Drama Menegangkan 77 Menit, Thailand Masters 2026 Menjadi Milik Ubed

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Senin 02 Feb 2026, 14:24 WIB
Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: PBSI)

Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: PBSI)

INDONESIA sukses besar dalam BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026 yang dihelat di Nimibutr Arena, Bangkok, Tailan, Minggu (1/2/2026). Dari 5 nomor yang dipertandingkan, Indonesia meraih empat gelar juara melalui: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang juara di ganda putri; Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra); Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran); dan Moh. Zaki Ubaidillah (tunggal putra).

Satu-satunya wakil Tailan sebagai tuan rumah adalah andalan tunggal putra mereka: Panitchapon Teeraratsakul. Panitchapon diharapkan bisa mengalahkan pemain muda Indonesia Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. Sebelumnya pemain muda masa depan Tailan itu tampil di final Indonesia Master 2026 Super 500 di Jakarta, tetapi gagal meraih juara setelah ditekuk Alwi Farhan.

Wajar pubik Tailan sangat berharap kepada Panitchapon. Pertama, Panitchapon lebih senior daripada Ubed--Panitchapon berusia 21 tahun, sedangkan Ubed 18 tahun. Kedua, secara rangking Panitchapon lebih baik--Panitchapon (36), sedangkan Ubed (45); Ketiga, secara head to head Panitchapon unggul 2-0 atas Ubed. Ubed kalah di dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. Keempat, Panitchapon tampil di depan publik sendiri yang tentu saja mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah. Dan kelima, ia ingin mengobati kekalahannya dari Alwi Farhan di Indonesia Masters minggu lalu.

Tapi, tunggu dulu. Memang usia Ubed baru 18 tahun, tetapi juara Asia Junior itu kini sedang dalam kondisi terbaiknya. Sebelum tampil di final, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, termasuk pemain senior unggulan dari Brian Yang jagoan Kanada unggulan 4 hingga Alwi Farhan unggulan 2 berhasil dikalahkannya. Mentalnya pun tak bisa dipandang sebelah mata.

Duel pun berlangsung sengit. Kejar mengejar angka. Jatuh bangun. Adu net tipis. Saling menghunjamkan smes keras. Pertahanan tingkat tinggi. Penonton deg-degan. Jantung berdegup kencang. Keduanya bermain baik dan mendapat tepukan penonton. 

Ubed tak hanya melawan Panitchapon, tapi atlet kelahiran Sampang Madura itu harus menghadapi tekanan satu stadion karena Panitchapon merupakan satu-satunya wakil tuan rumah yang berlaga di babak final.

Panitchapon berhasil membuka keran skor duluan, tetapi Ubed berhasil membalas dua poin untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Duel berlangsung alot saat kedua pemain terus berbalas poin hingga skor imbang 6-6.

Tunggal Tailan unggul dua angka pada 8-6, tetapi Ubed mampu menyamakan skor lagi setelah melepaskan smes lurus. Namun, Panitchapon kembali mampu unggul dua poin lagi sampai memasuki interval gim pertama.

Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Widjaja, memberi arahan. Hasilnya Ubed berusaha tampil lebih tenang selepas jeda. Situasi akhirnya dapat dibalikkan saat Ubed gantian memimpin dua angka pada skor 14-12.

Namun, laga sempat dihentikan sementara saat Ubed mengalami perawatan pada tangannya yang mengalami luka. Panitchapon kemudian mampu menyamakan skor dan bahkan sempat memimpin tiga angka pada skor 19-16.

Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: Dok. PBSI)
Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. (Sumber: Dok. PBSI)

Ubed yang tetap tenang berhasil menyamakan skor dan berbalik mencetak game point duluan setelah smes kerasnya yang sempat menabrak bibir net jatuh di permainan lawan. Lima poin beruntun didapat Ubed setelah pengembalian lawan tidak melewati net sekaligus memenangkan gim pertama.

Gim kedua, Ubed harus tertinggal tujuh angka pada skor 3-10. Namun, Ubed kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi empat angka pada interval dengan skor 7-11.

Selepas jeda, Panitchapon memperlebar keunggulan menjadi enam angka pada skor 16-10. Namun, Ubed berhasil untuk mengejar lagi dengan melesakkan empat poin beruntun. Selisih poin kemudian diubah menjadi satu angka pada 16-17.

Ubed akhirnya berhasil menyamakan skor setelah pukulan dari lawan memanjang keluar. Skor berimbang 17-17. Ubed sempat berbalik unggul 18-17, tetapi lawan juga mencuri dua poin untuk memimpin lagi menjadi 19-18. Skor sempat disamakan lagi oleh Ubed pada 19-19, tetapi smes keras lawan menghasilkan game point.

Dorongan dari Ubed yang akurat masih di dalam garis permainan memaksa set point. Sayangnya, laga harus berlanjut sampai ke gim penentuan.

Baca Juga: ‘Urat Jagat’ karya Ari Andriansyah Raih Hadiah Sastera Rancagé 2026

Gim ketiga, Ubed kembali harus tertinggal duluan sampai interval dengan skor 8-11. Ubed bangkit setelah jeda dengan menyamakan skor pada 15-15 usai melepaskan smes keras lurus.

Kedudukan dipaksa terus berimbang sampai skor 18-18, tetapi dorongan lawan yang jauh memanjang membuat Ubed berbalik unggul. Ubed akhirnya mencatatkan match point duluan dengan keunggulan dua poin. Lawan masih membalas satu poin.

Smes keras Ubed akhirnya menghadirkan gelar juara pertama di ajang BWF World Tour. Ubed menang dengan skor 21-19, 20-22, 21-19.

"Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara," kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. "Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas," tutur Ubed.

Selamat, Ubed! (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)