Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

6 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)
Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)

Hari Ulang tahun ke-499 Jakarta  pada 22 Juni 2026 diperingati dengan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan, mulai upacara di kawasan Monumen Nasional (Monas), rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, hingga peresmian sejumlah fasilitas publik.

Karangan bunga ucapan HUT ke-499 Jakarta berjajar di halaman Balai Kota. Di antara deretan karangan bunga bernuansa cerah, terdapat satu karangan bunga yang tampak unik karena didominasi warna hitam dan putih.

Karangan bunga yang unik dan penuh makna kesejatian dan sarat filosofi budaya tersebut berasal dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM). Karangan bunga itu menggunakan latar hitam di bagian atas dan putih di bagian bawah, dengan rangkaian bunga berwarna putih. Karangan yang unik itu sempat viral dan menjadi perhatian publik.

Makna sejatai warna karangan bunga KDM untuk Jakarta adalah mengabadikan persahabatan antara Jawa Barat dengan Jakarta yang notabene pernah disebut Sunda Kelapa. Secara harfiah, nama Sunda Kelapa (ejaan asli: Sunda Kalapa) berarti "Pelabuhan Kalapa milik Kerajaan Sunda". Nama ini merujuk pada wilayah pelabuhan kuno di muara Sungai Ciliwung yang menjadi cikal bakal Kota Jakarta saat ini.

Dalam budaya Sunda, Filosofi hitam dan putih bukan sekadar warna estetis, melainkan representasi dari elemen alam dan spiritualitas. Hitam melambangkan tanah (bumi/wadah jasmani), sedangkan putih melambangkan air (kesucian, kehidupan, dan pemurnian). Kedua warna ini mencerminkan keseimbangan alam dan kehidupan manusia.

Secara filosofis warna Hitam (Hideung) merupakan elemen tanah. Melambangkan bumi, tempat manusia berpijak, serta asal mula dan kembalinya jasmani manusia. Hitam identik dengan kekuatan dan keteguhan. Mencerminkan sifat dasar tanah yang kuat, kokoh, dan mampu memberikan kehidupan bagi berbagai makhluk hidup. Namun demikian hitam juga lambang kesederhanaan. Sehingga sering digunakan dalam pakaian adat tradisional, seperti baju pangsi dan iket, yang menonjolkan nilai kerendahan hati.

Filosofi warna putih (Bodas) identik dengan elemen Air. Merepresentasikan air sebagai sumber kehidupan yang mengalir, bersih, dan menyejukkan. Merupakan hakikat kesucian dan ketulusan.  Melambangkan kebersihan hati, pikiran yang jernih, serta niat yang tulus dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan ritual adat.

Kedua warna hitam dan putih ini sering disatukan dalam berbagai ritual sakral, seperti dalam upacara Upacara Seren Taun, yang dikenakan oleh para pemangku adat. Hal ini menjadi pengingat filosofis bahwa manusia harus selalu menjaga keseimbangan antara kesucian hati (putih) dan kesadaran diri akan asal usulnya (hitam).

Ilustrasi Hari Ulang tahun ke-499 Jakarta  pada 22 Juni 2026 (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi Hari Ulang tahun ke-499 Jakarta  pada 22 Juni 2026 (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Belajar Mengembangkan SDM dan Inovasi kepada Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.  Keniscayaan bagi  provinsi lain untuk mencontoh pengembangan SDM yang kreatif dan pelayananan publik yang inovatif.  Baik yang berupa aplikasi layanan masyarakat Jakarta Kini (JAKI) maupun layanan elektronik lainnya.

Sehingga indeks pembangunan manusia (IPM) di DKI Jakarta yang dari tahun ke tahun terus naik secara signifikan bisa dipertahankan. Adapun IPM DKI Jakarta memang masuk kategori sangat tinggi sejak 2018.

Kompleksitas kondisi sosial, kependudukan dan masalah teknis di Jakarta mampu diselesaikan oleh kepala daerahnya dengan gaya manajemen yang merakyat dan kebijakan yang inovatif. Kepala daerah terus meningkatkan kapasitas inovasi dalam berbagai bidang kehidupan warga ibu kota.

Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya kreatifnya. Ekonomi kreatif akan menjadi pilar kelangsungan hidup bangsa. Sejarah mengatakan bahwa negeri ini banyak melahirkan tokoh yang berjiwa ascensia recta, yakni semangat hebat dan kerja detail untuk menciptakan kemajuan atau karya yang unggul. Juga karya yang mengandung keagungan seni, infrastruktur publik dan bangunan arsitektur yang pantas dikenang.

Salah satu contohnya, adalah jiwa ascensia recta dari Bung Karno untuk DKI Jakarta berupa gedung, infrastruktur dan karya seni dan budaya. Jiwa ascensia recta Bung Karno untuk Jakarta telah dilanjutkan dengan baik oleh  Gubernur Jakarta.

Budaya inovasi warga kota Jakarta membaik karena daya kreativitas ditumbuhkan dengan berbagai infrastruktur dan insentif. Pada dasarnya kreativitas dapat berkembang di semua lini sejauh negeri ini menghargai dan mendorong warga kota untuk berkreasi.

Ilustrasi budaya inovasi di Jakarta (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi budaya inovasi di Jakarta (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Budaya inovasi dengan titik berat proses kreatif dan inovatif kini menjadi muatan kurikulum sekolah di DKI Jakarta. Perlu penyelarasan pola fikir kreatif warga kota dalam berbagai disiplin ilmu. Dimasa mendatang kekuatan ekonomi dunia dan kejayaan suatu bangsa sangat ditentukan oleh value warga kota, yakni talenta, imajinasi, dan kreativitas.

Masih hangat dalam ingatan publik tentang kesuksesan sosok-sosok yang pernah menjadi gubernur Jakarta pada eranya. Salah satu contohnya adalah Gubernur Anies Baswedan yang sukses membangkitkan kapasitas inovasi di Jakarta. Budaya inovasi menjadi kata kunci atasi persoalan dan daya saing. Keniscayaan, kepala daerah harus bersinergi dengan masyarakat, kalangan usaha dan lembaga riset untuk sukseskan program open innovation.

Solusi persoalan Jakarta tidak cukup dengan pembangunan infrastruktur. Yang lebih penting adalah melahirkan berbagai macam inovasi dari dan untuk masyarakat. Jakarta terkenal dengan kebijakan Citizen Innovation Laboratory atau laboratorium inovasi warga. Citizen Innovation Lab melibatkan masyarakat, pengusaha dan tenaga profesional saling bekerjasama ciptakan terobosan baru. Kolaborasinya juga harus bermacam, dari pendekatan digital entrepreneurship, layanan masyarakat, hingga pengembangan aneka produk.

Dengan teknologi digital pembangunan yang berbasis inovasi pun lebih cepat akselerasinya. DKI Jakarta cukup banyak membangun coworking space atau ruang kolaborasi yang menjadi wadah para penggerak inovasi Jakarta.      

Benih-benih kreativitas warga Jakarta terus ditumbuhkan disertai penguatan sistem inovasi. Sistem inovasi dunia telah ditandai dengan kencangnya laju open innovation atau inovasi terbuka. Antara lain menjadikan hasil-hasil riset yang dilakukan oleh berbagai pihak bisa dikolaborasi dan digunakan oleh masyarakat secara mudah.

Program penggerak inovasi Jakarta searah dengan pemikiran Profesor Henry Chesbrough seorang pakar dari UC Berkeley. Dia telah melakukan riset panjang tentang open innovation di lembaga-lembaga riset dan perusahaan besar di Amerika Serikat. Dari riset tersebut dihasilkan beberapa buku kategori best seller. Salah satu bukunya berjudul “Open Business Models; How to Thrive in the New Innovation Landscape” sangat berguna untuk penggerak inovasi dan suburkan budaya inovasi.

Laju open innovation yang semakin kencang dan  terus mengubah cara barang dan jasa diciptakan dalam perekonomian global menjadi peluang emas bagi para inovator dan pelaku start up atau usaha rintisan di Jakarta.

Ilustrasi pembangunan infrastruktur di Jakarta (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi pembangunan infrastruktur di Jakarta (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Pelaku startup di Jakarta meningkat pesat dan terus bertransformasi yang ditandai dengan empat prinsip yakni keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Dengan demikian pelaku inovasi dan usaha rintisan menjadi entitas bisnis baru  yang membuka pintunya bagi dunia, melakukan inovasi bersama dengan semua orang, berbagi sumber daya, dan memanfaatkan kekuatan kolaborasi massal.

Selama ini gerakan Inovasi jakarta membutuhkan dana yang cukup besar. Tentunya tidak cukup dari sumber APBD. Ke depan. perlu dibentuk innovation fund semacam dana abadi. Dana itu diharapkan berasal dari APBN/APBD, CSR perusahaan dan sumbangan dari pihak ketiga dari dalam maupun luar negeri. Dana tersebut sebaiknya dikelola oleh badan otonom.

Dimasa mendatang program gerakan inovasi Jakarta sebaiknya menekankan reinventing teknologi tepat guna. Definisi tepat guna perlu dirumuskan kembali sesuai dengan problematika kota besar. Apalagi pada saat ini dunia sedang terancam oleh guncangan ekonomi dan ketidakpastian. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)