Polemik Beton di Atas Awan, Infrastruktur Ikonik Bandung ‘Warisan RK’

3 menit baca
calya pratista maheswari
Ditulis oleh calya pratista maheswari diterbitkan
Tulisan “Teras Cihampelas” yang dulu ramai, sekarang terlihat sunyi dan sepi 
(1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)
Tulisan “Teras Cihampelas” yang dulu ramai, sekarang terlihat sunyi dan sepi (1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)

Teras Cihampelas yang dulu pernah menjadi harapan semua orang kini kian sirna dimakan kekecewaan. Keadaannya yang semakin rapuh dan sunyi menimbulkan banyak tanya di benak masyarakat.  

Teras Cihampelas merupakan ide cemerlang Ridwan Kamil untuk dijadikan sebuah infrastruktur ikonik di Kota Bandung. Teras Cihampelas di bangun pada tahun 2017 dengan kosep TOD (Transit Oriented Development). Tujuan konsep yang digagas adalah untuk menyatukan ruang publik, area komersial, dan pariwisata dalam satu kawasan. 

Banyak Harapan yang sempat ditanam pada infrastruktur ikonik ini, dimana harapan itu mencangkup banyak aspek. Beberapa diantaranya yaitu kawasan ini diharapkan mampu menata pedagang kaki lima, mengurangi kemacatan, sekaligus menambah daya tarik wisata di Kota Bandung. 

Pada masanya Teras Cihampelas diharapkan mampu menampung kurang lebih 192 PKL (Pedagang Kaki Lima) yang ada di Cihampelas. Jumlah PKL yang banyak ini didominasi oleh 140 pedagang souvenir dan 52 pedagang makanan.     

Tepat tujuh tahun sejak Teras Cihampelas berdiri, menjadi titik balik dimana harapan yang dulu ada berbanding terbalik dengan kenyataannya. Kini tempat itu menjadi kian sepi, banyak kios PKL yang tutup, dan fasilitas rusak. Tidak berhenti disitu, kebocoran yang ada di beberapa titik bangunan melayang ini turun ke bawah hingga warga menyebutnya ‘hujan abadi’.

Teras yang dibangun dengan total biaya berkisar Rp.74 Miliar ini kini hanya dihuni oleh 2 pedagang kaki lima. Para pedagang kaki lima lainnya memilih untuk pindah berjualan di bawah dengan alasan Teras Cihampelas tidak lagi memiliki pengunjung.   

Keadaan Teras Cihampelas yang saat ini terlihat memprihatinkan akibat aksi vandalisme 
(1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)
Keadaan Teras Cihampelas yang saat ini terlihat memprihatinkan akibat aksi vandalisme (1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)

Pernyataan yang sering dilontarkan Walikota perihal faktor utama terkait lumpuhnya Teras Cihampelas adalah Pandemi Covid-19. Namun, Pandemi Covid-19 tidak bisa selamanya  dijadikan pelindung dan alasan oleh Walikota untuk menjawab banyak pertanyaan publik terkait masalah ini. 

Walikota Bandung seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh yang meliputi perencanaan ruang publik hingga pola pengelolaan nantinya, sehingga upaya tindak lanjut bisa terealisasikan. Warga sekitar Cihampelas mengeluhkan banyak hal terkait kondisi Teras Cihampelas yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Teras Cihampelas sering disalah gunakan untuk tempat berduaan bagi pasangan sejoli muda hingga aksi vandalisme atau merusak properti tanpa izin. Seharusnya hal-hal seperti ini sudah cukup untuk membuat Walikota berpikir dan sadar bahwa mereka harus cepat mengambil tindakan.

Alih-alih melakukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini, pemerintah malah memiliki opini kontradiksi yang membingungkan. Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi selaku Gubernur Jawa Barat menyarankan agar bangunan ini dibongkar saja. Berbalik dengan KDM, M.Farhan hanya menanggapi opini Bapak Gubernur tersebut dengan menjawab bahwa tugas pemkot hanya mengkaji saja.  

Baca Juga: Polisi Tidur Besar dan Tinggi di Batununggal Seakan Tak Ada Habisnya

Aksi saling lempar-melempar tanggung jawab ini bukanlah hal yang pantas dilakukan oleh orang nomor 1 di Kota Bandung itu. Selaku Walikota, M.Farhan seharusnya melakukan upaya tindak lanjut yang dapat benar-benar merubah reputasi Skywalk atau Teras Cihampelas menjadi lebih baik. Baik dari sisi keindahan atau kebermanfaatan agar tidak menjadi bangunan bersejarah akibat lambatnya respon Walikota.   

Ketidakpastian adalah kenyataan yang harus diterima oleh Teras Cihampelas saat ini karena antara revitalisasi dan pembongkaran tidak ada eksekusi nyata. Masyarakat perlu tindak lanjut juga aksi nyata bukan hanya debat kewenangan dan wacana yang hanya menambah keresahan. Keputusan tegas harus segera diambil sebelum Infrastruktur ikonik ini runtuh oleh waktu dan kenyataan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)