Drama Menegangkan 77 Menit, Thailand Masters 2026 Menjadi Milik Ubed

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: PBSI)
Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: PBSI)

INDONESIA sukses besar dalam BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026 yang dihelat di Nimibutr Arena, Bangkok, Tailan, Minggu (1/2/2026). Dari 5 nomor yang dipertandingkan, Indonesia meraih empat gelar juara melalui: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang juara di ganda putri; Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra); Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran); dan Moh. Zaki Ubaidillah (tunggal putra).

Satu-satunya wakil Tailan sebagai tuan rumah adalah andalan tunggal putra mereka: Panitchapon Teeraratsakul. Panitchapon diharapkan bisa mengalahkan pemain muda Indonesia Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. Sebelumnya pemain muda masa depan Tailan itu tampil di final Indonesia Master 2026 Super 500 di Jakarta, tetapi gagal meraih juara setelah ditekuk Alwi Farhan.

Wajar pubik Tailan sangat berharap kepada Panitchapon. Pertama, Panitchapon lebih senior daripada Ubed--Panitchapon berusia 21 tahun, sedangkan Ubed 18 tahun. Kedua, secara rangking Panitchapon lebih baik--Panitchapon (36), sedangkan Ubed (45); Ketiga, secara head to head Panitchapon unggul 2-0 atas Ubed. Ubed kalah di dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. Keempat, Panitchapon tampil di depan publik sendiri yang tentu saja mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah. Dan kelima, ia ingin mengobati kekalahannya dari Alwi Farhan di Indonesia Masters minggu lalu.

Tapi, tunggu dulu. Memang usia Ubed baru 18 tahun, tetapi juara Asia Junior itu kini sedang dalam kondisi terbaiknya. Sebelum tampil di final, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, termasuk pemain senior unggulan dari Brian Yang jagoan Kanada unggulan 4 hingga Alwi Farhan unggulan 2 berhasil dikalahkannya. Mentalnya pun tak bisa dipandang sebelah mata.

Duel pun berlangsung sengit. Kejar mengejar angka. Jatuh bangun. Adu net tipis. Saling menghunjamkan smes keras. Pertahanan tingkat tinggi. Penonton deg-degan. Jantung berdegup kencang. Keduanya bermain baik dan mendapat tepukan penonton. 

Ubed tak hanya melawan Panitchapon, tapi atlet kelahiran Sampang Madura itu harus menghadapi tekanan satu stadion karena Panitchapon merupakan satu-satunya wakil tuan rumah yang berlaga di babak final.

Panitchapon berhasil membuka keran skor duluan, tetapi Ubed berhasil membalas dua poin untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Duel berlangsung alot saat kedua pemain terus berbalas poin hingga skor imbang 6-6.

Tunggal Tailan unggul dua angka pada 8-6, tetapi Ubed mampu menyamakan skor lagi setelah melepaskan smes lurus. Namun, Panitchapon kembali mampu unggul dua poin lagi sampai memasuki interval gim pertama.

Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Widjaja, memberi arahan. Hasilnya Ubed berusaha tampil lebih tenang selepas jeda. Situasi akhirnya dapat dibalikkan saat Ubed gantian memimpin dua angka pada skor 14-12.

Namun, laga sempat dihentikan sementara saat Ubed mengalami perawatan pada tangannya yang mengalami luka. Panitchapon kemudian mampu menyamakan skor dan bahkan sempat memimpin tiga angka pada skor 19-16.

Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: Dok. PBSI)
Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: Dok. PBSI)

Ubed yang tetap tenang berhasil menyamakan skor dan berbalik mencetak game point duluan setelah smes kerasnya yang sempat menabrak bibir net jatuh di permainan lawan. Lima poin beruntun didapat Ubed setelah pengembalian lawan tidak melewati net sekaligus memenangkan gim pertama.

Gim kedua, Ubed harus tertinggal tujuh angka pada skor 3-10. Namun, Ubed kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi empat angka pada interval dengan skor 7-11.

Selepas jeda, Panitchapon memperlebar keunggulan menjadi enam angka pada skor 16-10. Namun, Ubed berhasil untuk mengejar lagi dengan melesakkan empat poin beruntun. Selisih poin kemudian diubah menjadi satu angka pada 16-17.

Ubed akhirnya berhasil menyamakan skor setelah pukulan dari lawan memanjang keluar. Skor berimbang 17-17. Ubed sempat berbalik unggul 18-17, tetapi lawan juga mencuri dua poin untuk memimpin lagi menjadi 19-18. Skor sempat disamakan lagi oleh Ubed pada 19-19, tetapi smes keras lawan menghasilkan game point.

Dorongan dari Ubed yang akurat masih di dalam garis permainan memaksa set point. Sayangnya, laga harus berlanjut sampai ke gim penentuan.

Baca Juga: ‘Urat Jagat’ karya Ari Andriansyah Raih Hadiah Sastera Rancagé 2026

Gim ketiga, Ubed kembali harus tertinggal duluan sampai interval dengan skor 8-11. Ubed bangkit setelah jeda dengan menyamakan skor pada 15-15 usai melepaskan smes keras lurus.

Kedudukan dipaksa terus berimbang sampai skor 18-18, tetapi dorongan lawan yang jauh memanjang membuat Ubed berbalik unggul. Ubed akhirnya mencatatkan match point duluan dengan keunggulan dua poin. Lawan masih membalas satu poin.

Smes keras Ubed akhirnya menghadirkan gelar juara pertama di ajang BWF World Tour. Ubed menang dengan skor 21-19, 20-22, 21-19.

"Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara," kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. "Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas," tutur Ubed.

Selamat, Ubed! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)