Pasar Kaget yang Tidak Mengagetkan, tetapi Membahagiakan

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Minggu 01 Feb 2026, 19:23 WIB
Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)

Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)

HARI itu hari Minggu, hari yang ditunggu warga Bumi Parahyangan Kencana, Cangkuang, Kabupaten Bandung. Tampaknya, cuaca hari itu sedang berbaik hati. Matahari memancarkan sinarnya dengan begitu lembut. Tidak seperti cuaca hari-hari kemarin di mana hampir merata se-Bandung dan sekitarnya dari subuh hujan terus—memaksa orang-orang ogah beraktivitas dan lebih menarik selimutnya kembali.

Sebenarnya hari dengan cuaca cerah seperti itu tidak hanya ditunggu para warga, tetapi juga harapan para pedagang Pasar Kaget atau Pasar Minggu. Kami menyebutnya Pasar Senggol—pasar yang ada setiap hari Minggu—di lapangan atau jalan lebar tempat bertemunya para pedagang dan pembeli; tempat tujuan para warga sambil jalan-jalan berolahraga dan diakhiri dengan jajan kulineran. Barang yang dijual di Pasar Kaget sangat  beragam, mulai dari makanan, pakaian, mainan, sampai barang-barang rumah tangga.

Tidak hanya di tempat ini saja adanya Pasar Kaget, Pasar Senggol, Pasar Minggu atau entahlah apa namanya. Pasar Kaget ini ada di berbagai tempat. Di Kabupaten Bandung, misalnya: Di Warung Lobak; Ciherang; Jelekong; Pemda Kab. Bandung; Taman Kopo Indah; Baleendah; Sapan; Solokanjeruk; GBA; Stadion si Jalak Harupat. Di Kota Bandung: Punclut; Gedebage; Terusan Kiaracondong; Arcamanik; sekitar Masjid Salman; Babakansari; Pasirjati; Cisaranten Kulon; Gasibu; Cipadung; Cikadut; Tegallega: Batununggal; Cibaduyut.

Barangkali dinamai Pasar Kaget karena aktivitasnya berupa “pasar dadakan” yang muncul di tempat tertentu dan waktu tertentu aja. Warga tidak perlu belanja ke pasar tradisional resmi yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kita cukup berjalan kaki atau berlari pagi sambil olahraga. Menikmati pemandangan, pulangnya membawa belanjaan. 

Baca Juga: Antara Privilege dan Pendidikan: Menilik Konten 'Kuliah Itu Scam' yang Sempat Viral

Bukan itu saja, yang bikin pasar kaget menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan. Bayangin aja, tiba-tiba ada puluhan pedagang dengan berbagai barang dagangan yang unik dan harga yang kadang lebih murah daripada di toko biasa. Kadang, barang-barang yang dijual di Pasar Kaget ini juga tidak selalu bisa ditemukan di tempat lain, jadi ada sensasi tersendiri buat pengunjung yang bisa dapat barang yang langka atau spesial.

Selain itu, Pasar Kaget juga jadi ajang buat masyarakat sekitar buat silaturahmi dan berinteraksi. Biasanya, orang-orang yang datang ke Pasar Kaget nggak cuma buat belanja, tapi juga buat cuci mata, saling hai ketemu tetangga, atau sekadar jalan-jalan pagi. Jadi, Pasar Kaget ini nggak cuma jadi tempat transaksi jual beli, tapi juga tempat sosialisasi yang seru dan menyenangkan

Nah, buat para pedagang dan UMKM, Pasar Kaget ini juga jadi kesempatan emas buat ngenalin produk mereka ke lebih banyak orang. Karena pasar ini dadakan dan ramai pengunjung, para pedagang bisa dapet exposure lebih besar. Ditambah lagi, biaya sewa tempat di Pasar Kaget biasanya lebih murah dibandingkan di pasar tradisional atau mall. Biasanya kita bayar sewa lapak dan biaya kebersihan. Jadi cocok buat mereka yang baru mulai usaha atau pengen nambah pemasukan.

Minusnya adanya Pasar Kaget bisa menimbulkan kemacetan. Lalu Lintas tersendat. Biasanya para pedagang baredetong menjajakan dagangannya tumpah ke jalan. Juga tidak jarang menyisakan sampah di mana-mana. (*)


Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

Urug Cisarua

Ayo Netizen 30 Jan 2026, 13:06 WIB
Urug Cisarua

News Update

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 17:43 WIB

Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu.
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 02 Feb 2026, 17:06 WIB

Mojang Bandung Merumput: Geliat Akar Rumput dan Investasi Masa Depan di Kota Sepak Bola

Lapangan hijau Kota Bandung tak lagi hanya didominasi oleh anak laki-laki, melainkan riuh dengan langkah kaki mojang-mojang cilik yang membawa harapan baru bagi industri sepak bola putri Indonesia.
Mojang-mojang cilik yang membawa harapan baru bagi industri sepak bola putri Indonesia lewat kemeriahan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025 - 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)