Sejarah Rugbi di Indonesia, Bandung Dianggap Kota Pelopor

6 menit baca
Dimas Wahyu Indrajaya
Ditulis oleh Dimas Wahyu Indrajaya diterbitkan
Ilustrasi dua tim rugbi yang tengah bertanding. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: PierreSelim)
Ilustrasi dua tim rugbi yang tengah bertanding. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: PierreSelim)

Sejarah rugbi di Indonesia bisa dibilang samar, tidak sebenderang olahraga populer seperti sepak bola dan bulu tangkis. Mungkin sudah ada dari zaman Belanda, mungkin juga setelah era awal kemerdekaan. Yang jelas, ada sejumlah artikel lawas menyebut rugbi sudah lama dimainkan salah satunya di Bandung yang disebut sebagai kota pionir olahraga keras tersebut.

Rugby, atau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ditulis rugbi, pertama kali tercipta di Inggris pada abad ke-19. Cikal bakal rugbi terlacak pada 1823 dari seorang bernama William Webb Ellis yang bosan dengan lambatnya tempo pertandingan sepak bola dan memancingnya melakukan keputusan gila ketika bermain.

Ellis saat itu memegang bola dan berlari ke garis gawang lawan. Tentunya ia kena hukuman, tetapi dari situlah permainan bola lain yang dinamakan rugbi muncul.

Rugbi baru diakui sebagai olahraga selain sepak bola pada 1841. Beberapa dekade kemudian, olahraga itu menyebar ke mana-mana termasuk ke benua Amerika, di mana Amerika Serikat dan Kanada begitu menggemarinya.

Di Amerika Serikat, di negara adidaya yang agak lain pola tingkahnya itu, rugbi dimodifikasi sedemikian rupa dengan memakai separuh peraturan sepak bola. Keputusan itu pun memunculkan sebutan lain yakni “American football”.

Cara main American football sama dengan rugbi yang dipopulerkan orang Inggris, walaupun tetap ada perbedaannya. Paling gampang dibedakan ialah rugbinya orang AS memakai pelindung lengkap termasuk helm di kepala. Hal itulah yang kerap menghadirkan streotip bahwa pemain rugbi lebih badass atau keren dibandingkan pemain American football.

Secuil Sejarah Rugbi di Indonesia

Rupanya agak sulit mengupas akar sejarah rugbi di Indonesia. Mungkin karena faktor popularitasnya minim, kegiatan atau pertandingan dari olahraga ini hampir tidak muncul dalam pemberitaan zaman dulu, kalah dengan sepak bola ataupun bulu tangkis.

Namun, tak bisa dipungkiri rugbi di Indonesia memang sudah ada sedari era Hindia Belanda mengingat Belanda sendiri telah memainkannya sedari akhir abad ke-19. Setelah terbentuk sejumlah klub pada 1920-an, rugbi di Belanda pun mulai lebih aktif disusul aksi tim nasional mereka dalam laga internasional perdana melawan Belgia pada 1 Juli 1930.

Jika tidak dimainkan, setidaknya istilah rugbi telah dikenal orang Indonesia sejak zaman Belanda. Rugbi sudah mendunia, alhasil sesekali namanya menghiasi pemberitaan nasional.

Pada 1905 misalnya, toko buku G. Kolff & Co di Batavia (kini Jakarta) dan Bandung mengiklankan koleksi jualan mereka lewat beberapa surat kabar berbahasa Belanda. Dari banyak buku yang diiklankan, salah satu yang dijual ialah buku Rugby Football karya jurnalis terkenal asal Inggris, Bertram Fletcher Robinson.

Surat kabar Djawa Tengah terbitan 9 Maret 1931, juga menyinggung nama rugbi dalam salah satu artikelnya yang berjudul “UNION II – TIONG HWA HWE II”. Dalam artikel tersebut diberitakan laga sepak bola antara Union II versus Tiong Hwa Hwe II di Lapangan Seteran (kemungkinan di daerah Semarang) yang berjalan keras layaknya olahraga rugbi.

“Pertandingan tersebut telah dilakukan begitu kotor, hingga membikin malu pada penonton Tionghoa yang ditertawakan oleh penonton dari lain bangsa yang saksikan itu dua puluh dua Cina sedeng saling main pintar-pintaran buat tolong bikin celaka sesama saudaranya. Terutama karena lembeknya referee yang pimpin pertandingan tersebut, membikin itu pertandingan voetbal jadi mirip dengan satu pertandingan rugbi,” tulis Djawa Tengah.

Setelah Hindia Belanda runtuh dan Indonesia lahir dengan meraih kedaulatan, aktivitas dan agenda keolahragaan kian masif sepanjang 1950-an. Olahraga-olahraga tak populer pun kerap muncul dalam pemberitaan termasuk rugbi yang turut dimainkan orang-orang Indonesia terutama dari kalangan militer.

Contoh pertama rugbi dimainkan di Pekan Olahraga Angkatan Perang edisi pertama yang digelar di Lapangan Ikada, Jakarta pada 1952. Dalam ajang yang dibuka oleh Presiden Sukarno dan Kepala Staf Angkatan Perang Tahi Bonar Simatupang itu, rugbi menjadi olahraga pertunjukan dari kesatuan Angkatan Darat (AD).

“Sebagai atraksi kemudian diadakan berbagai pertunjukan oleh murid-murid sekolah, anggota-anggota polisi negara, judo AURI, dan rugbi Angkatan Darat,” tulis Sin Po dalam artikel “Pekan Olahraga Angkatan Perang ke-I, 1500 Atlit mengadu tenaga” terbitan 30 September 1952.

Juga saat pesta olahraga tentara yang lain yakni Pekan Olahraga Angkatan Laut di Surabaya pada 1954. Rugbi dijadikan olahraga demonstrasi yang dilakukan para kesatuan Angkatan Laut Republik Indonesia seusai pembukaan.

“PORAL (Pekan Olahraga ALRI) yang tahun ini digelar di Surabaya hingga 3 Agustus mendatang, resmi dibuka pada Senin pagi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Soebyakto. Usai pengambilan sumpah, demonstrasi olahraga bisbol, rugbi, anggar, senam, dan terakhir sepak bola,” lapor Java Bode dalam artikel “ALRI-sport week Surabaja” terbitan 27 Juli 1954.

Bandung Kota Pelopor

Bola Rugbi. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Bola Rugbi. (Sumber: Pexels/Pixabay)

Eksistensinya yang tidak kentara itu membuat sejarah rugbi samar-samar. Tidak ada perlombaan dan hanya dimainkan di lingkup masyarakat terbatas saja menjadi alasannya.

Napas rugbi di Indonesia lebih menderu pada 1970-an. Hal itu bisa dibuktikan lewat pengamatan jurnalis spesialis olahraga Kompas, T.D. Asmadi lewat artikelnya yang berjudul “Bandung Pelopor Olahraga Rugby di Indonesia”.

Agaknya sulit setuju menyebut Bandung sebagai kota pelopor memainkan rugbi jika melihat ada pemberitaan lawas bahwa olahraga tersebut sudah lebih dulu dimainkan di sejumlah tempat di Indonesia. Namun, T.D. Asmadi menekankan, “pelopor” yang dimaksudkan dalam artian Bandung sebagai kota Indonesia pertama yang benar-benar serius mengembangkan rugbi dengan cara mendirikan tim dan menggelar kompetisi.

"Untuk kawasan Indonesia ini nampaknya Bandung perlu diberi catatan sendiri. Bandung-lah yang memulai olahraga rugby ini di Indonesia. Dalam arti mulai membentuk perkumpulan-perkumpulan dan mengadakan kompetisi pertama yang akan dimulai tanggal 19 Oktober ini. Tentu saja secara sporadis satu atau dua sekolah di berbagai daerah pernah memainkannya tetapi tidak pernah berlanjut lagi," tulis T.D. Asmadi.

Penularan rugbi di Bandung ada hubungannya dengan kapitalisme yang menggeliat pada masa pemerintahan Orde Baru. Kondisi itu membuat banyak perusahaan asing masuk dan ekspatriat menetap di sejumlah kota di Indonesia. Dari situ, pertukaran atau penularan budaya pun terjadi.

Rugbi juga menjamah Australia dan Selandia Baru, negara persemakmuran dari Inggris. Dari dua negara inilah penularan dilakukan para ekspatriat yang datang ke Indonesia.

Ken Holyoake adalah salah satu ekspatriat Selandia Baru yang meramaikan rugbi di Bandung. Ia saat itu mengaku sudah dua tahun menetap di Bandung dan disebutkan tengah melatih tim Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Orang-orang Indonesia bisa menjadi pemain rugby yang baik. Mereka sudah mempunyai unsur kecepatan dan kelincahan, tinggal meningkatkan kemampuan teknis saja," ucap Ken.

Di Bandung kala itu sudah ada 4 tim, yaitu tim calon dokter Universitas Padjadjaran, tim ekspatriat Barbarians, tim dari kalangan umum Flying Eagle, dan tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim dari mahasiswa ITB mendapat perhatian karena kerap menang meski baru terbentuk dua bulan.

Olahraga Kasar untuk Pria Terhormat

Rugbi identik dengan olahraga fisik. Pemain saling berbenturan (body charge) bahkan sampai tindih-tindihan demi berebut bola. Seringnya, olahraga ini dicitrakan sebagai olahraganya kaum pria, meskipun wanita seiring waktu juga menikmatinya.

Kasar, barbar, ada pertikaian, tapi tidak sampai menimbulkan drama. Hal itulah yang memunculkan ungkapan terkenal bahwa: "Rugby is a ruffian's game played by gentleman (rugbi adalah olahraga kasar bagi pria terhormat)."

T.D. Asmadi pun mengungkapkan kalimat yang kurang lebih sama lewat artikelnya. Menurutnya, mental pemain diuji oleh lawan yang bermain kasar di luar nalar.

"Tidak heran hanya mereka yang berhati pemuda saja nampaknya yang bisa memainkannya. Diperlukan keberanian, keuletan, kekuatan dan ketabahan hati di samping kemampuan teknis," tulisnya.

Berkembang Pelan tapi Pasti

Pada masa modern seperti sekarang ini, rugbi bertumbuh pelan-pelan di Indonesia. Memang tidak atau belum bisa sebesar sepak bola dan bulu tangkis, tetapi adanya minat yang kuat dari ribuan penggemar olahraga tersebut membuat Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) terbentuk pada 10 Mei 2004.

Setelahnya, rugbi mendapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan menjadi full member dari federasi Rugbi Dunia pada 2013. Empat tahun kemudian, Timnas Rugbi Indonesia pun untuk pertama kalinya mencicipi SEA Games yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Perjalanan rugbi di Indonesia masih panjang. Meski tak setenar olahraga lain, peminatnya semakin banyak dan menjangkau ke dalam sekolah, universitas, hingga komunitas. Menurut catatan PRUI, sudah ada 35 klub rugbi dan 700 pemain yang telah terdaftar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)