Bimbo Tak Sekadar Grup Musik, tapi Ikon dari Kota Bandung

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Trio Bimbo dan Iin Parlina. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Aktuil Magazine)
Trio Bimbo dan Iin Parlina. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Aktuil Magazine)

KEPERGIAN Kang Acil Bimbo di RS Hasan Sadikin Bandung, Senin, 1 September 2025 pukul 22.50 WIB ditangisi begitu banyak orang, mulai dari musisi, pejabat, masyarakat biasa, dan aktivis. Kota Bandung yang tak bisa menolak rentetan gelombang “demonstrasi bubarkan DPR” seolah jeda sebentar.

Grup-grup wa yang biasa dipenuhi berita menyesakkan dada—demonstrasi, ijazah palsu, korupsi, dll—seolah mempersilakan kepada “sang kabar duka” untuk tampil. Ya, kabar duka dari kepergian musisi flamboyan bersuara bariton Kang Acil Bimbo alias Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah. Innalillahi wa Innailaihi rojiun.

Kang Acil mengembuskan napas terakhirnya pada usia 82 tahun. Ia lahir di Bandung pada 20 Agustus 1943. Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Raden Dajat Hadjakusumah dan Uken Kenran. Ayahnya adalah seorang wartawan--pernah menjabat sebagai Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Jawa Barat.

Acil Bimbo merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran tahun 1974 yang kemudian melanjutkan pendidikan kenotariatan di Universitas Padjadjaran pada 1994. Ia menikah dengan Ernawati dan dianugerahi 4 orang anak dan beberapa cucu

Tak heran kalau kepergiannya ditangisi begitu banyak orang. Sebab, selain sebagai penyanyi, Kang Acil juga aktivis kesundaan dan lingkungan.

Dalam sebuah diskusi, Kang Acil Bimbo menyebut masyarakat Sunda kesulitan mendapat rujukan tentang kesundaan. Katanya, hanya beberapa saja buku sejarah yang membahas tentang kebudayaan Sunda. “Orang Sunda cenderung memegang budaya lisan dibandingkan budaya tulis,” katanya.

Menurut Kang Acil, orang Sunda dinilai kurang giat membaca akibatnya sulit mengikuti kemajuan zaman yang semakin berkembang. Dia mengajak setiap warga Sunda untuk senantiasa ngajaga lembur (menjaga kampung), akur jeung dulur (bersahabat dengan siapa pun) dan panceug dina galur (patuh terhadap aturan dan etika), melalui jalinan silaturahmi mulai dari lingkungan tingkat RT/RW hingga ke kecamatan.

Menurutnya, kekuatan orang Sunda, yang semula someah (ramah) dan suka bergotong royong, kini karakter itu cenderung hilang dan menjadi lebih individualistis dan egoistis.

Jaka, Samsudin, Acil dari grup Trio Bimbo di Majalah Varianada Edisi 86 Tahun 1972. (Sumber: Wikimedia Commons)
Jaka, Samsudin, Acil dari grup Trio Bimbo di Majalah Varianada Edisi 86 Tahun 1972. (Sumber: Wikimedia Commons)

Di bidang musik, siapa tidak mengenal Bimbo dan almarhum yang dikenal sederhana ini merupakan pentolan dari grup musik asal Kota Bandung ini. Trio Bimbo, didirikan sekitar tahun 1966. Kemudian Kang Acil bergabung bersama kakaknya, Sam Bimbo, serta dua adiknya, Jaka dan Iin Parlina. Dan kemudian berubah nama menjadi Bimbo saja. 

Bimbo bukan sekadar nama grup musik, tetapi ia sudah merupakan ikon Kota Bandung dan merupakan legenda musik Indonesia. Sejumlah lagu hits Bimbo tidak lekang oleh zaman, seperti “Sajadah Panjang”, “Melati dari Jayagiri”, “Tante Sun”, “Flamboyan”, “Ada Anak Bertanya pada Bapaknya”, “Umat Manusia Bergembira”. Bahkan lagu-lagu bergenre religius telah menjadi lagu wajib di saat bulan Ramadhan.

Pada saat pandemi virus Corona, Bimbo juga menciptakan lagu berjudul "Corona" yang ditulis oleh Syam Bimbo, Acil Bimbo, dan Jaka Bimbo. Lagu ini mendadak menjadi viral di dunia maya karena ada warganet yang menyebut Bimbo sudah menyanyikannya 30 tahun lalu.

Lirik lagu-lagu Bimbo begitu puitis--mengembuskan kelembutan. Kadang romantis, spiritual, dan bahkan sesekali menyindir kehidupan sosial dan politik.

Bisa dikatakan, Bimbo sejalan dan seromantis Kota Bandung, kota tempat mereka berkreasi. Jalan-jalan diteduhi dedaunan dari rindangnya pohon-pohon—jalan Dago, Tamansari, Siliwangi, Cipaganti, Ganesa, dll. Udara kotanya sejuk dan ragam kulinernya, membuat betah siapa pun yang tinggal. Dan tentu saja ngangenin para pelancongnya yang berkunjung dan membuat mereka rindu untuk kembali. 

Dari Bandung, Bimbo melantunkan lagu “Adinda” kepada mereka yang lagi kasmaran: 

“Adinda, oh sayang, Adinda
Namamu tiada duanya
Adinda, oh sayang, Adinda
Dikau intan permata…”

Lagu itu seperti menyuarakan rasa yang sulit dikatakan. Bimbo meminjamkan kata-kata bagi hati yang diam-diam merindu. Bahkan saat sosok yang kita rindukan itu belum lagi kita temukan. Hingga nanti kita menemukan belahan hati dengan sendirinya.

Bimbo pun tak terpaku dengan tema romantisme serta hanya bicara tentang cinta dan doa. Ia juga menjadi suara nurani bangsa. Ketika Perang Dingin antara blok Barat dan Timur sedang terjadi, dunia berada dalam dua kekuatan. Blok Barat dipimpin Amerika dan blok Timur oleh Uni Soviet (kini Rusia). 

Indonesia bersikap nonblok. Namun, kala itu, kekhawatiran terjadinya Perang Dunia III oleh dua kekuatan itu menjadi isu yang hangat. Sebab kedua adidaya itu memiliki senjata nuklir yang sangat mematikan.

Bimbo tergerak untuk membuat lagu yang isinya meminta kepada dua pemimpin itu agar berdamai. Lagu yang berjudul "Surat Buat Tuan Reagen dan Tuan Breznev" dirilis pada 1982 dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Brezhnev
Diri anda berdua orang tua terhebat di dunia
Dan hanya dengan satu kata dari anda berdua
Dunia bisa berobah …

Memasuki era 1980-an dan 1990-an, Bimbo semakin identik dengan lagu-lagu religius. Sebagian mereka tulis sendiri liriknya, tak sedikit pula hasil karya Iwan Abdulrachman dan tentu saja juga Taufik Ismail sang penyair religius. 

Lagu “Tuhan” ciptaan Syam menjadi salah satu penandanya:

"Tuhan… tempat aku berteduh,
Di mana aku mengeluh…”

Liriknya sederhana, tapi dalam. 

Bimbo mulai menapaki jalan spiritual, mencari makna dalam senandung doa-doa. Ramadhan tanpa Bimbo terasa sepi. Televisi, radio, bahkan jalan-jalan kota menjadi lebih syahdu setiap kali Bimbo hadir dengan doa yang bernyanyi.

Rumah Duka Acil Bimbo. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Dina Miladina)
Rumah Duka Acil Bimbo. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Dina Miladina)

Kini, Kang Acil telah pergi. Bimbo bertiga lagi: Syam, Jaka, dan Iin Parlina yang seperti manusia lain, tak bisa menolak tua. Tapi, orang-orang akan tetap mengenang Bimbo sebagai suara kerinduan kepada keindahan kehidupan: romantisme, seni, spiritualitas, dan heroisme. 

Kita optimistis, Bandung akan tetap menjadi kota kreatif, dan akan melahirkan Bimbo-Bimbo lain yang berkontribusi bagi negara dan dunia. Bimbo dari Bandung untuk negara dan dunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)