Hari Ulang tahun ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026 diperingati dengan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan, mulai upacara di kawasan Monumen Nasional (Monas), rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, hingga peresmian sejumlah fasilitas publik.
Karangan bunga ucapan HUT ke-499 Jakarta berjajar di halaman Balai Kota. Di antara deretan karangan bunga bernuansa cerah, terdapat satu karangan bunga yang tampak unik karena didominasi warna hitam dan putih.
Karangan bunga yang unik dan penuh makna kesejatian dan sarat filosofi budaya tersebut berasal dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM). Karangan bunga itu menggunakan latar hitam di bagian atas dan putih di bagian bawah, dengan rangkaian bunga berwarna putih. Karangan yang unik itu sempat viral dan menjadi perhatian publik.
Makna sejatai warna karangan bunga KDM untuk Jakarta adalah mengabadikan persahabatan antara Jawa Barat dengan Jakarta yang notabene pernah disebut Sunda Kelapa. Secara harfiah, nama Sunda Kelapa (ejaan asli: Sunda Kalapa) berarti "Pelabuhan Kalapa milik Kerajaan Sunda". Nama ini merujuk pada wilayah pelabuhan kuno di muara Sungai Ciliwung yang menjadi cikal bakal Kota Jakarta saat ini.
Dalam budaya Sunda, Filosofi hitam dan putih bukan sekadar warna estetis, melainkan representasi dari elemen alam dan spiritualitas. Hitam melambangkan tanah (bumi/wadah jasmani), sedangkan putih melambangkan air (kesucian, kehidupan, dan pemurnian). Kedua warna ini mencerminkan keseimbangan alam dan kehidupan manusia.
Secara filosofis warna Hitam (Hideung) merupakan elemen tanah. Melambangkan bumi, tempat manusia berpijak, serta asal mula dan kembalinya jasmani manusia. Hitam identik dengan kekuatan dan keteguhan. Mencerminkan sifat dasar tanah yang kuat, kokoh, dan mampu memberikan kehidupan bagi berbagai makhluk hidup. Namun demikian hitam juga lambang kesederhanaan. Sehingga sering digunakan dalam pakaian adat tradisional, seperti baju pangsi dan iket, yang menonjolkan nilai kerendahan hati.
Filosofi warna putih (Bodas) identik dengan elemen Air. Merepresentasikan air sebagai sumber kehidupan yang mengalir, bersih, dan menyejukkan. Merupakan hakikat kesucian dan ketulusan. Melambangkan kebersihan hati, pikiran yang jernih, serta niat yang tulus dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan ritual adat.
Kedua warna hitam dan putih ini sering disatukan dalam berbagai ritual sakral, seperti dalam upacara Upacara Seren Taun, yang dikenakan oleh para pemangku adat. Hal ini menjadi pengingat filosofis bahwa manusia harus selalu menjaga keseimbangan antara kesucian hati (putih) dan kesadaran diri akan asal usulnya (hitam).

Belajar Mengembangkan SDM dan Inovasi kepada Jakarta
Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM. Keniscayaan bagi provinsi lain untuk mencontoh pengembangan SDM yang kreatif dan pelayananan publik yang inovatif. Baik yang berupa aplikasi layanan masyarakat Jakarta Kini (JAKI) maupun layanan elektronik lainnya.
Sehingga indeks pembangunan manusia (IPM) di DKI Jakarta yang dari tahun ke tahun terus naik secara signifikan bisa dipertahankan. Adapun IPM DKI Jakarta memang masuk kategori sangat tinggi sejak 2018.
Kompleksitas kondisi sosial, kependudukan dan masalah teknis di Jakarta mampu diselesaikan oleh kepala daerahnya dengan gaya manajemen yang merakyat dan kebijakan yang inovatif. Kepala daerah terus meningkatkan kapasitas inovasi dalam berbagai bidang kehidupan warga ibu kota.
Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya kreatifnya. Ekonomi kreatif akan menjadi pilar kelangsungan hidup bangsa. Sejarah mengatakan bahwa negeri ini banyak melahirkan tokoh yang berjiwa ascensia recta, yakni semangat hebat dan kerja detail untuk menciptakan kemajuan atau karya yang unggul. Juga karya yang mengandung keagungan seni, infrastruktur publik dan bangunan arsitektur yang pantas dikenang.
Salah satu contohnya, adalah jiwa ascensia recta dari Bung Karno untuk DKI Jakarta berupa gedung, infrastruktur dan karya seni dan budaya. Jiwa ascensia recta Bung Karno untuk Jakarta telah dilanjutkan dengan baik oleh Gubernur Jakarta.
Budaya inovasi warga kota Jakarta membaik karena daya kreativitas ditumbuhkan dengan berbagai infrastruktur dan insentif. Pada dasarnya kreativitas dapat berkembang di semua lini sejauh negeri ini menghargai dan mendorong warga kota untuk berkreasi.

Budaya inovasi dengan titik berat proses kreatif dan inovatif kini menjadi muatan kurikulum sekolah di DKI Jakarta. Perlu penyelarasan pola fikir kreatif warga kota dalam berbagai disiplin ilmu. Dimasa mendatang kekuatan ekonomi dunia dan kejayaan suatu bangsa sangat ditentukan oleh value warga kota, yakni talenta, imajinasi, dan kreativitas.
Masih hangat dalam ingatan publik tentang kesuksesan sosok-sosok yang pernah menjadi gubernur Jakarta pada eranya. Salah satu contohnya adalah Gubernur Anies Baswedan yang sukses membangkitkan kapasitas inovasi di Jakarta. Budaya inovasi menjadi kata kunci atasi persoalan dan daya saing. Keniscayaan, kepala daerah harus bersinergi dengan masyarakat, kalangan usaha dan lembaga riset untuk sukseskan program open innovation.
Solusi persoalan Jakarta tidak cukup dengan pembangunan infrastruktur. Yang lebih penting adalah melahirkan berbagai macam inovasi dari dan untuk masyarakat. Jakarta terkenal dengan kebijakan Citizen Innovation Laboratory atau laboratorium inovasi warga. Citizen Innovation Lab melibatkan masyarakat, pengusaha dan tenaga profesional saling bekerjasama ciptakan terobosan baru. Kolaborasinya juga harus bermacam, dari pendekatan digital entrepreneurship, layanan masyarakat, hingga pengembangan aneka produk.
Dengan teknologi digital pembangunan yang berbasis inovasi pun lebih cepat akselerasinya. DKI Jakarta cukup banyak membangun coworking space atau ruang kolaborasi yang menjadi wadah para penggerak inovasi Jakarta.
Benih-benih kreativitas warga Jakarta terus ditumbuhkan disertai penguatan sistem inovasi. Sistem inovasi dunia telah ditandai dengan kencangnya laju open innovation atau inovasi terbuka. Antara lain menjadikan hasil-hasil riset yang dilakukan oleh berbagai pihak bisa dikolaborasi dan digunakan oleh masyarakat secara mudah.
Program penggerak inovasi Jakarta searah dengan pemikiran Profesor Henry Chesbrough seorang pakar dari UC Berkeley. Dia telah melakukan riset panjang tentang open innovation di lembaga-lembaga riset dan perusahaan besar di Amerika Serikat. Dari riset tersebut dihasilkan beberapa buku kategori best seller. Salah satu bukunya berjudul “Open Business Models; How to Thrive in the New Innovation Landscape” sangat berguna untuk penggerak inovasi dan suburkan budaya inovasi.
Laju open innovation yang semakin kencang dan terus mengubah cara barang dan jasa diciptakan dalam perekonomian global menjadi peluang emas bagi para inovator dan pelaku start up atau usaha rintisan di Jakarta.

Pelaku startup di Jakarta meningkat pesat dan terus bertransformasi yang ditandai dengan empat prinsip yakni keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Dengan demikian pelaku inovasi dan usaha rintisan menjadi entitas bisnis baru yang membuka pintunya bagi dunia, melakukan inovasi bersama dengan semua orang, berbagi sumber daya, dan memanfaatkan kekuatan kolaborasi massal.
Selama ini gerakan Inovasi jakarta membutuhkan dana yang cukup besar. Tentunya tidak cukup dari sumber APBD. Ke depan. perlu dibentuk innovation fund semacam dana abadi. Dana itu diharapkan berasal dari APBN/APBD, CSR perusahaan dan sumbangan dari pihak ketiga dari dalam maupun luar negeri. Dana tersebut sebaiknya dikelola oleh badan otonom.
Dimasa mendatang program gerakan inovasi Jakarta sebaiknya menekankan reinventing teknologi tepat guna. Definisi tepat guna perlu dirumuskan kembali sesuai dengan problematika kota besar. Apalagi pada saat ini dunia sedang terancam oleh guncangan ekonomi dan ketidakpastian. (*)