Tak Ingin, Tapi Tak Mampu Pergi: Warga Cisaladah Menghirup Asap dan Debu Penggilingan Batu Kapur Setiap Hari

4 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Asap pekat dan debu akibat dari aktivitas pembakaran batu kapur di Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Asap pekat dan debu akibat dari aktivitas pembakaran batu kapur di Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

AYOBANDUNG.ID — Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar terbit, atap-atap rumah di Kampung Cisaladah, Desa Gunungmasigit, Kabupaten Bandung Barat, sudah lebih dulu diselimuti debu putih. Bukan kabut, melainkan partikel halus dari batu kapur yang beterbangan dari cerobong-cerobong pabrik penggilingan di sekitar permukiman.

Tak hanya debu putih halus, cakrawala kampung itu kerap diselimuti asap hitam pekat dari tungku raksasa pembakar hasil tambang batu gamping. Warga menyebut tungku tersebut sebagai lio, alat pembakaran batu berbahan bakar ban bekas, sampah, hingga batu bara.

Debu dan asap pekat itu bukan hanya mengaburkan pandangan, tapi juga perlahan-lahan menggerogoti kesehatan dan harapan hidup warga. Menghirup udara bersih kini terasa seperti kemewahan yang semakin langka.

“Bukan hanya di luar rumah, kalau angin sedang mengarah ke sini, debunya masuk ke dalam rumah juga,” kata Abah Iya, 86 tahun, warga yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari tungku lio dan pabrik penggilingan.

Ia menunjuk ke arah halaman rumahnya yang dipenuhi lapisan tipis debu putih. Bahkan dedaunan pohon mangga miliknya tampak pucat, seolah tak lagi mampu berfotosintesis dengan sempurna.

Aktivitas penggilingan batu kapur memang menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga. Namun, di saat yang sama, aktivitas ini menjadi momok yang meracuni kehidupan mereka. Mesin-mesin besar menggiling batu tanpa henti, memproduksi suara bising dan menyemburkan debu halus ke udara.

“Kalau dari pabrik, dampaknya asap putih halus dari penggilingan. Nah, kalau dari lio, asapnya hitam karena pakai ban bekas,” jelas Iya.

Iya tinggal bersama empat anggota keluarga, terdiri dari dua anak dan dua cucu. Tinggal di kawasan pengolahan kalsium karbonat bubuk bukan lagi soal sehat atau sakit, melainkan soal bertahan hidup.

Asap pekat hitam keluar dari cerobong pembakaran batu kapur di Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Di usia senjanya, Iya hanya bisa duduk di beranda rumah sambil sesekali mencabut rumput liar dan perdu, mengamati kepulan asap putih dari tungku pembakaran yang mengepul tak jauh dari halamannya. Batuknya tak kunjung reda. Namun untuk pindah dari desa ini—satu-satunya tempat yang ia kenal seumur hidup—bukan pilihan. Bukan karena tak ingin, tetapi karena tak mampu.

“Mau pindah ke mana? Rumah ini saja saya bangun dari sedikit demi sedikit uang hasil jual kebun dulu,” gumamnya lirih.

Iya tahu asap itu perlahan merenggut napasnya. Namun ia juga sadar, meminta pabrik ditutup sama saja mencabut mata pencaharian para tetangga, keponakan, hingga cucu-cucu tetangganya yang menggantungkan hidup dari debu kapur. Ia memilih diam, pasrah dalam pengap dan kepulan, terjebak dalam dilema yang tak berpihak padanya.

“Kata orang biar mengurangi dampaknya pakai masker dan rutin minum susu. Saya gak bisa tiap hari, paling banter seminggu sekali. Mudah-mudahan tetap sehat,” tandasnya.

Minim Penindakan

Berdasarkan penelusuran ayobandung.id, polusi debu dari penggilingan dan asap pekat dari aktivitas pembakaran batu kapur tersebar di empat desa, yakni Desa Padalarang, Gunungmasigit, Citatah, dan Cipatat. Dampak polusi dapat terlihat secara kasat mata dari jejak putih di daun tanaman, genting rumah, hingga lantai rumah-rumah yang berdekatan dengan pabrik.

Pelanggaran lingkungan oleh industri pengolahan batu kapur ini minim penindakan dari aparat berwenang. Pasalnya, pola kerja petugas masih merujuk pada cara lama, yakni menunggu laporan dari masyarakat. Tidak ada upaya inisiatif untuk turun langsung ke lapangan.

“Memang kita prioritaskan penindakan kalau ada pengaduan dari masyarakat. Ini karena petugas PPLH kami juga terbatas,” kata Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Zamilia Moreta.

Data perusahaan pengolah batu kapur di Kabupaten Bandung Barat

DLH Bandung Barat menyebut, selain kendala jumlah personel dan minimnya laporan dari masyarakat, penindakan terhadap pencemaran udara industri pengolah batu kapur juga terhambat oleh status perizinan. DLH hanya dapat menindak industri yang sudah mengantongi izin.

“Di lapangan masih banyak yang tidak berizin. Jadi kami hanya bisa menindak dan membina pelaku usaha yang sudah punya izin. Di luar itu, bukan kewenangan kami,” papar Zamilia. “Kalau sudah punya izin, baik instalasi cerobong maupun tungku, kami akan bina agar sesuai standar. Kalau tidak punya izin, itu ranah Satpol PP,” tandasnya.

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Pekerja dan Masyarakat Tambang (HP2MT) Cipatat–Padalarang mengklaim bahwa instalasi cerobong asap pabrik penggilingan batu kapur yang berada di bawah naungannya telah sesuai standar baku mutu lingkungan. Sebanyak 34 industri anggota HP2MT disebut telah memasang dust collector atau mesin penyaring debu pada cerobong.

“Kami pastikan industri besar di bawah kami sudah memasang dust collector, jadi debu disaring dulu sebelum keluar,” kata Koordinator HP2MT, Taofik E. Sutaram saat dikonfirmasi.

Seorang pekerja mengawsi aktivitas pembakaran batu kapur di Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Meski begitu, ia mengakui bahwa pengusaha kecil yang masih menggunakan tungku lio tetap menjadi sumber utama polusi udara. Namun demikian, pihak perhimpunan tambang telah menyurati para pemilik lio agar menghentikan penggunaan ban bekas atau karet, dan menggantinya dengan kayu agar tidak menimbulkan asap pekat.

“Kami sudah beri imbauan untuk tidak menggunakan ban dalam pembakaran. Sekarang sudah mulai berkurang, di pinggir jalan sudah tidak ada lagi. Alasan ban dipakai hanya untuk menyalakan tungku,” tandasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)