Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio dan Uya Kuya Tumbang di Tangan Rakyat

3 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Anggota DPR RI dari Komisi IX, Nafa Urbach, saat mengunjungi konstituennya di Wonosobo, Jawa Tengah. (Sumber: IG/nafaurbach)
Anggota DPR RI dari Komisi IX, Nafa Urbach, saat mengunjungi konstituennya di Wonosobo, Jawa Tengah. (Sumber: IG/nafaurbach)

AYOBANDUNG.ID - Gelombang sakit hati rakyat akhirnya menumbangkan empat nama anggoat DPR yang semula bercokol di Senayan. Ahmad Sahroni dengan ucapannya yang kasar, Nafa Urbach dengan dukungannya terhadap tunjangan fantastis, serta Eko Patrio dan Uya Kuya dengan aksi joget di ruang sidang, sama-sama menuai hujatan. Sikap dan pernyataan mereka dianggap nirempati dan melukai hati rakyat yang tengah berjibaku menghadapi kesulitan hidup.

Puncak kemarahan pun meledak, bukan cuma makian di jagat maya, tetapi juga di jalanan.

Rumah mereka satu per satu digeruduk massa, hingga akhirnya dua partai besar, NasDem dan PAN, mencopot keempatnya dari kursi DPR. Bagi rakyat, momen ini bukan sekadar sanksi politik, melainkan semacam kelegaan—sebuah hati rakyat yang dilukai bisa menjatuhkan wakilnya sendiri.

Ucapan Sahroni

Pemicunya bermula pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ahmad Sahroni, politisi flamboyan Partai NasDem, melontarkan pernyataan yang dianggap menghina publik. Dalam sebuah kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, ia menyebut, “Orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia.”

Ucapan itu dengan cepat menyebar di media sosial. Publik menilai Sahroni tidak hanya arogan, tetapi juga mengabaikan rasa frustasi rakyat terhadap lembaga legislatif. Tak butuh waktu lama, video tersebut menjadi viral, dan Sahroni pun dihujat habis-habisan.

Nafa Urbach dan Tunjangan Rp 50 Juta

Tak lama berselang, giliran Nafa Urbach yang terseret badai. Artis yang kini berstatus anggota DPR dari NasDem itu menyatakan dukungan terhadap tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan bagi anggota dewan. Dalam sebuah siaran langsung media sosial pada 21 Agustus 2025, ia menyebut tunjangan tersebut penting agar anggota DPR dari luar daerah bisa mendapat tempat tinggal layak di Jakarta.

Pernyataan itu memicu kemarahan publik. Di tengah harga kebutuhan pokok yang melambung dan pengangguran yang meningkat, argumen Nafa dianggap buta realitas. Netizen menudingnya tak punya empati terhadap kesulitan masyarakat.

Joget di Gedung Parlemen

Sementara itu, dua figur dari PAN, yakni Eko Patrio dan Uya Kuya, menjadi sorotan karena tingkah laku mereka di ruang sidang. Pada 15 Agustus 2025, usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato RAPBN 2026, keduanya terekam berjoget riang di kursi legislatif.

Momen itu viral di media sosial, dipandang sebagai simbol betapa wakil rakyat jauh dari penderitaan rakyat yang mereka wakili. Saat rakyat kesulitan, anggota DPR justru bergembira ria di ruang sidang yang seharusnya sakral.

Amarah Massa Menyasar Rumah

Kemarahan publik kemudian keluar dari ruang digital. Pada 30–31 Agustus 2025, rumah keempat anggota DPR itu menjadi sasaran amuk massa.

Rumah Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025 siang. Mobil-mobil mewah yang terparkir jadi bulan-bulanan. Barang-barang pribadi ikut dijarah. Malamnya, giliran rumah Eko Patrio di Setiabudi porak-poranda. Warga membawa keluar perabot, elektronik, hingga tas bermerek.

Tak berhenti di situ, massa juga mendatangi rumah Uya Kuya. Pagar didobrak, isi rumah diacak-acak, ruang keluarga dihancurkan. Keesokan harinya, rumah Nafa Urbach di Tangerang Selatan mengalami nasib serupa. Dalam dua hari, simbol kemewahan para wakil rakyat runtuh di hadapan kemarahan kolektif rakyat.

Partai Bertindak

Menanggapi situasi yang kian panas, partai politik pun mengambil langkah.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengeluarkan siaran pers pada 31 Agustus 2025. Dalam pernyataan resmi itu, NasDem menegaskan aspirasi rakyat adalah prioritas utama. Namun karena ucapan dan sikap anggota DPR yang mencederai perasaan rakyat, partai memutuskan menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach mulai 1 September 2025.

Surat keputusan NasDem yang menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.
Surat keputusan NasDem yang menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.

Langkah serupa diambil PAN. Melalui siaran pers yang ditandatangani Zulkifli Hasan dan Viva Yoga Mauladi, PAN menyatakan mencopot Eko Hendro Purnomo dan Surya Utama dari kursi DPR. Partai berlambang matahari itu menegaskan komitmennya menjaga integritas, serta meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada pemerintah.

Surat keputusan PAN yang menonaktifkan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya).
Surat keputusan PAN yang menonaktifkan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya).

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para wakil rakyat. Jangan sekali-kali meremehkan suara publik, sebab ketika kepercayaan rakyat dikhianati, konsekuensinya bisa langsung menjatuhkan mereka dari kursi kekuasaan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)