Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pegawai-pegawai stasiun radio Bandung setelah mendapatkan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 pun menyiarkan pada malam harinya.

  • Lepas tengah hari pada tanggal 17 Agustus 1945, Bari Lukman yang merupakan wartawan muda harian Tjahaja, telah mendapatkan izin dari Muh. Kurdi, menuliskan teks Proklamasi pada papan tulis di depan harian umum Tjahaja.

  • Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung. Hal ini disebabkan antara lain oleh usaha dari percetakan Siliwangi yang di bawah kepemimpinan Bapak Sasmita yang telah membuat kertas selebaran berisi pengumuman proklamasi kemerdekaan Indonesia yang telah dibacakan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Hatta atas nama bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Keterangan ini berdasarkan wawancara kepada Bapak Ace Bastaman pada 20 Maret 1966, dan dituliskan oleh pihak pemkot Bandung untuk kepentingan data pada 6 Juni 1980.

Pegawai-pegawai stasiun radio Bandung setelah mendapatkan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 pun menyiarkan pada malam harinya dengan menggunakan alat pemancar yang berada di Lingkungan PTT di Palasari yang berdaya antara 20 sampai 100 kW. Demikianlah pada tanggal 18 Agustus malam, di kamar kontrol studio radio Tegalega, dijaga oleh para pemuda, antara lain adalah Sofyan Djunaidi dan Alamsyah di ruang operator, di bagian teknik terdapat R.A. Darya, Odas Sumadilaga, Herman Gandasasmita, Aiyat, Memed Sudiono, Brotokusumo dan Abdulrazak Rasjid.

Tepat pukul 7 malam waktu Bandung, operator Hasyim dengan diawali Bismilahirrahmannirahiim, membuka tombol dan berkumandanglah lagu Indonesia Raya. Selesai lagu Indonesia Raya berkumandang, tombol untuk penyiar ditekan dan keluarlah suara berat Alamsyah dan dimulai dengan kalimat:

“Di sini Bandung untuk siaran Radio Republik Indonesia …”

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lainnya diselenggarakan dengan cara

saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 45

Atas nama Bangsa Indonesia

Soekarno – Hatta.

(hasil wawancara dengan Nugroho Notosusanto pada tanggal 13 Agustus 1971 kepada pemkot Bandung).

Lepas tengah hari pada tanggal 17 Agustus 1945, Bari Lukman yang merupakan wartawan muda harian Tjahaja, telah mendapatkan izin dari Muh. Kurdi, menuliskan teks Proklamasi pada papan tulis di depan harian umum Tjahaja. Kemudian meminta kepada Isa Anshari agar bendera Merah Putih milik Jawa Hokokai (organisasi resmi milik pemerintah Jepang yang dibentuk pada 8 Januari 1944 oleh panglima ke-16 Jendral Kumakichi Harada, organisasi ini bertujuan untuk menghimpun tenaga dalam menggerakkan sumber daya dan menumbuhkan semangat berkobar rakyat Jabar untuk perang Asia Timur Raya) diberikan untuk dikibarkan di atas gedung Denis (BJB Braga, sekarang).

Dengan berlari-lari Bari Lukman dari kantor Jawa Hokokai (sekarang BRI tower alun-alun Bandung) menuju gedung Denis, naik menuju lantai tiga gedung tersebut untuk mengibarkan sang Merah Putih sekitar pukul 1 siang. Orang-orang yang menyaksikan hal tersebut antara lain adalah Koswara Koko, Moh. Kurdi, Ahmad Sarbini dan Dayat Hardjakusumah. Sekembali dari lantai tiga gedung Denis, ternyata tulisan teks Proklamasi di papan tulis harian umum Tjahaja tersebut telah dihapus atas perintah orang Jepang, namun dengan keberanian Bari Lukman menuliskan kembali teks proklamasi tersebut.

Demikian pula dalam semua jawatan pemerintah pun telah mengetahui dan mempersiapkan segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi. Beberapa hari kemudian sejumlah pegawai stasiun Radio Republik Indonesia Bandung dari bagian teknik dan penyiaran, dengan menggunakan dua mobil pick up memberikan penerangan kepada warga masyarakat di daerah-daerah di kawasan Bandung Raya yaitu Dayeuhkolot, Banjaran, Soreang, Majalaya, Ciparay, Rancaekek, Ujungberung, Lembang, Padalarang, Cimahi, dengan cara menghubungi terlebih dahulu para aparat setempat (informasi lisan dari Abdulrazak Rasjid tahun 1976 kepada pemkot Bandung).

Walikota Bandung pertama setelah masa Republik Indonesia adalah R. Ating Atmadinata, walikota Bandung sebelumnya. Sampai dengan selesai revolusi kemerdekaan jabatan walikota Bandung berturut-turut dipegang oleh Syamsurizal dan Ir. Ukar Bratakusumah.

Pada tanggal 24 Agustus 1945 di Priangan telah berkumpul 21 utusan dari daerah-daerah di karesidenan Priangan untuk membentuk Komite Nasional Indonesia Daerah Karesidenan Priangan. Sore harinya telah dapat dipilih beberapa anggota eksekutif, susunan wakil-wakil itu adalah sebagai berikut:

Wakil-wakil Organisasi

  1. Drs. Suratman Erwin mewakili Jawa Hokokai
  2. Suparto mewakili Polisi
  3. Bratanata mewakili Badan Pembantu Prajurit
  4. Niti Sumantri mewakili Badan Pembantu Prajurit
  5. Ema Puradiredja mewakili Fujinkai (organisasi perempuan buatan Jepang)
  6. Ir. Ukar Bratakusumah mewakili Barisan Pelopor
  7. Anwar Pamuncak mewakili Hoko Tai Iku Tai (kegiatan olahraga buatan Jepang)
  8. Ir. Abdul Karim mewakili Kyoku Hokokai (guru yang dibentuk pemerintah Jepang)

Wakil-wakil golongan sosial

  1. Sanusi Hardjadinata mewakili Golongan para saudagar Bandung.
  2. Mashudi mewakili golongan pemuda
  3. Dr. Junjunan Setiakusumah mewakili pencak silat
  4. Dr. Purwo mewakili alim ulama
  5. Prof. Ir. Rooseno mewakili bagian teknik

Wakil perorangan

  1. Ir Laoh
  2. Piepela
  3. Sumcil
  4. Mr. Mulyadi
  5. Mr. Syafrudin Prawiranegara

Dan, pengurus harian komite nasional Karesidenan Priangan

  1. Ketua Niti Sumantri
  2. Wakil Ir. Ukar Bratakusumah
  3. Anggota Anwar Pamuncak dan Hamdani.

Komite ini dibentuk warga Bandung untuk melancarkan perjuangan Priangan dalam membantu menegakkan kemerdekaan. Hal ini menandakan bahwa warga Bandung pun bergegas dalam menanggapi proklamasi yang digaungkan di Jakarta. Warga Bandung pun bersiap dan memasang semangat serta kesiapan mereka dalam kemungkinan adanya serangan kembali, namun tekad warga kota Bandung sangatlah positif, mereka mengerahkan segala kemampuannya untuk membantu menyokong kemerdekaan negeri ini.

Semoga semangat membara ini tetap bisa kita lanjutkan sekarang, dengan mengisi kemerdekaan ini dengan menjunjung kejujuran dan welas asih. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)