Narasi Damai untuk Iran dan Israel

4 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)

Jauh sebelum terjadi perang Rusia vs Ukraina, perang yang melibatkan banyak negara sudah hadir, yaitu perang antara Israel dengan Palestina yang tidak pernah ada kata damai. 

Belum juga tuntas perang dengan Palestina, Israel menambah musuhnya dengan mengajak berperang Iran, resikonya Israel harus merelakan Kota Tel Aviv terus dihujani rudal rudal dari Iran. 

Banyak yang memprediksi kalau perang Iran dengan Israel merupakan perang yang bisa memicu perang dunia ketiga. Sebagaimana diprediksi Albert Einstein akan terjadi perang dunia III namun tidak mengetahui senjata apa yang digunakan. 

Albert Einstein juga memprediksi pada fase berikutnya akan terjadi perang dunia IV, namun senjata yang digunakan ialah tongkat dan batu.

Israel yang didukung Amerika Serikat, sementara Iran mendapat dukungan penuh Rusia, yang diduga didukung juga oleh negara-negara muslim lainnya. Dan masing-masing para pendukung Israel dan Iran memiliki sejarah sebagai negara dengan teknologi persenjataan perang yang canggih dan kuat. 

Wajar kalau perang kali ini begitu cepat gedung-gedung hancur tanpa harus datang ke tempat berperang saling berhadapan satu sama lain. Cukup dari jarak jauh target-target vital bisa dibidik dengan akurasi hampir sempurna. 

Melihat semakin memanasnya perang Iran dan Israel, berbagai pemimpin dan masyarakat dunia menyerukan untuk segera menghentikan perang. Namun nampaknya cukup, berat karena masing-masing kedua kubu memiliki prinsip dan pegangan masing-masing.

Berbagai gerakan sudah diserukan, namun tetap saja seruan itu tidak digubris dan saling kirim rudal tidak bisa dihindari, seolah oleh menjadi hiasan di malam hari. 

Bagaimanapun kalau tidak didesak untuk segera menghentikan perang, maka perang dunia ketiga akan menjadi kenyataan. 

Sekarang saja, negara-negara yang memiliki ikatan emosional dan sudah menjalin kerjasama lama, nampaknya mulai memperlihatkan dukungan moral dan material, kepada negara-negara yang sedang berperang. Saling ancam pun sudah mulai secara terbuka antara Putin dan Trump. 

Perang Iran dan Israel bisa menjadi peran antar agama dan saling memperkuat menyebarkan ideologi. Dan perang ini merupakan perpanjangan perang dari Palestina dan Israel. Kalau tidak dihentikan, maka akan memicu konflik di negara-negara lain. 

Minimal akan terjadi aksi-aksi sweeping terhadap barang-barang yang dimiliki negara-negara yang mendukung perang seperti yang pernah terjadi aksi boikot produk Amerika dan Israel di negara-negara muslim.  

Iran semakin kuat hubungannya dengan kelompok-kelompok yang dibenci dan yang menjadi alasan Israel memerangi Iran, yaitu kelompok proksi seperti Hizbullah di Lebanon, milisi Syiah di Irak, dan Houthi di Yaman yang begitu militan dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Iran. 

Inilah alasan Israel terus terusan menyerang Iran di Suriah, dalam rangka mengurangi kekuatan militer Iran yang berdekatan dengan Israel. 

Iran pun tidak tinggal diam, selain mengirimkan rudal rudalnya ke gedung-gedung yang diduga pusat vital Israel. Iran  juga mengancam tidak akan berhenti sampai melenyapkan para pemimpin Israel yang sudah dengan tega melakukan pembunuhan massal kepada rakyat Palestina. Kemudian Iran akan menutup Selat Hormuz, sebagai jalur ekspor 20% minyak global. 

Jika ini dilakukan Iran, maka  perang akan semakin meningkat, dan harga minyak bisa melonjak tajam, sehingga berdampak pada lonjakan harga minyak dan gangguan energi di negara-negara lain. 

Bendera Negara Iran. (Sumber: Pexels/Engin Akyurt)
Bendera Negara Iran. (Sumber: Pexels/Engin Akyurt)

Perang bisa mengorbankan sipil, pengungsian massal, dan krisis kemanusiaan, terutama di Lebanon, Gaza, Suriah, dan Israel. Sekarang saja warga Iran di Teheran sudah melakukan pengungsian. Warga Israel sudah memberikan pesan kepada dunia meminta pertolongan bantuan, dan kepada Iran meminta maaf atas tindakan para pemimpinnya, dan memohon agar menghentikan serangannya ke Israel.

Situasi seperti ini membutuhkan narasi-narasi yang bisa menenangkan kedua belah pihak yang sedang berperang, narasi yang tidak memicu perang, sebaliknya narasi yang bisa menyelesaikan perang. 

Perlu segera membangun narasi perdamaian. Dibangun juga narasi kalau perang itu tidak ada untungnya. Kasihan rakyat yang tidak berdosa menjadi dampaknya. 

Tidak hanya rakyat antar negara yang sedang berperang, rakyat dari negara lain pun ikut merasakan beban dan penderitaan sebagai dampak dari peperangan yang tidak ada untungnya. 

Dalam membangun narasi perdamaian bisa dilakukan oleh siapapun, bisa oleh media mainstream yang dikomandoi para jurnalis dan media massa, juga oleh content creator atau selebgram yang sekarang didengar dan memiliki pengikut yang cukup banyak, dan tentunya gerakan masif dari para pemimpin setiap negara di dunia untuk sepakat menyerukan perdamaian. 

Hindari untuk narasi persenjataan yang dimiliki masing-masing negara yang sedang berperang. Narasi ini bisa memanas dan terkesan memancing negara lain untuk memiliki persenjataan yang lebih hebat. 

Namun buatlah narasi bahwa kedua belah pihak berkeinginan damai, dan seruan dari para pemimpin dunia yang siap menjadi mediator, menjadi fasilitator, atau tuan rumah untuk perundingan perdamaian. Mencoba melakukan komunikasi kepada kedua belah pihak agar tidak mendengar ego tapi melihat fakta di lapangan sebagai dampak buruk dari perang. 

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Bagaimana pun perang tidak ada untungnya, seperti yang dikatakan John F. Kennedy, Mankind must put an end to war — or war will put an end to mankind. 

Hanya umat manusia yang bisa mewujudkan perdamaian dan tidak lagi melakukan peperangan, karena peperangan bisa menghilangkan segalanya, bahkan bisa menghilangkan keberadaan manusia di muka bumi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)