Mengintip Kajian Ustazah Halimah Alaydrus di Mesjid Agung Cianjur

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kondisi Masjid Agung Cianjur, Minggu, 22 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Kondisi Masjid Agung Cianjur, Minggu, 22 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kajian yang dihadiri oleh Ustadzah Halimah Alaydrus bagaikan magnet yang acap kali selalu menarik perhatian masyarakat , khususnya di kalangan perempuan. Setiap kajian yang diselenggarakan tidak luput dari serbuan para jamaah dari berbagai kota.

Ustadzah yang memiliki ciri khas ini memang selalu mengundang rasa penasaran teruntuk para jamaahnya. Terlebih dalam setiap kajiannya Ustadzah Halimah tidak berkenan untuk memperlihatkan wajahnya.

Sebelum kajian di mulai panitia pasti selalu mengingatkan para jamaah untuk mematikan nada dering ponsel, di larang keras memotret dan merekam melalui video. Hal yang ditolerir dalam kajian ini hanya boleh merekam suara.

Kajian yang diselenggarakan secara gratis ini sudah dipenuhi oleh para jamaah dari berbagai kota mulai dari jam 7 pagi. Semua yang datang terlihat sangat antusias, hal ini terbukti dari aksi para jamaah yang sudah memadati area masjid meskipun belum dibuka oleh panitia.

Sementara disudut lain yang berada di pelataran dan kebun masjid juga tidak luput dipenuhi oleh jemaah. Ada yang duduk bersantai, ada yang menggelar tikar untuk makan bersama dan juga ada yang berteduh dari panasnya cuaca Cianjur hari ini.

Pemandangan lain terlihat dari antrian WC masjid yang dipenuhi untuk kepentingan buang hajat dan wudhu. Kondisi ini tidak disia-siakan oleh penjaga kebersihan kamar mandi untuk memasang tarif setiap pengunjung sebesar 2 ribu rupiah.

Para pedagang setempat pun mendadak mendapat berkah dari pengunjung yang ingin mengisi perut atau hanya sekedar jajan cindera mata. Pedagang dadakan seperti kipas tangan dan buku dzikir Ustadzah Halimah Alaydrus tidak luput juga dari serbuan para jamaah.

Kondisi makin padat memasuki waktu shalat Dzuhur sekitar pukul 12:00 WIB. Semua jamaah yang datang berlomba-lomba untuk mendapat shaf paling depan. Namun harapan sedikit pupus karena yang menjadi prioritas mengisi ruangan paling depan adalah tamu VIP atau undangan dalam acara ini. Sementara jamaah lainnya tersebar ke berbagai sudut , pelataran hingga lapangan Masjid Agung Cianjur.

Namun di balik antusiasme jamaah ada beberapa usaha yang terlihat sedikit lucu tapi penuh dengan perjuangan. Ada beberapa jamaah yang berusaha menaiki pagar demi sebuah harapan bisa masuk ke dalam ruangan masjid.

Beberapa Jamaah yang berusaha menaiki pagar masjid (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Beberapa Jamaah yang berusaha menaiki pagar masjid (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Puncaknya 30 menit sebelum acara dimulai jamaah semakin memadati lokasi salah satu pintu masjid. Para petugas yang berjaga mulai kewalahan dengan serbuan para jamaah yang ingin segera masuk.

Teriknya cuaca membuat beberapa petugas mengucurkan keringat. Suasana makin chaos ketika beberapa jamaah ada yang jatuh pingsan, terlihat dari pandangan yang kosong lalu pucat dan mulai tidak sadarkan diri.

Sementara beberapa jamaah lain memprotes panitia karena salah satu pintu masjid tidak kunjung dibuka sejak jam 10 pagi. Beberapa jamaah juga kecewa karena tidak ada info yang jelas dari panitia.

Di sisi lain beberapa yang lain memilih menerima kondisi dan beralih mencari tempat yang kondusif untuk mendengarkan ceramah Ustadzah Halimah.

Tema dalam kajian yang berjudul " Menerima Takdir" ini seakan langsung menjawab kondisi yang terjadi di hari ini. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup memang sudah takdir dari Allah.

Beberapa petugas sigap menggotong jamaah yang pingsan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Beberapa petugas sigap menggotong jamaah yang pingsan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Ustazah Halimah pun menyinggung bahwasanya sesederhana hadirnya kita di Mesjid Agung Cianjur, duduknya kita di lapangan ataupun di ruangan, ini sudah menjadi bagian dari takdir. Dan setiap orang memiliki takdir yang berbeda-beda.

Dalam ceramahnya Ustazah mengingatkan bahwa segala hal yang ada di dunia ini berupa orang-orang yang terkasih atau organ tubuh yang kita miliki , hakikatnya adalah milik Allah SWT. Sehingga kita sebagai manusia sudah seharusnya tidak memiliki kelekatan berlebih pada suatu perkara yang ada di dunia.

Segala bentuk takdir dalam hidup ini adalah bukti tanda cinta Tuhan kepada hambanya. Maka baik dan buruknya, sebagai manusia harus mampu mengulik, memahami dan merefleksikan pesan yang diberikan Tuhan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)