Komunikasi Krisis Ekonomi Global

4 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Krisis global tidak hanya terjadi di tahun 2025. (Sumber: Pexels/Markus Winkler)
Krisis global tidak hanya terjadi di tahun 2025. (Sumber: Pexels/Markus Winkler)

Dunia sedang tidak baik-baik saja, berbagai krisis bermunculan. Negara-negara maju dan negara berkembang sedang berjuang keras lepas dari krisis. Di antara krisis yang menjadi perhatian ialah krisis ekonomi. 

Gelombang PHK di berbagai kota dan negara terus menerus, karena perusahaan-perusahaan tidak lagi bisa beroperasi, jumlah pengangguran pun semakin meningkat. Kondisi ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kejahatan dan berbagai kriminalitas di berbagai daerah, perkotaan maupun pedesaan. 

Krisis global tidak hanya terjadi di tahun 2025, beberapa puluh tahun yang lalu, dunia pernah mengalami krisis, terutama krisis ekonomi yang disebabkan oleh berbagai faktor. 

Tahun 1929-1939 krisis yang dikenal dengan depresi besar, yang terjadi setelah pasar saham di AS jatuh kemudian pengangguran meningkat tajam, dan kemiskinan global. Pada tahun 1973 dan 1979 juga terjadi krisis minyak global, karena adanya embargo minyak oleh OPEC sebagai upaya dukungan Barat kepada Israel dan revolusi Iran, sehingga pasokan minyak dunia terganggu. 

Di daerah Asia juga telah terjadi krisis keuangan, tepatnya tahun 1997 sampai 1998. Di Indonesia, pada saat krisis ini, Presiden Soeharto mengalami lengser dari jabatannya. 

Krisis keuangan pun terjadi lagi tahun 2008-2009 yang disebut dengan krisis keuangan global. Dan krisis yang paling dekat terjadi ialah Pandemi COVID-19 tahun 2019 sampai 2021. 

Selain kematian terjadi di berbagai negara, terjadi juga resesi global, rantai pasok makanan terganggu, PHK di berbagai perusahaan. Covid 19 ini dampaknya masih terasa sampai tahun 2023, buktinya terjadi  krisis energi dan inflasi global.

Krisis yang terjadi sekarang dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya ialah faktor peperangan yang terjadi di beberapa negara. Seperti faktor serbuan Rusia ke Ukraina sejak tahun 2022 sampai sekarang masih berlangsung. Kemudian , Israel vs Palestina, Israel vs Iran yang menyebabkan kenaikan harga energi, minyak dan pangan naik, dan inflasi di berbagai negara, tidak terkecuali dengan Indonesia.

Ilustrasi krisis global. (Sumber: Pexels/Ahmed akacha)
Ilustrasi krisis global. (Sumber: Pexels/Ahmed akacha)

Tindakan yang harus segera dilakukan yaitu melakukan komunikasi krisis dengan memberikan informasi yang akurat, jujur, masif, dan intensif kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait, dengan narasi yang terstruktur, terukur, dan mudah dipahami semua kalangan dengan harapan upaya ini bisa mengurangi kepanikan masyarakat, informasi-informasi bias bercampur hoaks, yang dicoba dilakukan oleh orang-orang yang mencoba memanfaatkan situasi dan keadaan, dan berbagai spekulasi liar yang merugikan masyarakat. 

Beberapa sudah dilakukan komunikasi krisis, namun perlu upaya yang lebih konsisten lagi. Pernah terjadi kesalahan komunikasi krisis pada tahun 2008, ketika menghadapi krisis keuangan. Menurut Ulmer et al. (2018), pada waktu krisis keuangan kurangnya komunikasi yang baik dari pihak bank dan pemerintah, sehingga memperburuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Untuk krisis ekonomi sekarang, jangan lagi kecolongan. Bisa belajar pada kejadian covid 19, bagaimana komunikasi krisis dilakukan yang dinilai cukup efektif. Masyarakat dari berbagai lapisan dan berbagai daerah mengetahui apa itu covid 19, bagaimana cara pencegahan dan penanganannya. Tiga hal itulah yang perlu dikomunikasikan ke publik, apa itu krisis ekonomi global, bagaimana cara menghadapi dan mencegahnya agar tetap stabil perekonomian keluarga, masyarakat dan negara. 

Sampaikan informasi tentang perkembangan krisis ekonomi global. Krisis yang dialami bangsa Indonesia, juga dialami oleh bangsa-bangsa di dunia, tidak hanya negara berkembang juga negara-negara maju dan mapan terdampak dari krisis ekonomi global. Sebarluaskan juga berbagai kebijakan dan langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah dalam penanganan krisis ekonomi, sebagai dampak dari krisis ekonomi global. Seperti subsidi tepat guna, bantuan-bantuan sosial, dan informasikan pula keberhasilan negara dalam menangani berbagai kasus yang berpotensi merugikan negara.

Dalam menyebarkan pesan-pesannya ketika melakukan komunikasi krisis, bisa dengan menggunakan media massa dan media sosial sebagai saluran utama dan saluran pendukung. Media massa dan media sosial memiliki peran dalam membentuk persepsi dan mind set masyarakat terhadap krisis ekonomi sehingga masyarakat tidak resah, stress, dan mengetahui apa saja yang harus dilakukan. 

Selain itu, bisa juga melibatkan peran aktor ekonomi dari pemerintah, pakar-pakar, perusahaan-perusahaan, dan lembaga keuangan lainnya, yang mengajarkan kepada publik langkah bijak yang bisa diambil sehingga tetap bisa survive di tengah badai krisis ekonomi (Wahl-Jorgensen, 2020).

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Dalam melakukan penyelesaian krises ekonomi, perusahaan juga perlu diajak dan diminta -perusahaan untuk ikut serta melakukan komunikasi krisis yang bertujuan untuk menjelaskan kondisi industri, kondisi keuangan perusahaan, rencana pemulihan yang akan dilakukan perusahaan, dan menjaga tetap hubungan baik dengan investor dan karyawan untuk saling membantu. 

Sebagaimana yang dikatakan Cornelissen (2020) bahwa kemampuan perusahaan dalam memberikan informasi dengan transparan dan cepat, akan berpengaruh terhadap kepercayaan karyawan, membangun rasa percaya diri yang bisa bangkit dari krisis ekonomi, dan mempengaruhi nilai saham dan reputasi perusahaan. Semoga saja krisis ekonomi ini segera berakhir. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)