‘Urat Jagat’ karya Ari Andriansyah Raih Hadiah Sastera Rancagé 2026

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Senin 02 Feb 2026, 07:49 WIB
Buku "Urat Jagat". (Sumber: Istimewa)

Buku "Urat Jagat". (Sumber: Istimewa)

BUKU kumpulan sajak Urat Jagat karya Ari Andriansyah, Penerbit Pustaka Jaya 2025, dinyatakan sebagai pemenang Hadiah Sastera Rancagé 2026. Keputusan itu diumumkan Etti RS, Ketua I Yayasan Kebudayaan Rancagé, Sabtu, 31 Januari 2026, di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut Nomor 2 Kota Bandung.

Ari Andriansyah merupakan pengarang yang produktif berkarya dalam sastra Sunda. Terutama dalam menulis sajak. 𝘜𝘳𝘢𝘵 𝘑𝘢𝘨𝘢𝘵 memuat seratus sajak Sunda yang terbagi dalam dua bagian: Bagian pertama “Gurit Langit” ada 40 sajak, ditulis tahun 2015–2016; Bagian kedua “Dami Bumi” ada 60 sajak, ditulis tahun 2017–2019. 

Hadiah Sastera Rancagé telah diberikan sejak tahun 1989 secara terus-menerus setiap tahun, sebagai bentuk apresiasi untuk pengembangan sastra daerah di Indonesia.

Menurut Etti RS, Ketua I Yayasan Kebudayaan Rancagé, buku yang dinilai oleh juri untuk Hadiah Rancage tahun 2026 sebanyak 57 judul, meningkat tiga judul dari tahun sebelumnya. Buku-buku tersebut terdiri atas 17 judul karya sastra Sunda, 25 judul karya sastra Jawa, 12 judul karya sastra Bali, dan 3 judul karya sastra Batak. 

Menurutnya, tahun ini tidak ada Hadiah Samsudi (hadiah untuk cerita anak berbahasa Sunda) karena jumlah buku yang diterima panitia belum memenuhi kriteria. 

“Hanya ada tiga daerah yang memenuhi kriteria untuk dinilai dalam Hadiah Sastera Rancagé 2026, yaitu sastera Sunda, Jawa, dan Bali. Adapun buku-buku dalam sastra Lampung, Batak, Madura, dan Banjar, belum ada yang memenuhi syarat untuk diberi hadiah tahun ini. Semoga di tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi buku yang terbit dari daerah-daerah tersebut,” kata Etti RS dalam pembacaan keputusan Hadiah Sastera Rancagé 2026 di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi.

Etti mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan pengumuman ke-38 sejak Hadiah Sastera Rancagé. Setelah melewati perjalanan 38 tahun, Yayasan Rancagé tetap optimis bahwa sastra daerah akan terus berkembang mengikuti zaman. Pasang-surut perhatian masyarakat terhadap sastra daerah adalah hal biasa. 

“Bagi kami, yang terpenting adalah memberi komitmen dan menjaga konsistensi agar hadiah ini tidak terputus, bagaimanapun keadaannya. Mungkin untuk ke depan, naskah yang dinilai tak hanya buku, melainkan manuskrip atau calon buku. Hal ini untuk mengantisipasi kesulitan pengarang dalam menerbitkan buku,” ungkapnya. 

Selain itu, mulai tahun 2025, Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan lagi hadiah untuk kategori jasa setelah sebelumnya terhenti tahun 2018.

Para Pemenang Hadiah Sastra Rancagé

Ari Andriansyah. (Sumber: Facebook/Ari Andriansyah)
Ari Andriansyah. (Sumber: Facebook/Ari Andriansyah)

Buku kumpulan sajak Urat Jagat karya Ari Andriansyah dinyatakan sebagai pemenang karya sastra Sunda setelah menyisihkan dua nominé, yaitu kumpulan carpon Buta Linglung karya Nena Cunara dan kumpulan sajak Lokatmala karya Nita Widiati Efsa.

Sementara itu, karya sastra Jawa yang masuk nomine berjumlah 4 judul, yaitu Ngutug Ati, antologi geguritan karya Kang Ansorik; Hotel Indah, antologi cerita pendek karya Bambang Nugroho; DhaBenSu atau Dhadhung Benang Sutra, novel karya Narko Sodrun Budiman; dan Malaikat Cilik, antologi cerita pendek karya Ki Sudadi. Berdasarkan pertimbangan atas karya yang dinilai, ditetapkan pemenang Hadiah Rancagé 2026 untuk sastera Jawa adalah Malaikat Cilik (Malaikat Kecil), kumpulan cerita pendek karya Ki Sudadi, diterbitkan oleh Tidar Media, Magelang, 2025.

Sedangkan untuk sastera Bali, ada 12 buku yang dinilai sebagai nominé, terdiri atas 1 buku novel, 5 antologi cerpen, dan 6 antologi puisi. Berdasarkan pertimbangan atas karya yang dinilai, Hadiah Rancagé 2026 untuk sastera Bali adalah Lampah Sang Pragina (Perjalanan Sang Penari), novel karya Ketut Sugiarta, diterbitkan oleh Pustaka Ekspresi, Tabanan, Bali, 2025.

Pemenang Hadiah Jasa

Hadiah jasa adalah bentuk penghargaan dari Yayasan Kebudayaan Rancagé kepada individu atau lembaga yang berjasa dalam pengembangan bahasa dan sastra daerah. Hadiah jasa diberikan sejak tahun 1990, tetapi terhenti tahun 2018. Mulai tahun 2025, memberikan kembali hadiah tersebut.

Adapun penerimaan penghargaan jasa tahun 2026 untuk sastera Sunda adalah Aan Merdeka Permana (lahir di Bandung, 16 Novémber 1950). Aan Merdeka Permana merupakan pengarang produktif yang konsisten menulis karya sastra dalam berbagai genre seperti roman, cerpen, dan esai. Ia adalah wartawan senior yang telah berbakti pada dunia jurnalistik sejak tahun 1960-an. Tahun 2025, Aan juga menerbitkan tiga roman yaitu Balada Cinta Nok Sondari, Saritem, dan Siti Munigar.

Baca Juga: Pasar Kaget yang Tidak Mengagetkan, tetapi Membahagiakan

Aan telah menulis ratusan buku. Sejak tahun 1968, ia terus mengarang tanpa henti. Tak hanya menulis, Aan juga menerbitkan sendiri karya-karyanya, bahkan pergi ke berbagai pelosok Jawa Barat untuk mengantar buku tersebut kepada pelanggan setianya. Di masa tua, semangat menulis dan dedikasinya terhadap sastera Sunda tak kunjung padam. Atas pertimbangan tersebut, Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan hadiah jasa tahun 2026 untuk Aan Merdeka Permana.

Para pemenang Hadiah Sastera “Rancagé” 2026 akan mendapatkan penghargaan berupa piagam, dan uang tunai sebesar Rp7.500.000,00. Adapun acara penyerahan hadiah akan diumumkan kemudian. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)