INDONESIA sukses besar dalam BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026 yang dihelat di Nimibutr Arena, Bangkok, Tailan, Minggu (1/2/2026). Dari 5 nomor yang dipertandingkan, Indonesia meraih empat gelar juara melalui: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang juara di ganda putri; Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra); Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran); dan Moh. Zaki Ubaidillah (tunggal putra).
Satu-satunya wakil Tailan sebagai tuan rumah adalah andalan tunggal putra mereka: Panitchapon Teeraratsakul. Panitchapon diharapkan bisa mengalahkan pemain muda Indonesia Ubed, panggilan akrab Moh. Zaki Ubaidillah. Sebelumnya pemain muda masa depan Tailan itu tampil di final Indonesia Master 2026 Super 500 di Jakarta, tetapi gagal meraih juara setelah ditekuk Alwi Farhan.
Wajar pubik Tailan sangat berharap kepada Panitchapon. Pertama, Panitchapon lebih senior daripada Ubed--Panitchapon berusia 21 tahun, sedangkan Ubed 18 tahun. Kedua, secara rangking Panitchapon lebih baik--Panitchapon (36), sedangkan Ubed (45); Ketiga, secara head to head Panitchapon unggul 2-0 atas Ubed. Ubed kalah di dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. Keempat, Panitchapon tampil di depan publik sendiri yang tentu saja mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah. Dan kelima, ia ingin mengobati kekalahannya dari Alwi Farhan di Indonesia Masters minggu lalu.
Tapi, tunggu dulu. Memang usia Ubed baru 18 tahun, tetapi juara Asia Junior itu kini sedang dalam kondisi terbaiknya. Sebelum tampil di final, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, termasuk pemain senior unggulan dari Brian Yang jagoan Kanada unggulan 4 hingga Alwi Farhan unggulan 2 berhasil dikalahkannya. Mentalnya pun tak bisa dipandang sebelah mata.
Duel pun berlangsung sengit. Kejar mengejar angka. Jatuh bangun. Adu net tipis. Saling menghunjamkan smes keras. Pertahanan tingkat tinggi. Penonton deg-degan. Jantung berdegup kencang. Keduanya bermain baik dan mendapat tepukan penonton.
Ubed tak hanya melawan Panitchapon, tapi atlet kelahiran Sampang Madura itu harus menghadapi tekanan satu stadion karena Panitchapon merupakan satu-satunya wakil tuan rumah yang berlaga di babak final.
Panitchapon berhasil membuka keran skor duluan, tetapi Ubed berhasil membalas dua poin untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Duel berlangsung alot saat kedua pemain terus berbalas poin hingga skor imbang 6-6.
Tunggal Tailan unggul dua angka pada 8-6, tetapi Ubed mampu menyamakan skor lagi setelah melepaskan smes lurus. Namun, Panitchapon kembali mampu unggul dua poin lagi sampai memasuki interval gim pertama.
Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Widjaja, memberi arahan. Hasilnya Ubed berusaha tampil lebih tenang selepas jeda. Situasi akhirnya dapat dibalikkan saat Ubed gantian memimpin dua angka pada skor 14-12.
Namun, laga sempat dihentikan sementara saat Ubed mengalami perawatan pada tangannya yang mengalami luka. Panitchapon kemudian mampu menyamakan skor dan bahkan sempat memimpin tiga angka pada skor 19-16.

Ubed yang tetap tenang berhasil menyamakan skor dan berbalik mencetak game point duluan setelah smes kerasnya yang sempat menabrak bibir net jatuh di permainan lawan. Lima poin beruntun didapat Ubed setelah pengembalian lawan tidak melewati net sekaligus memenangkan gim pertama.
Gim kedua, Ubed harus tertinggal tujuh angka pada skor 3-10. Namun, Ubed kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi empat angka pada interval dengan skor 7-11.
Selepas jeda, Panitchapon memperlebar keunggulan menjadi enam angka pada skor 16-10. Namun, Ubed berhasil untuk mengejar lagi dengan melesakkan empat poin beruntun. Selisih poin kemudian diubah menjadi satu angka pada 16-17.
Ubed akhirnya berhasil menyamakan skor setelah pukulan dari lawan memanjang keluar. Skor berimbang 17-17. Ubed sempat berbalik unggul 18-17, tetapi lawan juga mencuri dua poin untuk memimpin lagi menjadi 19-18. Skor sempat disamakan lagi oleh Ubed pada 19-19, tetapi smes keras lawan menghasilkan game point.
Dorongan dari Ubed yang akurat masih di dalam garis permainan memaksa set point. Sayangnya, laga harus berlanjut sampai ke gim penentuan.
Baca Juga: ‘Urat Jagat’ karya Ari Andriansyah Raih Hadiah Sastera Rancagé 2026
Gim ketiga, Ubed kembali harus tertinggal duluan sampai interval dengan skor 8-11. Ubed bangkit setelah jeda dengan menyamakan skor pada 15-15 usai melepaskan smes keras lurus.
Kedudukan dipaksa terus berimbang sampai skor 18-18, tetapi dorongan lawan yang jauh memanjang membuat Ubed berbalik unggul. Ubed akhirnya mencatatkan match point duluan dengan keunggulan dua poin. Lawan masih membalas satu poin.
Smes keras Ubed akhirnya menghadirkan gelar juara pertama di ajang BWF World Tour. Ubed menang dengan skor 21-19, 20-22, 21-19.
"Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara," kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. "Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas," tutur Ubed.
Selamat, Ubed! (*)
