Pasar Kaget yang Tidak Mengagetkan, tetapi Membahagiakan

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)
Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)

HARI itu hari Minggu, hari yang ditunggu warga Bumi Parahyangan Kencana, Cangkuang, Kabupaten Bandung. Tampaknya, cuaca hari itu sedang berbaik hati. Matahari memancarkan sinarnya dengan begitu lembut. Tidak seperti cuaca hari-hari kemarin di mana hampir merata se-Bandung dan sekitarnya dari subuh hujan terus—memaksa orang-orang ogah beraktivitas dan lebih menarik selimutnya kembali.

Sebenarnya hari dengan cuaca cerah seperti itu tidak hanya ditunggu para warga, tetapi juga harapan para pedagang Pasar Kaget atau Pasar Minggu. Kami menyebutnya Pasar Senggol—pasar yang ada setiap hari Minggu—di lapangan atau jalan lebar tempat bertemunya para pedagang dan pembeli; tempat tujuan para warga sambil jalan-jalan berolahraga dan diakhiri dengan jajan kulineran. Barang yang dijual di Pasar Kaget sangat  beragam, mulai dari makanan, pakaian, mainan, sampai barang-barang rumah tangga.

Tidak hanya di tempat ini saja adanya Pasar Kaget, Pasar Senggol, Pasar Minggu atau entahlah apa namanya. Pasar Kaget ini ada di berbagai tempat. Di Kabupaten Bandung, misalnya: Di Warung Lobak; Ciherang; Jelekong; Pemda Kab. Bandung; Taman Kopo Indah; Baleendah; Sapan; Solokanjeruk; GBA; Stadion si Jalak Harupat. Di Kota Bandung: Punclut; Gedebage; Terusan Kiaracondong; Arcamanik; sekitar Masjid Salman; Babakansari; Pasirjati; Cisaranten Kulon; Gasibu; Cipadung; Cikadut; Tegallega: Batununggal; Cibaduyut.

Barangkali dinamai Pasar Kaget karena aktivitasnya berupa “pasar dadakan” yang muncul di tempat tertentu dan waktu tertentu aja. Warga tidak perlu belanja ke pasar tradisional resmi yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kita cukup berjalan kaki atau berlari pagi sambil olahraga. Menikmati pemandangan, pulangnya membawa belanjaan. 

Baca Juga: Antara Privilege dan Pendidikan: Menilik Konten 'Kuliah Itu Scam' yang Sempat Viral

Bukan itu saja, yang bikin pasar kaget menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan. Bayangin aja, tiba-tiba ada puluhan pedagang dengan berbagai barang dagangan yang unik dan harga yang kadang lebih murah daripada di toko biasa. Kadang, barang-barang yang dijual di Pasar Kaget ini juga tidak selalu bisa ditemukan di tempat lain, jadi ada sensasi tersendiri buat pengunjung yang bisa dapat barang yang langka atau spesial.

Selain itu, Pasar Kaget juga jadi ajang buat masyarakat sekitar buat silaturahmi dan berinteraksi. Biasanya, orang-orang yang datang ke Pasar Kaget nggak cuma buat belanja, tapi juga buat cuci mata, saling hai ketemu tetangga, atau sekadar jalan-jalan pagi. Jadi, Pasar Kaget ini nggak cuma jadi tempat transaksi jual beli, tapi juga tempat sosialisasi yang seru dan menyenangkan

Nah, buat para pedagang dan UMKM, Pasar Kaget ini juga jadi kesempatan emas buat ngenalin produk mereka ke lebih banyak orang. Karena pasar ini dadakan dan ramai pengunjung, para pedagang bisa dapet exposure lebih besar. Ditambah lagi, biaya sewa tempat di Pasar Kaget biasanya lebih murah dibandingkan di pasar tradisional atau mall. Biasanya kita bayar sewa lapak dan biaya kebersihan. Jadi cocok buat mereka yang baru mulai usaha atau pengen nambah pemasukan.

Minusnya adanya Pasar Kaget bisa menimbulkan kemacetan. Lalu Lintas tersendat. Biasanya para pedagang baredetong menjajakan dagangannya tumpah ke jalan. Juga tidak jarang menyisakan sampah di mana-mana. (*)


Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)