HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

6 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang jatuh pada tanggal 26 Juni ini mengusung pesan kuat sebagai upaya kolektif dalam melindungi masa depan bangsa dari ancaman Narkotika. Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan tema  HANI 2026  adalah "Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045". 

Tema tahun ini difokuskan pada penguatan kualitas generasi muda sebagai pilar utama negara. Melalui tema tersebut, pemerintah ingin memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak serta remaja melalui upaya pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi yang berkesinambungan.

HANI 2026 mengandung masalah krusial bahwa pelaku kejahatan, utamanya terkait narkoba semakin banyak dilakukan oleh kalangan muda belia. Mereka masih duduk di bangku sekolah. Fenomena yang mencemaskan ini sulit diatasi hanya dengan cara persuasif seperti melakukan penyuluhan hukum di sekolah dan tempat umum.

Betapa miris melihat jumlah kasus narkotika yang terus meningkat. Sebagai contoh, sepanjang tahun 2025, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung  mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. Polisi mengamankan sejumlah tersangka dan berbagai jenis barang bukti bernilai tinggi, mulai dari sabu-sabu, obat keras terbatas, hingga tembakau sintetis. 

Terdapat kasus yang menonjol terkait peredaran narkoba di wilayah Bandung selama tahun 2025. Terbongkar penyelundupan sabu seberat satu kilogram oleh remaja. Ini merupakan kasus besar yang menyita perhatian publik. Polrestabes Bandung menangkap seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun berinisial RFR di daerah Tol Cileunyi. Dari tangannya, polisi menyita 1.018 gram sabu-sabu yang rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Bandung.  

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis. Kepolisian telah membongkar jaringan industri rumahan tembakau sintetis di wilayah Majalaya Kabupaten Bandung. Dua orang tersangka ditangkap dengan barang bukti mencapai 1.550 gram tembakau sintetis.  Modus operandi para pelaku semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi. Mereka memproduksi dan mengedarkan narkotika menggunakan akun palsu di platform media sosial. 

Kasus penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) di Bandung juga marak dengan kasus peredaran obat keras ilegal/terbatas yang menyasar kalangan usia muda. 

Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara yang berat hingga hukuman mati tergantung skala barang bukti. 

Berdasarkan data resmi BNN angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional pada periode 2023–2025 berada di angka 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta penduduk Indonesia. BNN di setiap kota perlu bekerja keras mengatasi pemakaian narkoba di kalangan pelajar. Strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba perlu terus dibenahi. Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, ketahanan diri anti narkoba dan ketahanan keluarga anti narkoba perlu diperluas.

Para pelajar perlu diberi pemahaman tentang bahaya dan dampak buruk Narkoba. Pada prinsipnya  ada tiga kategori pencegahan, yaitu pertama, pencegahan primer terhadap mereka yang tidak pernah mencoba narkoba. Pencegahan primer dilakukan melalui cara menegakkan norma larangan penggunaan dengan membangun harga diri yang positif, mengembangkan keterampilan mengatasi dan penolakan yang baik, dan memberikan informasi tentang bahaya narkoba.

Kedua, pencegahan sekunder terhadap mereka yang telah pada tahap awal penggunaan tetapi tidak rutin menggunakan obat-obatan. Strategi pencegahan sekunder mencoba menghentikan penggunaan narkoba dengan memberikan informasi, mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan dan penolakan, dan meningkatkan komunikasi keluarga; mungkin juga termasuk konseling individu yang dilakukan oleh guru konseling.

Ketiga, pencegahan tersier terhadap mereka yang secara teratur mulai menggunakan Narkoba tetapi belum menjadi pengguna biasa. Pencegahan tersier meliputi konseling, pendidikan obat, dan terapi keluarga. Ada garis sangat halus yang membedakan antara tingkat layanan pencegahan tersier dengan pengobatan kuratif.

Jika pendidik menemukan pengguna aktif, diharapkan menjadi mediator pelajar untuk menghubungi keluarga, dan tenaga profesional yang sudah terbiasa mengatasi penyalahgunaan narkoba.

Sekolah merupakan tempat penting bagi pelajar melakukan pencegahan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Pihak sekolah perlu bersinergi dengan BNN.

Masyarakat masih cemas membaca hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Narkotika Nasional. Survei itu menunjukkan sebanyak 2,3 juta pelajar dan mahasiswa di Indonesia pernah mengkonsumsi narkotika. Meskipun survei dilaksanakan pada 2018 namun disinyalir kondisi semakin meningkat hingga kini.

Survei itu bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Baik yang pernah pakai, maupun yang menggunakannya selama satu tahun terakhir.  Secara berurutan, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, dan Samarinda menjadi kota dengan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dan zat aditif paling besar untuk kalangan SMP.

Sedangkan untuk kalangan pelajar SMA, tertinggi secara berurutan di Surabaya, Jakarta, Samarinda, Yogyakarta, dan Palembang. Sedangkan untuk kalangan mahasiswa, secara berurutan Surabaya, Samarinda, Makassar, Bandung, dan Batam.

Usaha BNN untuk mengatasi darurat narkoba perlu dibantu sekuat tenaga oleh segenap bangsa. Darurat narkoba jangan hanya dibebankan kepada BNN. Saatnya perang total seluruh komponen bangsa demi memberantas segala modus kejahatan narkoba.

Kini seluruh wilayah RI, dari tingkat Provinsi hingga RT/RW sudah menjadi ajang bandar dan pengedar narkoba. Bisa dikatakan, tidak ada lagi wilayah yang bebas dari narkoba. Oleh sebab itu dalam kondisi bangsa yang tengah sibuk berdemokrasi, tidak boleh lengah sedikitpun terhadap serangan bandar-bandar narkoba.

Indonesia juga telah diserbu oleh narkotika alami. Dan juga narkotika hasil rekayasa atau disebut narkotika sintetik, baik jenis amphetamine type stimulant (ATS) atau new psychoactive substances (NPS). Bahkan ATS kini menjadi candu favorit di Indonesia. NPS telah ditemukan sebanyak 66 jenis.

Masuknya narkoba dengan jumlah besar menunjukkan jika pasar narkoba Indonesia sungguh sangat besar.  Pihak asing telah nyata-nyata dan memiliki taktik yang sangat licik untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar narkoba terbesar.

Sangat mengerikan melihat fakta adanya ceruk-ceruk pasar narkoba. Ceruk tersebut antara lain, terbentuknya kampung narkoba di beberapa tempat. Kampung-kampung itu menjadi lokalisasi pasar narkoba. Proses terjadinya kampung-kampung tersebut dibuat sangat sistemik ala mafia.

Masyarakat semakin miris menghadapi kejahatan narkoba, karena kebijakan hukum kasus narkoba masih lemah dan terasa kurang tegas. Para bandar narkoba yang dijatuhi hukuman mati masih berleha-leha di dalam penjara. Bagi mereka penjara bak istana yang bisa digunakan untuk mengatur transaksi  narkoba secara besar-besaran.

Totalitas mengatasi darurat narkoba perlu penguatan BNN di segala lini dan instansi lain yang terkait. Kinerja BNN perlu dipacu dengan jumlah anggaran yang cukup. 

Jumlah anggaran harus mampu menggerakkan seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Bahan Adiktif lainnya.

Banyaknya kasus narkoba yang muncul, tak sebanding dengan sarana penunjang yang dimiliki BNN untuk memberantas kasus-kasus tersebut. Jumlah anggota BNN dibanding dengan jumlah sindikat narkoba yang beredar masih kurang memadai. Idealnya jumlah SDM yang dimiliki oleh BNN sekitar 65 ribu personel.

Para penjahat narkoba itu hingga kini masih hidup nyaman di penjara. Bahkan mereka masih leluasa berbisnis narkoba dari penjara. Kelompok menengah-atas, khususnya di perkotaan, telah menjadi sasaran empuk bagi pasar narkoba karena mereka mempunyai kemampuan untuk membeli narkoba yang harganya tinggi. Selain kelompok menengah-atas para pekerja produktif juga telah menjadi sasaran utama. Dengan kondisi seperti ini produktivitas bangsa dalam lima tahun kedepan bisa menjadi hancur. Daya saing SDM bangsa akan terpuruk dan pada akhirnya mudah dijajah dalam berbagai bidang.

Angka pengguna narkoba di negeri ini sudah lebih dari 5 juta orang. Jumlah angka kematian akibat narkoba 40 hingga 50 orang setiap harinya. Genderang perang melawan narkoba harus terus ditabuh. Begitu juga usaha pencegahan kejahatan narkoba harus terus dilakukan. Khususnya melalui dunia pendidikan. Perlu penerapan Kurikulum Anti-Narkoba. Keberadaan Kurikulum Anti-Narkoba bagi siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA perlu segera digiatkan dan bekerjasama dengan BNN. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:41

Pemborosan Pangan dalam Lingkungan Rumah serta Dampaknya Terhadap Lingkungan

Mengurangi food waste menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Ilustrasi sampah makanan. (Sumber: Pexels | Foto: Sarah Chai)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:08

Pengaruh AI dalam Meningkatkan Efektivitas dan Akurasi di Dunia Akuntansi

Dalam dunia akuntansi Artificial Intelligence memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, meminimalisir kesalahan, mendeteksi adanya kecurangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

ilustrasi dunia akuntansi. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 17:09

Masa Depan Forensic Accounting: Optimalisasi Artificial Intelligence dan Data Analytics dalam Mengungkap Korupsi di Indonesia

Memahami bagaimana peran dari artificial intelligence dan data analysis dalam forensic accounting dalam mengungkap fraud dan korupsi di Indonesia.

Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 15:30

Penggunaan Artificial Intelligence dan Simulasi Studi Kasus dalam Mengatasi Masalah Mahasiswa Akuntansi

AI dan simulasi studi kasus membantu mahasiswa akuntansi memahami perubahan standar, membandingkan GAAP, IFRS, dan SAK, serta melatih kemampuan menghadapi permasalahan akuntansi secara lebih realistis

Ilustrasi penggunaan AI. Simulasi studi kasus dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif untuk berbagai kendala yang dialami oleh mahasiswa akuntansi.
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 14:37

KDM Minta Maaf Gara-gara 80.000 Warga Jabar Masih Gelap-gelapan

Kang Dedi Mulyadi menyoroti 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Jawa Barat secara merata.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, saat upacara hari kemerdekaan di Gedung Sate.  (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 13:48

Membaca Bahasa Kekuasaan di Balik Fenomena Pemasangan Pagar Mal Agustus 2026

Ketika mal-mal besar mendadak berpagar tinggi lalu semua pihak buru-buru membantah kaitannya dengan kerusuhan, yang tersingkap justru ketakutan itu sendiri.

Ilustrasi pagar di mal. (Sumber: Pexels | Foto: Thiago Calamita)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 10:49

Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas

Mari mengisi kemerdekaan dengan ilmu yang mencerahkan, pendidikan yang memanusiakan, teknologi yang beretika, agama yang menebarkan kedamaian, dan pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan.

Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Wisata & Kuliner 18 Agu 2026, 10:06

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi, Wisata Perkebunan dengan Panorama Gunung Salak

Hamparan kebun teh, kabut pagi, dan udara sejuk menjadi daya tarik utama Kebun Teh Jayanegara di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi.

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi. (Sumber: Instagram @smiling.wetjava)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 08:15

81 Tahun Merdeka, Untuk Siapa Kemerdekaan Bekerja?

Mungkin persoalannya bukan apakah Indonesia telah merdeka, melainkan ke mana kemerdekaan itu dibawa dan untuk siapa ia bekerja.

Pada sebuah acara peringatan Hari Kemerdekaan di Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 07:48

Makna Hari Kemerdekaan: Wujudkan Bandung Berdikari dengan Optimasi Aset

Mewujudkan Bandung berdikari, mesti mengembangkan lebih banyak lagi ragam profesi atau jenis pekerjaan masa kini.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Pemkot Bandung (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 21:22

Kedaulatan Komunikasi sebagai Wajah Baru Kemerdekaan

Di usia ke-81 RI, kemerdekaan bukan hanya soal wilayah, tetapi kedaulatan komunikasi: kemampuan berpikir jernih, memverifikasi kebenaran, dan berdialog sehat di tengah gempuran algoritma dan hoaks.

Apakah kemerdekaan hanya sebatas bebas dari kolonialisme fisik? (Sumber: Pexels/ahmad syahrir)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 19:20

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’ dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 2)

Menelusuri hubungan sejarah dan fotografi, dari foto sebagai rekaman masa lalu hingga teknologi visual mutakhir yang membuka cara baru dalam membaca sejarah.

Foto Cipanas Garut dengan view Gunung Guntur yang diambil Thilly Weissenborn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 16:20

El Bahar dan Sang Merah Putih Menjelang Hari Kemerdekaan

Koran yang usianya kini telah mencapai 57 tahun itu hadir hanya dua hari menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suratkabar El Bahar, salah satu surat kabar yang dikenal kritis dan cukup disegani pada masanya. (Koleksi: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 15:00

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’, dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 1)

Mengulas sejarah fotografi di Indonesia, perannya sebagai sumber sejarah visual, serta persoalan pelestarian arsip foto dalam merekam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Ilustrasi foto klasik. (Sumber: Pexels | Foto: tapoy)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 13:02

Refleksi Indonesia Merdeka

Dalam refleksi Indonesia merdeka adalah Indonesia harus terus belajar menjadi Indonesia yang adil, berdaulat, beradab dan manusiawi, itulah kemerdekaan sesungguhnya.

Acara pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 11:26

Bendera Berkibar Janji Ditebar

81 tahun kemerdekaan bukan semata-mata untuk kepentingan negara yang punya hajat. Tetapi masyarakat yang memiliki harapan untuk merdeka. Hidup di negeri ini dengan jutaan cita-cita.

Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 10:05

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Taman Bincarung: Trek Pendakian, Lokasi, dan Harga Tiket

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung, informasi trek pendakian, lokasi gunung, dan harga tiket yang perlu diketahui sebelum melakukan pendakian.

Peta Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 09:22

Ketimpangan Terselubung di Balik Pilihan Kos Mahasiswa

Ketimpangan dalam soal pilihan tempat kos mungkin tidak selalu kentara, tetapi dampaknya nyata dan berlapis.

Mahasiswa baru salah satu PTN mengikuti Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 21:58

Dari Kaki Gunung Wayang ke Ruang Sidang Doktoral: Saatnya Pendidikan Belajar Mengenali Keunikan

Jika setiap anak berbeda, mengapa sistem pendidikan kita masih begitu gemar menyeragamkan? Kisah Luthfi dari Kertasari membuka pertanyaan itu.

Luthfi Audia Pribadi dalam ujian promosi doktor di UPI, 13 Agustus 2026.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 18:15

Efektivitas Perusahaan Listrik sebagai Perusahaan Monopoli?

Ada berbagai bentuk pasar dalam perekonomian. Apakah perusahaan listrik sebagai perusahaan monopoli efektif?

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.