Momentum Makan Ikan untuk Generasi Emas Indonesia

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi makan ikan untuk generasi emas Indonesia. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ilustrasi makan ikan untuk generasi emas Indonesia. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)

Konsumsi ikan menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk anak. Hal krusial ini patut diberi perhatian serius dan lebih intens. Mengingat kecerdasan pada anak sebagai investasi jangka panjang. Anggapan bahwa konsumsi ikan tidak bisa dianggap remeh sangat benar dan perlu konsekuensi logis. 

Kekhawatiran kita bukan sekadar pola makan melainkan harapan pada generasi Indonesia emas sungguh diperhatikan dan wajib diperhitungkan dalam bentuk kebijakan. Sebab negeri kita bukan sekadar menjadi wilayah yang lautnya luas melainkan negeri kita melimpah hasil lautnya. 

Kebijakan dari pemerintah menerapkan makan bergizi gratis mengandung makna yang tersirat. Tak menampik dalam pengelolaan yang belum baik. Tetapi makan bergizi gratis jika dimaksimalkan dengan pola makan terbaik, utamanya makan ikan sangat berpotensi meningkatkan kecerdasan pada anak.

Anak yang rutin makan ikan dibuktikan oleh penelitian yang menyebutkan IQ-nya meningkat lebih tinggi, minimal makan ikan seminggu sekali. Dari hal itu, tidak bisa disangkal lagi, anak mesti diarahkan makan ikan dengan baik. 

Jika ditelusuri melalui data ⁠Kementerian Kelautan dan Perikanan, konsumsi ikan nasional menunjukkan kenaikan yang tinggi, dimulai tahun 2023 yaitu 57,91 kg, tahun 2024 yaitu 58,91 kg, tahun 2025 menunjukkan konsumsi ikan untuk kategori rumah tangga menembus 26,08 kg. Maka rutin makan ikan sangat penting, salah satunya mencegah stunting pada anak.

Di rumah tangga perlu diketahui bahwa porsi makan ikan untuk anak, pada usia 1 sampai 3 tahun hanya sekitar 1 ons atau 28 gram, pada usia 4 sampai 7 tahun sekitar 2 ons atau 56 gram, dan pada usia anak 8 tahun ke atas dengan porsi seperempat orang dewasa minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu.

Memaksimalkan konsumsi ikan seiring dengan penyelenggaraan hari laut di tahun 2026. 

Kampanye Makan Ikan 

Kampanye makan ikan pada anak sebagai investasi bagi bangsa Indonesia. Jika kebijakan searah dengan kebutuhan maka tidak ada komentar lagi untuk meningkatkan kebijakan menjadi teknis yang tepat guna. Prinsipnya menyalakan semangat kepada masyarakat untuk mengedepankan kepentingan konsumsi pada anak. 

Meskipun terlihat biasa dan tidak bisa disepelekan begitu saja. Nampak masih terdapat wilayah yang mengalami ketimpangan. 

Konsumsi ikan yang rendah mengindikasikan bahwa wilayah tersebut belum memiliki kebijakan yang terbaik. Sehingga masyarakat masih belum terlalu paham dan tidak segera bertindak. 

Jika ditelisik berdasarkan wilayah, maka wilayah yang mendominasi makan ikan pada Provinsi Maluku Utara dan Papua. Sementara wilayah Jawa Barat dan DI Yogyakarta kecenderungannya rendah dalam mengonsumsi ikan.

Maka sudah sepantasnya kebijakan pemerintah pusat dan daerah menyeragamkan kebijakannya sehingga makan ikan pada anak bukan salah satu pilihan. Melainkan diwajibkan bahkan mendapatnya dengan gratis. Demi anak Indonesia di masa mendatang. 

Kalau kebijakan tersebut berlaku tentu ini menjadi berita gembira. Dan dapat dipastikan kecerdasan anak Indonesia meningkat. 

Kemudian tujuan pendidikan berkualitas bukan sebatas jargon. Pelaksanaan pendidikan semakin banyak dijumpai anak-anak hebat. Aktif berprestasi.

Dari sekian banyaknya olahan yang belum tentu menyehatkan, maka adanya ikan yang memiliki protein tingi patut menjadi pilihannya. 

Sebenarnya laut Indonesia bukan milik personal. Hadirnya laut di negeri kita untuk kesejahteraan masyarakatnya. Sekalipun demikian banyaknya ilegal fishing sampai melakukan penambangan ikan membabi buta, tetapi hak dasar masyarakat untuk mengingat bahwa Indonesia adalah negeri yang memberikan sejuta kebermanfaatan, dan ikanlah yang dapat dinikmati oleh masyarakatnya. Bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut.

Oleh karenanya, memakan ikan sebagai pemaknaan terhadap kemerdekaan laut Indonesia, sejujurnya kita masih berjuang untuk mendapatkan daulat atas laut dan seisinya. Merdekanya kelautan kita harus diimplementasikan menjadi kemakmuran masyarakat untuk mengonsumsi ikan di seluruh wilayah Indonesia tak terkecuali. 

Hebatnya, kita akan melihat bahwa laut Indonesia bukan sekadar luasnya, tetapi hak dasar dan hak asasi masyarakat dikelola seefisien mungkin pada isi laut yang ada. 

Kita tidak boleh melakukan penambangan ilegal tetapi kita diperintahkan untuk mendapatkan hasil laut untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, sebagaimana kita mengerti bahwa wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan yang luas.

Nampaknya kita perlu merefleksi bersama. Sejauh ini siapakah yang bertanggung jawab atas kesadaran jika masyarakat belum makan ikan rutin? Sedangkan untuk mengelola ikan, pemerintah mendapatkan hak prerogatif. 

Marilah mengetik diri dan mengetuk hati. Kelak, kemerdekaan laut akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan pemimpinnya.

Desak lagi, hari laut bukan program semata-mata menunaikannya tetapi hajat makan ikan akan membuat pemerintah menyadari bahwa bangsa cerdas adalah kemampuan masyarakat untuk mengedepankan kualitas anak-anak Indonesia. (*)


Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jul 2026, 19:01

Rumah Sakit Dustira: Perkembangan dari Rumah Sakit Militer menjadi Rumah Sakit Modern

Sejarah panjang Rumah Sakit Dustira dari pertama kali dibangun hingga di era modern sekarang.

Militair hospitaal te Tjimahi bij Bandoeng. (sumber: KITLV)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 18:16

Upaya Membangun Kesadaran dan Sinergitas untuk Pengolahan Sampah

Agar masyarakat bersama-sama dalam membangun kesadaran dalam pengelolaan sampah.

Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 17:39

Mendesak Gejolak Gaji Guru Naik

Pentingnya menyuarakan aspirasi atas naiknya gaji bukan untuk membenturkan opini.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 17:08

Harian Merdeka, Surat Kabar yang Mengawal Kemerdekaan

Di antara deretan surat kabar yang lahir pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia, Harian Merdeka menempati tempat yang istimewa.

Kin Sanubary memperlihatkan surat kabar Merdeka edisi 3 Juni 1974, sebuah terbitan bersejarah yang kini telah berusia 52 tahun. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 16:44

Hari Bhayangkara: Keilmuan Kriminologi di Tengah Frustrasi Sosial  

Perkembangan kepolisian dunia saat ini fokus kepada masalah integritas institusional kepolisian

Personel Polda Jabar dari Kesatuan Brimob sedang berjaga di obyek vital Stasiun KA Rancaekek Kabupaten Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 15:44

Membaca Ulang Hijrah di Tengah Gaduhnya Reformasi Jilid 2

Refleksi Muharram yang membaca gejolak Reformasi Jilid 2 sebagai panggilan hijrah birokrasi: perubahan mentalitas, ekonomi berkeadilan, dan digitalisasi yang melayani rakyat.

Ilustrasi flat vector bertema keuangan. (Sumber: Pexels | Foto: Monstera Production)
Wisata & Kuliner 01 Jul 2026, 14:34

Panduan Wisata Tahura Djuanda Bandung: Tiket, Gua Belanda, dan Curug

Jelajahi Tahura Djuanda Bandung yang memiliki Gua Belanda, Gua Jepang, Curug Omas, dan jalur trekking di tengah hutan konservasi. Lengkap dengan tiket dan tips.

Taman Hutan Raya Djuanada Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Linimasa 01 Jul 2026, 12:10

Membunuh Waktu di Kolam Pemancingan

Hobi memancing membuat banyak orang rela menghabiskan waktu seharian di kolam demi sensasi tarikan ikan dan suasana yang menenangkan.

Memancing, hobi yang membunuh waktu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 10:58

Renungan Hari Bhayangkara, Mengapa Usia Pelaku Kejahatan Semakin Muda?

Pelaku kriminal di Indonesia yang semakin muda akibat interaksi kompleks antara paparan teknologi tanpa filter, disfungsi keluarga, tekanan kelompok sebaya, dan desakan ekonomi.

Ilustrasi fenomena kejahatan yang dilakukan oleh remaja (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Faqih Rohman Syafei)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 10:45

Menengok Ulang Strategi Komunikasi Persib Bandung dalam Publikasi Jersey 2025/2026

Menelaah tentang keselarasan komunikasi pada publikasi jersey musim 2025/2026.

Tim Persib Bandung memperkenalkan jersey untuk kompetisi BRI Super League 2025/2026
di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu 2 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 09:57

Bukan Sekadar Macet, Ada Risiko Besar di Lampu Merah Keluar Tol Pasteur

Kemacetan di lampu merah keluar Tol Pasteur bukan sekadar persoalan antrean kendaraan.

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 08:38

Aliansi Penerbangan Global Rayakan 25 Tahun dengan Pesan Inovasi dan Konektivitas

Publikasi perayaan 25 tahun yang dimuat pada website resmi dan media sosial Instagram menunjukkan konsistensi.

Ilustrasi aliansi penerbangan global. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 01 Jul 2026, 08:26

Momentum Makan Ikan untuk Generasi Emas Indonesia

Kekhawatiran kita bukan sekadar pola makan melainkan harapan pada generasi emas sungguh diperhatikan.

Ilustrasi makan ikan untuk generasi emas Indonesia. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 20:24

Surat Terbuka untuk Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (Unpad)

Saya memohon kepada Pusat Budaya Sunda Unpad untuk mengungkap kebenaran sejarah Hari Lahir Tatar Sunda.

Acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jun 2026, 19:34

5 Tempat Wisata Gratis di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Temukan rekomendasi wisata gratis di Bandung mulai dari Babakan Siliwangi Forest Walk, Teras Cikapundung, Gasibu, hingga Alun-Alun Bandung.

Hutan Babakan Siliwangi, salah satu tempat wisata gratis di Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 18:46

Ketika Absensi Tidak Lagi Menjamin Disiplin Kerja

Mengubah paradigma disiplin kerja dari budaya absensi menuju budaya kinerja yang berorientasi pada hasil, dan akuntabilitas untuk menjawab tantangan dunia kerja modern serta transformasi birokrasi

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 18:15

Regulasi Harga Baju untuk Melindungi Pedagang Lokal

Kemajuan teknologi mempermudah perdagangan digital dan akses belanja.

Ilustrasi membeli baju secara online. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 17:10

Menimbang Ekonomi Gig, Bisa Menjadi Penopang Keluarga?

Dimasa mendatang pasar kerja fleksibel atau biasa disebut gig akan semakin meluas

Ilustrasi gig workers. (Sumber: Pexels | Foto: ROMAN ODINTSOV)
Ayo Biz 30 Jun 2026, 16:02

Mencari Bumbu Rujak Ambu di Gang Tamansari, Menemukan Rasa yang Sudah Sampai ke Jepang

Dari gang sempit di Tamansari, jejak rasa Bumbu Rujak Ambu sudah sampai ke Jeddah, Jepang, Australia, hingga Hong Kong.

Bumbu Rujak Ambu dalam beragam varian produk dan kemasan, (25/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 15:40

Komedi Stambul, Tawa Cosmopolitan yang Menyulut Jiwa Bangsa dari Panggung Batavia

Inilah kisah perlawanan elegan masyarakat bawah Batavia yang berhasil meruntuhkan sekat sosial lewat kekuatan tawa.

Suasana keriuhan pementasan pesta rakyat Komedi Stamboul Batavia (Sumber: senibudaya betawi.com)