Minum Air Sungai Perlahan Meracuni Tubuh

4 menit baca
Metta Olivia Putri Nugroho
Ditulis oleh Metta Olivia Putri Nugroho diterbitkan
Perairan Sungai Citarum di Blok Desa Selacau Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi area penampungan sampah kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Perairan Sungai Citarum di Blok Desa Selacau Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi area penampungan sampah kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Sungai yang membentang sepanjang 297 kilometer, sungai Citarum, tidak hanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS), namun juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang lebih luas.

Sayangnya, sungai ini tercemar akibat limbah industri yang tidak diolah dengan baik, limbah masyarakat, serta limbah agrikultur yang terus dialiri tanpa pemfilteran begitu saja, hingga menjadi salah satu sungai yang paling tercemar di dunia.

Padahal, air sungai ini menjadi sumber air minum untuk kalangan luas, maka secara tidak langsung masyarakat meracuni tubuh mereka. 

Air Sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, sudah tidak layak dijadikan sumber air minum akibat tercemar oleh limbah yang mengandung logam berat yang dapat merusak kesehatan manusia. Air dan sedimen sungai telah tercemar oleh logam berat seperti krom (Cr), tembaga (Cu), seng (Zn), nikel (Ni), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) sepanjang alirannya.

Kandungan logam tersebut diakibatkan oleh berbagai industri yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang baik, sehingga terjadi akumulasi logam beracun. Industri di DAS Citarum didominasi oleh industri tekstil, namun terdapat juga industri farmasi, makanan, baja, dan juga kertas.

Namun, menurut Bandung Raya.Net (2025), airnya masih dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk air minum oleh PDAM khususnya di daerah Bandung, Purwakarta, Karawang dan Bekasi, Rengasdengklok, dan bahkan untuk suplesi air di Jakarta.

Kasus infeksi saluran pencernaan di kalangan masyarakat DAS Citarum yang menggunakan sungai sebagai sumber air meningkat berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Singaperbangsa Karawang (2024) membuktikan bahwa air sungai tidak aman dijadikan sumber air minum.

Menurut menteri kesehatan RI, Nila Moeloek (Kemenkes, 2018), kandungan logam dalam air sungai dapat menyebabkan gangguan saraf karena logam berat yang berada di dalam tubuh manusia mengalami proses penguraian menjadi ion-ion di dalam usus yang kemudian masuk ke dalam darah dan mencapai otak.

Selain itu, masih terdapat dampak lain dari terakumulasinya logam dalam tubuh, seperti disfungsi ginjal, meningkatan resiko terkena kanker, kerapuhan pada tulang dan sel-sel darah, menurunkan fungsi organ reproduksi, serta anemia.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Beberapa logam seperti timbal, kadmium, dan merkuri dapat merusak fungsi paru-paru, hati, dan ginjal, serta menimbulkan penyakit seperti bronkitis, asma, dan tekanan darah tinggi. Meskipun tembaga dibutuhkan tubuh, jika dikonsumsi berlebih dapat menyebabkan penyakit Wilson dan Kinsky yang ditandai dengan sirosis hati, kerusakan otak, gangguan ginjal, dan demielinasi.

Kandungan logam berat pada air sungai dapat diatasi dengan berbagai metode fisik seperti filtrasi dan pengendapan, metode kimia seperti presipitasi dan kromatografi pertukaran ion, maupun metode biologi seperti fitoremediasi. Metode filtrasi yaitu penyaringan air menggunakan media pasir zeolit atau antrasit sehingga logam terperangkap di dalamnya dan didapatkan air yang bebas dari logam berat.

Sungai Citarum jadi lautan sampah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Sungai Citarum jadi lautan sampah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Pada metode presipitasi dan pengendapan, dilakukan penambahan bahan kimia seperti natrium hidroksida (NaOH) atau kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) ke dalam air limbah sehingga terbentuk endapan logam berat sebagai hidroksida yang tidak larut dan dapat dipisahkan dari air. Kromatografi pertukaran ion merupakan metode yang menggunakan resin kation dan anion untuk menggantikan ion logam berat dengan ion lain yang tidak berbahaya. Langkah fitoremediasi yaitu dengan memanfaatkan tanaman seperti eceng gondok, kayu apu, atau pun melati air untuk menyerap, mengakumulasi, dan menghilangkan logam berat dari air.

Hambatan yang dihadapi dalam penanggulangan kandungan logam berat pada air Sungai Citarum meliputi tingginya biaya, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurang efektifnya koordinasi antar lembaga pemerintah. Mayoritas industri di DAS Citarum belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar karena pembangunan dan pemeliharaannya memerlukan biaya yang besar, sehingga limbah belum terurai dengan baik.

Pengawasan dan penegakan hukum pemerintah yang lemah membuat masyarakat dan industri membuang limbah tanpa pengolahan lebih dulu, sehingga memperburuk kualitas air sungai dan menghambat efektivitas metode pengolahan limbah.

Mengingat kondisi sungai yang cukup panjang terdapat keragaman dan volume limbah yang besar, peran masyarakat dan industri sekitar DAS Citarum krusial dalam membantu penanggulangan dengan mengolah limbah sebelum dibuang agar tidak meningkatkan kadar logam pada air dan sedimen sungai. Selain itu, untuk mengoptimalkan metode pengolahan logam pada air sungai, perlu melibatkan berbagai instansi, kurangnya koordinasi antar lembaga membuat program pengolahan air tidak berjalan secara optimal. 

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Pencemaran Sungai Citarum oleh logam berat akibat limbah industri, masyarakat, dan UMKM mengakibatkan airnya tidak layak dijadikan sumber air minum tanpa pengolahan intensif. Kini air dan sedimen Sungai Citarum mengandung logam berat seperti Cr, Cu, Zn, Ni, Pb, dan Cd yang mayoritas berasal dari industri tekstil yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang memadai, serta dari limbah masyarakat dan UMKM yang tidak diolah dengan baik.

Walaupun demikian, airnya masih dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk minum oleh PDAM di wilayah Bandung, Karawang, Bekasi, bahkan hingga Jakarta. Sangat diperlukan pengolah limbah yang baik dari industri karena logam yang terakumulasi dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan masyarakat dengan risiko penyakit berbahaya, seperti gangguan saraf, kerusakan ginjal, dan gangguan sistem reproduksi. Langkah penanggulangan dapat dilakukan dengan penambahan bahan kimia sehingga logam terlarut menjadi padatan yang dapat diendapkan, menggunakan resin penukar ion, ataupun memanfaatkan tanaman untuk menyerap logam berat.  (*)

Daftar Pustaka

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Metta Olivia Putri Nugroho
Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)