Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Pasar Kaget yang Tidak Mengagetkan, tetapi Membahagiakan

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Minggu 01 Feb 2026, 19:23 WIB
Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)

Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)

HARI itu hari Minggu, hari yang ditunggu warga Bumi Parahyangan Kencana, Cangkuang, Kabupaten Bandung. Tampaknya, cuaca hari itu sedang berbaik hati. Matahari memancarkan sinarnya dengan begitu lembut. Tidak seperti cuaca hari-hari kemarin di mana hampir merata se-Bandung dan sekitarnya dari subuh hujan terus—memaksa orang-orang ogah beraktivitas dan lebih menarik selimutnya kembali.

Sebenarnya hari dengan cuaca cerah seperti itu tidak hanya ditunggu para warga, tetapi juga harapan para pedagang Pasar Kaget atau Pasar Minggu. Kami menyebutnya Pasar Senggol—pasar yang ada setiap hari Minggu—di lapangan atau jalan lebar tempat bertemunya para pedagang dan pembeli; tempat tujuan para warga sambil jalan-jalan berolahraga dan diakhiri dengan jajan kulineran. Barang yang dijual di Pasar Kaget sangat  beragam, mulai dari makanan, pakaian, mainan, sampai barang-barang rumah tangga.

Tidak hanya di tempat ini saja adanya Pasar Kaget, Pasar Senggol, Pasar Minggu atau entahlah apa namanya. Pasar Kaget ini ada di berbagai tempat. Di Kabupaten Bandung, misalnya: Di Warung Lobak; Ciherang; Jelekong; Pemda Kab. Bandung; Taman Kopo Indah; Baleendah; Sapan; Solokanjeruk; GBA; Stadion si Jalak Harupat. Di Kota Bandung: Punclut; Gedebage; Terusan Kiaracondong; Arcamanik; sekitar Masjid Salman; Babakansari; Pasirjati; Cisaranten Kulon; Gasibu; Cipadung; Cikadut; Tegallega: Batununggal; Cibaduyut.

Barangkali dinamai Pasar Kaget karena aktivitasnya berupa “pasar dadakan” yang muncul di tempat tertentu dan waktu tertentu aja. Warga tidak perlu belanja ke pasar tradisional resmi yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kita cukup berjalan kaki atau berlari pagi sambil olahraga. Menikmati pemandangan, pulangnya membawa belanjaan. 

Baca Juga: Antara Privilege dan Pendidikan: Menilik Konten 'Kuliah Itu Scam' yang Sempat Viral

Bukan itu saja, yang bikin pasar kaget menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan. Bayangin aja, tiba-tiba ada puluhan pedagang dengan berbagai barang dagangan yang unik dan harga yang kadang lebih murah daripada di toko biasa. Kadang, barang-barang yang dijual di Pasar Kaget ini juga tidak selalu bisa ditemukan di tempat lain, jadi ada sensasi tersendiri buat pengunjung yang bisa dapat barang yang langka atau spesial.

Selain itu, Pasar Kaget juga jadi ajang buat masyarakat sekitar buat silaturahmi dan berinteraksi. Biasanya, orang-orang yang datang ke Pasar Kaget nggak cuma buat belanja, tapi juga buat cuci mata, saling hai ketemu tetangga, atau sekadar jalan-jalan pagi. Jadi, Pasar Kaget ini nggak cuma jadi tempat transaksi jual beli, tapi juga tempat sosialisasi yang seru dan menyenangkan

Nah, buat para pedagang dan UMKM, Pasar Kaget ini juga jadi kesempatan emas buat ngenalin produk mereka ke lebih banyak orang. Karena pasar ini dadakan dan ramai pengunjung, para pedagang bisa dapet exposure lebih besar. Ditambah lagi, biaya sewa tempat di Pasar Kaget biasanya lebih murah dibandingkan di pasar tradisional atau mall. Biasanya kita bayar sewa lapak dan biaya kebersihan. Jadi cocok buat mereka yang baru mulai usaha atau pengen nambah pemasukan.

Minusnya adanya Pasar Kaget bisa menimbulkan kemacetan. Lalu Lintas tersendat. Biasanya para pedagang baredetong menjajakan dagangannya tumpah ke jalan. Juga tidak jarang menyisakan sampah di mana-mana. (*)


Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

Ayo Netizen 30 Jan 2026, 13:06

Urug Cisarua

Urug Cisarua

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)