El Nino Cengkeram Jawa Barat: Ratusan Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Ekstrem, Air Baku Susut 20 Persen

8 menit baca
Restu Nugraha Sauqi Rachmadi Rasyad
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi , Rachmadi Rasyad diterbitkan
Warga di Kampung Cibeber Hilir, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar mulai merasakan kekurangan air bersih dampak dari kemarau panjang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Sauqi)
Warga di Kampung Cibeber Hilir, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar mulai merasakan kekurangan air bersih dampak dari kemarau panjang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Sauqi)

AYOBANDUNG.ID - Kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino kini benar-benar mencekik Jawa Barat. Lebih dari 200 ribu jiwa di 15 kabupaten/kota kekurangan air bersih, sementara di Kabupaten Bandung, sumber air baku dari sungai-sungai utama sudah menyusut hingga seperlima dari kapasitas normal—memaksa ribuan pelanggan PDAM hidup dari pasokan tangki darurat.

Jawa Barat: 15 Daerah, 205.567 Jiwa Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat dampak kekeringan meluas di sejumlah wilayah pada musim kemarau tahun ini. Sebanyak 15 kabupaten dan kota terdampak hingga Selasa, 28 Juli 2026.

Berdasarkan data BPBD Jabar, 89 kecamatan dan 194 desa/kelurahan dilanda kekeringan. Sebanyak 61.504 kepala keluarga (KK) atau 205.567 jiwa terdampak, sementara distribusi air bersih yang telah disalurkan mencapai 4.013.500 liter.

Pranata Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, tren dampak kekeringan paling besar terjadi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Kalau lihat dari trennya, yang paling banyak terdampak itu di wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Tasik," kata Hadi saat dikonfirmasi.

Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 31.160 KK atau 107.109 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan dan 84 desa/kelurahan. Daerah ini juga telah menerima distribusi air bersih sebanyak 847.500 liter.

Sementara itu, Kabupaten Bekasi mencatat 9.078 KK atau 26.995 jiwa terdampak di 9 kecamatan dan 18 desa/kelurahan, dengan distribusi air bersih mencapai 2.232.000 liter, menjadi yang terbesar di Jawa Barat.

Adapun Kabupaten Tasikmalaya memiliki 5.054 KK atau 24.517 jiwa terdampak yang tersebar di 12 kecamatan dan 18 desa/kelurahan. Distribusi air bersih di wilayah tersebut telah mencapai 219.000 liter.

Selain tiga daerah tersebut, wilayah lain yang juga terdampak meliputi Kabupaten Karawang, Purwakarta, Pangandaran, Sukabumi, Bandung Barat, Indramayu, Garut, Cianjur, Ciamis, serta Kota Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Bogor.

Hadi mengatakan sejumlah daerah tersebut memiliki riwayat mengalami kekeringan. Kendati begitu, kondisi tahun ini dinilai lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya akibat fenomena El Nino yang membuat musim kemarau lebih kering.

"Kalau misalnya tahun kemarin enggak se-ekstrem tahun ini, karena memang tahun ini ada El Nino yang membuat kemarau tahun ini lebih kering. Sehingga memang dampaknya kekeringan ini ke wilayah-wilayah yang punya potensi kekeringan," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan tahun 2023 yang juga dipengaruhi fenomena El Nino. Selain faktor cuaca, pertumbuhan jumlah penduduk turut meningkatkan kebutuhan air bersih sehingga berpotensi memperluas dampak kekeringan.

"Pertumbuhan jumlah penduduk itu juga berpengaruh pada kebutuhan air. Kebutuhan air meningkat, sementara ketersediaannya mungkin terbatas sehingga dampaknya juga bisa jadi meluas," ucapnya.

BPBD Jawa Barat juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Hadi mengatakan, saat ini BPBD telah memasuki tahap penanganan sehingga koordinasi terus dilakukan dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumda Air Minum (PDAM), PMI, hingga dinas pemadam kebakaran.

"Kebakaran pun sama. Penyediaan air ini kan sebenarnya BPBD enggak punya resource-nya. Resource utamanya ada di instansi lain seperti PDAM atau Dinas Pekerjaan Umum yang memang memiliki sumber daya," katanya.

Setiap laporan kekeringan maupun kebakaran hutan, lanjutnya, akan segera direspons melalui identifikasi lapangan, pemetaan potensi dampak, serta penanganan cepat.

"Setiap laporan dari masyarakat tentu akan dilakukan identifikasi, direspons, dipetakan potensi dampaknya, dan dilakukan respons cepat untuk penanganan," pungkasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan segera melapor jika mengalami kesulitan air bersih.

“Imbauan kami adalah bijak memanfaatkan air. Kemudian kalau memang terjadi kekeringan, segera lapor ke aparatur kewilayahan agar bisa direspons oleh pemerintah daerah untuk didistribusikan air bersih,” kata Hadi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran ilalang ataupun sampah di lahan kering karena berpotensi memicu kebakaran.

“Kami juga mengimbau masyarakat menghindari pembakaran ilalang di lahan-lahan kering maupun pembakaran sampah di rumah masing-masing karena sangat berbahaya di kondisi kekeringan saat ini,” ujarnya.

Kabupaten Bandung Barat: 71.000 Liter Air Tersalur, Status Siaga Darurat Ditetapkan

Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), krisis air bersih mulai dirasakan sejumlah warga seiring berlangsungnya musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat sebanyak 71.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak sepanjang 10-26 Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD KBB, Duddy Prabowo, mengatakan bantuan air tersebut diberikan berdasarkan laporan dan permohonan dari sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Untuk distribusi air bersih sejauh ini yang sudah disalurkan sudah 71.000 liter untuk warga terdampak kemarau dari 10 sampai 26 Juli 2026," kata Duddy saat dikonfirmasi.

Bantuan tersebut menyasar 1.395 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.200 jiwa yang berada di empat kecamatan dan tujuh desa. Rinciannya, wilayah Kecamatan Ngamprah meliputi Desa Tanimulya dan Cilame. Kemudian Kecamatan Batujajar mencakup Desa Giriasih dan Selacau. Sementara itu, di Kecamatan Cikalongwetan bantuan diberikan kepada warga Desa Cipada. Adapun Kecamatan Cipatat meliputi Desa Gunungmasigit dan Citatah. Penyaluran dilakukan menggunakan armada tangki air berkapasitas 5.000 liter yang dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Yang sudah melaporkan terdampak dan mengajukan permohonan air bersih itu ada empat kecamatan dan tujuh desa. Totalnya ada sasaran 1.395 KK, sekitar 5.200 jiwa," ujar Duddy.

Penyaluran air bersih di Kabupaten Bandung Barat pada 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Sauqi)
Penyaluran air bersih di Kabupaten Bandung Barat pada 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Sauqi)

Menghadapi potensi kekeringan yang semakin meluas, Pemkab Bandung Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau, termasuk kemungkinan meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.

"Mulai 1 Juli hingga akhir September 2026 pemerintah daerah menetapkan siaga kekeringan," ucapnya.

BPBD KBB telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai memiliki risiko kekeringan berdasarkan catatan kejadian pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, kekeringan tercatat melanda delapan kecamatan, yakni Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan, Rongga, dan Gununghalu. Sedangkan pada 2024, wilayah yang terdampak meliputi Batujajar, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipeundeuy.

"Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian kami karena berdasarkan pengalaman sebelumnya berpotensi kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau berlangsung," kata Duddy.

Untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi, BPBD KBB telah menyiapkan personel dan armada yang dapat digerakkan kapan saja ketika menerima laporan dari wilayah terdampak. Sebanyak 20 personel disiagakan selama masa status darurat. Selain itu, BPBD menyiapkan tiga unit mobil tangki air untuk mendukung distribusi air bersih ke desa maupun kecamatan yang mengajukan bantuan.

"Dalam konteks kesiapsiagaan tentu personel dan juga peralatan sudah kami siapkan. Ada 20 personel yang disiagakan dan tiga mobil tangki yang siap dimobilisasi," tuturnya.

Duddy menambahkan, pemantauan kondisi cuaca serta ketersediaan sumber air akan terus dilakukan selama musim kemarau agar bantuan dapat segera dikirim apabila suatu wilayah mulai mengalami kekurangan air. BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

"Imbauan kepada masyarakat di musim kemarau jangan membakar sampah atau lahan kering karena api mudah merambat dan harus menghemat air, gunakan air sesuai kebutuhan," pungkasnya.

Kabupaten Bandung: Air Baku Susut 10-20 Persen, 24 Ribu Pelanggan PDAM Terdampak

Sepekan sebelumnya, dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang sudah mulai mengancam ketersediaan air bersih di wilayah Kabupaten Bandung. Perumda Air Minum Tirta Raharja melaporkan bahwa kapasitas air baku yang bersumber dari sejumlah sungai saat ini sudah mengalami penurunan signifikan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Teddy, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung relatif panjang, yakni mulai Juli hingga November 2026. Dampak dari kondisi tersebut kini sudah mulai dirasakan oleh sebagian pelanggan.

"Indikasinya, kondisi kemarau panjang ini berdampak terhadap penurunan air baku kita. Air baku kita saat ini juga sudah terjadi penurunan antara 10 sampai 20 persen," ujar Teddy saat ditemui di Soreang pada Selasa (21/7).

Teddy menjelaskan bahwa total pelanggan PDAM Tirta Raharja di Kabupaten Bandung saat ini mencapai sekitar 95.000 sambungan rumah. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 hingga 25 persen atau setara 24.000 pelanggan sudah mulai merasakan dampak dari penurunan debit air ini. Adapun wilayah yang mulai terdampak sebarannya cukup luas, meliputi Ciwidey, Soreang, Pangalengan, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot, hingga ke wilayah timur seperti Solokanjeruk, Rancaekek, dan Cicalengka.

Kendati demikian, Teddy memastikan situasi saat ini masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan melalui manajemen jaringan perpipaan.

"Kurang lebih 24 ribuan pelanggan yang terdampak di situ. Tetapi karena sekarang masih dalam kondisi penurunannya yang relatif masih kita bisa kendalikan, sehingga aktivitas yang kita lakukan adalah bagaimana mekanisme manajemen pengelolaan di jaringan perpipaan, baik itu untuk manajemen penanganannya maupun pengaturan pembagian airnya," jelas dia.

Lebih lanjut Teddy mengungkapkan, total debit air baku dalam keadaan normal berkisar antara 1.100 hingga 1.200 liter per detik untuk melayani seluruh pelanggan. Pasokan air tersebut mengandalkan beberapa sumber utama, seperti Sungai Ciwidey, Sungai Cisangkuy, dan Sungai Cisondari.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Perumda Tirta Raharja memanfaatkan cadangan air baku, di antaranya sumur dalam di Rancaekek serta saluran terbuka di Cangkuang. Cadangan ini dipersiapkan demi menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih di tengah musim kering.

Untuk wilayah yang berada di elevasi atau titik tinggi yang rawan kesulitan air, PDAM Tirta Raharja telah menyiapkan langkah darurat. Selain melakukan pengaturan distribusi air secara bergiliran, pihak perusahaan juga mulai menyuplai air bersih melalui armada tangki serta menyediakan toren-toren umum di pemukiman warga yang paling membutuhkan.

"Penempatan toren bakal atas hasil koordinasi dengan aparatur kewilayahan setempat. Bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, kami pun siap menambah jumlah unit mobil tangki. Intensitas pemasokan air bersih dengan mobil tangki makin tinggi," pungkas Teddy.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 29 Jul 2026, 16:07

Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

Ketua Umum AMSI mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 16:07

Masih Ada Waktu! 6 Ide Tema untuk Ayo Netizen di Sisa Juli 2026

Berikut beberapa momentum aktual yang bisa diangkat sepanjang 29–31 Juli 2026 ini.

Website ayobandung.id pada layar smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 15:26

SNT dan Jalan Panjang Pemerataan Pendidikan

Keberhasilan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau fasilitas yang tersedia.

Siswa SMP. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 14:20

PANGSI Sebagai Ruang Kreativitas

Sebuah potensi jika tidak terus menerus di pupuk, ia akan menjadi ruang hampa.

 (Foto: Tim Media OSIS)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 13:23

Tamasya Pondok Halimun Sukabumi: Harga Tiket, Camping, Rute, dan Daya Tariknya

Meta: Panduan lengkap wisata Pondok Halimun Sukabumi mulai dari harga tiket terbaru, camping, river tubing, kebun teh, rute menuju lokasi, hingga kondisi akses jalan.

Pondok Halimun Sukabumi.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 13:18

Kala Bandung Jadi 'Rumah Kedua' Pemain Asing Persib

Ketika seorang pemain asing seperti Matricardi menyebut keluarganya betah di Bandung, itu bukan sekadar catatan tambahan, melainkan indikator penting.

Persib bertanding dalam Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu 25 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 29 Jul 2026, 12:26

Warga Bandung Ciptakan Alat Musik dari Bambu

Kreativitas warga Bandung kembali hadir lewat Jabarua, alat musik bambu ciptaan Didin Nasrudin yang lahir dari proses eksperimen sederhana.

Didin Nasrudin menciptakan Jabarua dari dua ruas bambu sebagai alat musik ritmis yang berpotensi dikembangkan menjadi identitas seni baru asal Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 29 Jul 2026, 10:17

El Nino Cengkeram Jawa Barat: Ratusan Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Ekstrem, Air Baku Susut 20 Persen

200 ribuan jiwa di Jawa Barat terancam kekurangan air bersih, sementara air baku di Kabupaten Bandung susut 20 persen dan 24 ribu pelanggan PDAM terancam krisis.

Warga di Kampung Cibeber Hilir, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar mulai merasakan kekurangan air bersih dampak dari kemarau panjang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Sauqi)
Ayo Netizen 28 Jul 2026, 20:11

Memahami Komunikasi Iklan Masa Kini, Apa Itu Global “Off The Wall” Campaign Launch?

Memahami campaign “Off The Wall Authentic” melalui website resmi, Instagram, dan media online untuk memperkuat identitas street culture serta menjangkau audiens global.

Memahami campaign “Off The Wall Authentic” melalui website resmi, Instagram, dan media online untuk memperkuat identitas street culture serta menjangkau audiens global. (Sumber: Vans)
Ayo Netizen 28 Jul 2026, 19:11

Masih Adakah Gerakan Nasional Revolusi Mental?

Wajah hukum Indonesia yang terbalik. Sesama rakyat main hakim sendiri. Sedangkan untuk maling uang rakyat disebut pahlawan yang disebut dikriminalisasi.

Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Ayo Netizen 28 Jul 2026, 18:23

Potret Indonesia pada Awal Orde Baru dalam Kompas Edisi Akhir Juli 1970

Terbitan yang kini telah berusia 56 tahun itu menjadi potret Indonesia pada awal pemerintahan Orde Baru.

Harian Kompas edisi 30 Juli 1970 memuat beragam peristiwa penting yang menggambarkan dinamika politik, ekonomi, dan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa awal Orde Baru. (Sumber: Kompas edisi 30 Juli 1970 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Jul 2026, 17:25

Cimenyan Masuk Kota Bandung: Perluasan Wilayah atau Perluasan Tanggung Jawab?

Perubahan batas wilayah tidak boleh mengubah Cimenyan dari kawasan penyangga menjadi kawasan permukiman.

Bandung dari satu sudut Cimenyan beberapa tahun lalu. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 28 Jul 2026, 17:00

Gastronomi Ikan Bumi Parahiyangan: Tinjauan 33 Resep Klasik dari Buku 'Mina Rasa' (1977)

Buku berjudul Mina Rasa, Kumpulan Masakan Ikan dari Sabang sampai Merauke merupakan sebuah artefak literasi gizi yang memiliki signifikansi strategis dalam dokumentasi kekayaan protein hewani nasional

Buku "Mina Rasa". (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 28 Jul 2026, 15:41

5 Kuliner Legendaris Cirebon Pilihan yang Wajib Dicoba saat Liburan

Jelajahi wisata kuliner Cirebon lewat lima tempat makan legendaris, mulai nasi jamblang, empal gentong, hingga mie get yang viral.

Empal Gentong H. Apud Cirebon.
Ayo Netizen 28 Jul 2026, 15:09

Masa Depan Penerbangan Jawa Barat antara Integrasi atau Fragmentasi

Kompetisi antarbandara dalam satu wilayah sering kali berujung pada underutilization.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 28 Jul 2026, 14:54

Jelajah Bandung, Masjid Berbentuk Lumbung Padi di Soreang

Berbeda dari masjid pada umumnya, Masjid Salman Rasidi mengusung desain leuit Sunda serta sistem pencahayaan dan sirkulasi udara yang hemat energi.

Masjid Salman Rasidi Soreang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 28 Jul 2026, 14:49

Menjelajah Pasar Ceplak, Pelopor Culinary Night di Kota Dodol

Berburu kuliner malam di Garut? Pasar Ceplak menghadirkan puluhan pilihan makanan tradisional yang telah menjadi favorit warga sejak puluhan tahun lalu.

Suasana Pasar Ceplak Culinary Night di Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)