Menonton Kolonialitas di Neftlix: Pinocchio, Pachamama, dan Over the Moon Tidak Hanya Jadi Film Animasi
Paradoks antara komitmen pada inklusivitas atau pendangkalan perspektif yang dengan mudahnya dikomodifikasi.
Munggahan dan Closingan Sekaligus: Potret Kita, Potret Bandung Menjelang Ramadan
Bandung, dengan segala keragaman dan dinamika urbannya, memperlihatkan kita yang berhadapan dengan ‘kebingungan’ ini.
Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran
Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Refleksi Ekologis, ke Mana Perginya Jurig?
Jurig adalah bahasa Sundanya hantu. Hantu yang menampakkan dirinya dengan jelas disebut bungkeuleukan.
Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan
Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Koh Sonny, Peneratas Lintas Agama, dan Petualangan ‘Hidden Gem’ di Bandung
Menjalani hidup lintas agama sebagai praktik harian. Dari Bandung, ia membuka jalan dialog yang cair, kontekstual, dan membumi.
Sunda di Mata Eropa: Membaca Catatan Penjelajahan (Penjajahan) Paling Awal tentang Kita
Menyingkap bias kolonial lama sekaligus mengajak kita agar waspada pada cara kita sendiri menarasikan Sunda hari ini, agar tak menjadi penjajah maupun yang terjajah.
Asal-usul Kesibukan Kita: Halloween, Reformasi Protestan, dan Peradaban Modern
Dari tradisi religius sampai gelombang perubahan besar, budaya kerja keras, FOMO, dan obsesi produktivitas yang kita jalani sehari-hari ternyata punya akar sejarah yang panjang.
Kuliah di Bandung, di Menara Gading WEIRD: Catatan untuk 2026
Kawasan kampus yang unggul literasi dan reputasi, tetapi berjarak dari realitas sosial-ekologis kota. Kita menagih kembali tanggung jawab etis akademik.
Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru
Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Yang Kita Telan sebagai Kota: Makanan, Gaya Hidup, dan Bandung 2026
Dari aci, seblak, lalapan, hingga kopi. Tapi di balik melimpahnya kuliner, tubuh kita lelah. Cara makan hari ini mencerminkan ketimpangan dan masa depan.
Bandung sebelum Daendels, Bandung Setelah Kita: Tekad Bioregionalisme 2026
Wilayah ini bukan sekadar kota, melainkan cekungan hidup yang disatukan alam, sejarah, dan pergerakan hidup manusia. Ada etika yang menuntut kita untuk mengelolanya dengan lintas batas.
Kekuasaan Itu Bernama Perawatan: Menerima Tubuh yang Ringkih dan Rentan
Tubuh ideal hanyalah milik segelintir orang. Itu pun masih boleh diragukan.
Perutku, Makanan, dan Rasa Lapar yang Sia-sia
Perut adalah salah satu inti kehidupan manusia. Dari sanalah segalanya bermula, dan juga sering berakhir.
Perempuan Pemuka Agama, Kenapa Tidak?
Namun sejarah dan bahkan tradisi suci sendiri, tidak sepenuhnya kering dari figur perempuan suci.
Spiritualitas pada yang Biasa Saja
Kadang kita suka pikir, hidup yang biasa saja itu rasa-rasanya kurang rohani.
Revisi Salah Kaprah tentang Pluralisme Agama
Sering kali, istilah pluralisme agama dipahami secara keliru.
Dekolonisasi Ateisme: Enggak Percaya Tuhan Belum Tentu Gak Beragama?
Menyingkirkan dikotomi antara beragama dan tak beragama, mencari bentuk religiusitas yang lebih kaya, merdeka, dan tak lagi terjebak bayangan Barat.
Menengok Penderitaan dalam Kacamata Agama-Agama
Benarkah agama-agama mengajarkan bahwa penderitaan adalah kesalahan pribadi atau bukti lemahnya iman?
Perkawinan (Cinta) Beda Agama: Mangu, Peri Cintaku, Realitas Sosial, SEMA 2/2023, dan Bhinneka Tunggal Ika
Di lagu-lagu itu, cinta beda agama hampir selalu digambarkan seperti relasi yang seru tapi mustahil, so far selalu romantis tapi terlarang.