Membedah Kritik dan Aktivisme dalam Iklan Satir #SaveRajaAmpat HMNS

3 menit baca
Shavanna Ambar Kirani
Ditulis oleh Shavanna Ambar Kirani diterbitkan
Pemandangan Udara Kepulauan Raja Ampat. (Sumber: Pexels/Angke Widya)
Pemandangan Udara Kepulauan Raja Ampat. (Sumber: Pexels/Angke Widya)

Mengikuti ramainya tagar #SaveRajaAmpat di media sosial, HMNS Perfumery, brand parfum lokal Indonesia, merilis video promosional satir mengkritik pemerintah mengenai isu tambang nikel yang dibangun di Raja Ampat pada Rabu (11/6).

Dalam video tersebut, HMNS menyorot dampak tambang nikel terhadap lingkungan dan keindahan Raja Ampat dan keserakahan pemerintahan yang rela menghancurkan salah satu keindahan Indonesia demi uang.

Di tengah banjiran pujian yang diterima oleh HMNS, pengguna X @_alvacentaury menyampaikan kekecewaan dan kemarahannya terhadap video satir itu.

Tanpa ba-bi-bu, ia menyatakan bahwa video yang diunggah oleh HMNS bukanlah suatu hal yang perlu dibanggakan, menyebutnya sebagai bahan brand marketing yang tidak bisa membaca urgensi isu Raja Ampat.

Cuitannya yang penuh emosi itu tentu mengundang netizen untuk membela HMNS, sebuah brand lokal yang menggunakan platformnya untuk hal yang positif dengan mengangkat isu nasional ini.

Namun, bagaimana dengan kebenaran dalam statement yang diberikan oleh @_alvacentaury? 

Kebebasan berpendapat dalam media daring

Dalam pasal 28E UUD 1945, disebutkan bahwa setiap warga Indonesia memiliki hak kebebasan berpendapat.

Ayat kedua pasal 28E menyebutkan “setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”.

Hal ini selaras dengan akun @_alvacentaury yang mengungkapkan kritikannya terhadap iklan satir HMNS. Cuitan bermuatan kritik tersebut justru dihakimi oleh netizen dengan dalih bahwa ia seharusnya ‘bersyukur’ masih ada brand lokal yang membuka suara terkait isu tambang nikel Raja Ampat. 

Di luar itu, cuitan yang diunggah olehnya juga seharusnya bisa membuka diskusi mengenai brand activism dan bagaimana sebuah brand bisa melakukan pendekatan terhadap isu sensitif yang sedang terjadi.

Haruskah puas dengan performative activism?

Ilustrasi kritik akan kepedulian lingkungan. (Sumber: Pexels/Markus Spiske)
Ilustrasi kritik akan kepedulian lingkungan. (Sumber: Pexels/Markus Spiske)

Kritikan yang disampaikan olehnya juga tidak sepenuhnya salah. Unggahan HMNS bisa dengan mudah jatuh dalam kategori performative activism yang merupakan aktivisme yang dilakukan demi meningkatkan positive publicity seseorang atau dalam konteks ini suatu merek. 

Framing HMNS yang hanya fokus pada keindahan alam yang akan dirusak oleh tambang nikel juga menjadi salah satu hal yang dikritik secara gencar oleh @_alvacentaury.

Framing tersebut kurang menyoroti urgensi akan apa yang terjadi di Raja Ampat. Bukan hanya lingkungannya yang terancam, namun juga kehidupan dan budaya masyarakat adat yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah.

Selain itu, video yang diunggah oleh HMNS tidak diikuti informasi lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Raja Ampat, atau informasi mengenai bagaimana kita sebagai konsumen HMNS bisa membantu mencegah dilanjutkannya tambang nikel ini. Langkah ini memberikan kesan ‘angkat tangan’ terhadap isu yang mereka bawa.

Loyalitas brand dalam aktivisme

Brand lokal Kula menjadi salah satu contoh merek kecantikan di Indonesia yang berhasil melakukan aktivisme melalui brand-nya.

Mereka secara rutin berkolaborasi dengan berbagai NGO dan fundraiser, di mana sebagian profit bulanan mereka disumbangkan kepada organisasi dan fundraiser yang berbeda-beda.

Meskipun tidak bisa dibandingkan sepenuhnya karena perbedaan dalam isu yang mereka perjuangkan, Kula kepada konsumennya bahwa mereka konsisten dalam perjuangan mereka.

Dalam media sosialnya, mereka terus mengunggah informasi dan cara konsumennya bisa ikut menyumbang bantuan dalam isu yang diangkat oleh mereka.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Di sisi lain, HMNS belum pernah mengunggah informasi lain terkait kasus tambang nikel di Raja Ampat ini. Mereka hanya mengunggah ulang pujian yang disampaikan oleh netizen terhadap video mereka. Tagar #SaveRajaAmpat yang digunakan untuk menaikkan kesadaran akan isu ini juga tidak digunakan dalam unggahan video HMNS.

Bukan panas dan kebencian, kritikan @_alvacentaury seharusnya disambut dengan diskusi kritis terkait brand activism HMNS.

Penting untuk mempertanyakan sejauh mana brand lokal yang berorientasi pada keuntungan, sama seperti pemerintah yang mereka kritik, bersedia untuk menjalankan aktivisme mereka. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)