memiliki caranya sendiri dalam memanjatkan doa, bahkan sesekali berdoa tentang sesuatu hal yang menakjubkan. Hal ini terjadi berawal dari sebuah konteks, bahwa doa bukanlah imajinasi yang mesti dirangkai dengan kata-kata, ia bersifat kompleks, memohon pada ilahi yang maha agung.

Di dalam perspektif manusia, bahwa setiap ucapan adalah doa, dan karma terkadang menjadi sesuatu hal yang memabukkan. Inilah yang harus dicegah bahwa doa bukanlah alat untuk balas dendam tapi untuk berbelas kasih, berdasarkan hati nurani yang tulus dan ikhlas. Tentu setiap aspek kita selalu belajar mengucapkan kata “Bismillah..” yang mampu membuat setiap insan yakin dan memantaskan diri dalam melakukan sesuatu. Sabda adalah kata, dan doa adalah permohonan, serta media yang paling ampuh secara sungguh dan yakin. Doa terkadang menjadi hal yang mustahil karena tak nampak, doa itu akan telihat nampak apabila doanya itu terkabulkan.

Konteks dari doa sendiri adalah sebuah rencana, dan keyakinan yang secara tidak langsung menjadi sesuatu hal yang tak “mungkin”, menjadi “mungkin”. Hal mungkin menjadikan sebuah doa itu adalah kesyukuran atas sebuah karunia Tuhan yang mungkin bahwa ucapan adalah sebuah doa. Terkadangan renungan-renungan manusia dianggap sebagai doa dari sebuah tanda ucapan yang telah didengar oleh Tuhan dengan khusyuk.

Segala nikmat di dunia ini adalah sebuah ujian dari yang maha agung, ia adalah yang membuat skenario paling dahsyat yang mengutamakan manusia sebagai pemeran utama, dan meminta agar setiap manusia yang hidup agar selalu memberi sebuah penghormatan. Maka doa ini sebenarnya adalah sebuah pengelabuan manusia bahwa dirinya adalah sosok yang lemah, dan kepada Tuhanlah ia bepaling pada sosoknya yang lemah lembut karena doa adalah sebuah kejadian.

Chairil Anwar, penyair yang intens itu dalam sajaknya, “Doa”.

_Betapa susah sungguh_

_Mengingat kau penuh seluruh_

Mengingat Goenawan Muhammad dalam buku _“Catatan Pinggir_ ” mengkritisi tentang sajak doa yang di tulis Chairil Anwar dengan sudut pandang karya sastra yang hebat, “Tuhan adalah sebuah ekspresi yang ganjil: Tuhan tak pernah diingat karena ia tak berada di masa lalu. Ia selalu ada dalam kini, dan ia hadir bukan sebagai kenangan”. Tapi mungkin karena sajak itu menyatakan betapa sukarnya “mengingat” dan “mengingat” memang tak bisa mewujudkan kembali seutuhnya, apa pun, apalagi Tuhan.

Lebih dari sebuah sekadar peristiwa, sebuah kejadian membawa sesuatu yang tak diduga, tak direncanakan, bahkan lebih dari sesuatu yang tak dialami sebagai rutin. Tiap salat yang sempurna bukan ulangan salat sebelumnya. Tiap doa yang khusyuk bukan kalimat hafalan. Ia hanya sebuah metamorfosis: di sana, sesuatu menjadi. Dalam doa, aku dan engkau bersentuhan, bersua, dan bertaut. Tapi pada saat yang sama berjarak, aku tetap dalam keterpesonaanku dan engkau dalam keajaiban engkau. Kita memperlakukan Tuhan sebagai konsep yang abstrak, hanya menjadi sebuah formula saja. Seseorang yang merasa memiliki formula tentang Tuhan tak akan lagi terkesima, gentar, dan merunduk. Sering, tanpa disadarinya, ia anggap status formula itu setara dengan Al-Wujud sendiri.

Doa adalah sebuah perjalanan dialog yang terus diperbaharui, tentang sebuah rencana yang ingin terus-menerus dicapai. Sebagai jembatan dari “keyakinan” bahwa dari setiap doa yang dipanjatkan pasti akan terwujud dikemudian hari karena “keyakinan” adalah penyelesaian. Ini adalah sebuah intisari bahwa setiap doa berawal dari sebuah rencana, lalu meyakininya dengan sangat bijaksana. Keyakinan adalah derajat paling tinggi dari sebuah rencana hingga menjadi doa alam semesta, seperti halnya Thomas Alfa Edison “dalam keingannya membuat cahaya buatan yang sering kita sebut lampu sebagai penerang di malam hari, tentu konteks Tuhannya berbeda, tapi dalam sebuah perbedaan sekali pun bahwa ia mempercayai satu Tuhan, dan dari sebuah keyakinannya itu yang terus di uji menjadi sebuah impian dari atas doa yang ia panjatkan bisa terlihat sangat nampak.

Bersyukur adalah merasa lega, agak kaget, bahwa Tuhan menyapa tiap kali. Dalam lega dan kaget itulah doa sebuah kejadian yang misterius. Karena ia datang tanpa direncakan, meski pun sumbernya dari rencana, tapi kita memiliki aba, serta rasa bahwa kejadian itu bisa dirasakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)