Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

7 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Skrining Cek Kesehatan Gratis menemukan 4,9 juta kasus hipertensi, 11 juta kasus obesitas, dan 992 ribu kasus diabetes dari peserta dewasa yang diperiksa hingga Juli 2026.

  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan program tahun kedua ini bergeser dari sekadar mendeteksi penyakit menjadi memastikan pengobatan dan tata laksana lanjutan bagi peserta berisiko.

  • Pakar kesehatan masyarakat menilai keberlanjutan Cek Kesehatan Gratis menjadi kunci menutup kesenjangan antara harapan hidup dan harapan hidup sehat di Indonesia.

AYOBANDUNG.ID Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 73,8 juta penduduk Indonesia mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 31 Juli 2026, melampaui capaian sepanjang tahun 2025 sebanyak 70 juta peserta. Hasil skrining tersebut mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang selama ini tidak terdeteksi, sehingga Kemenkes mengubah fokus program pada tahun kedua ini dari sekadar pemeriksaan massal menjadi tata laksana dan pengobatan lanjutan bagi peserta yang ditemukan berisiko. Semua langkah ini sejalan dengan agenda investasi jangka panjang pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Kemenkes meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis pada Februari 2025 sebagai bagian dari Asta Cita dengan sasaran "Terwujudnya Kesehatan untuk Semua" dalam RPJMN 2025 sampai 2029. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa hingga 31 Juli 2026 program ini telah menjangkau 73,8 juta peserta, terdiri dari 62,7 juta orang yang menjalani skrining di puskesmas dan kegiatan komunitas serta 11,1 juta anak usia sekolah.

Endang memaparkan kenaikan signifikan pada hampir seluruh kelompok usia dibandingkan tahun 2025. Peserta dewasa naik dari 12 juta orang menjadi 43 juta orang. Peserta lansia naik dari 2,4 juta orang menjadi 9,7 juta orang. Peserta usia sekolah melonjak dari 33 ribu menjadi 14,6 juta orang karena Kemenkes memulai pemeriksaan usia sekolah sejak awal tahun. Peserta bayi baru lahir naik dari 1,2 juta menjadi 1,5 juta orang, sementara anak usia prasekolah mencapai 4,5 juta peserta. Provinsi Gorontalo mencatatkan cakupan tertinggi secara nasional, yaitu 48 persen dari total penduduknya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan pemerintah menargetkan cakupan CKG nasional 2026 sebesar 130,8 juta orang, setara 46 persen dari total populasi Indonesia. Sejumlah daerah bahkan sudah melampaui target tahunannya. Kabupaten Lebak, Banten, misalnya, telah menjangkau 692.747 warga per 18 Agustus 2026, setara 100,17 persen dari target CKG 2026 di wilayah tersebut.

Kemenkes menetapkan CKG bagi seluruh kelompok sasaran melalui KepMenKes RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025. Regulasi ini mencakup bayi baru lahir usia 2 hari, balita dan anak prasekolah usia 1 sampai 6 tahun, anak usia sekolah dan remaja usia 7 sampai 17 tahun, orang dewasa usia 18 sampai 59 tahun, hingga lansia usia di atas 60 tahun, dengan lingkup pemeriksaan yang disesuaikan tiap kategori usia.

Skrining CKG Ungkap Jutaan Kasus Penyakit Tidak Menular

Pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga di UPTD Puskesmas Puter, Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga di UPTD Puskesmas Puter, Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Data hasil skrining menunjukkan besarnya beban penyakit tidak menular yang selama ini belum terdeteksi di masyarakat. Endang mengungkapkan dari 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, petugas kesehatan menemukan 4,9 juta orang mengidap hipertensi dan 5,5 juta orang berada pada kondisi prehipertensi. Skrining juga menemukan 992 ribu peserta mengidap diabetes dan 1,9 juta peserta berada pada kondisi prediabetes, sementara 11 juta peserta mengalami obesitas dan sekitar 205 ribu peserta mengalami dislipidemia atau gangguan lemak darah.

Secara nasional, Kemenkes mencatat 7 persen peserta CKG teridentifikasi hipertensi, 3 persen diabetes, dan 20 persen obesitas. Pada kelompok usia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, sebanyak 79 persen di antaranya terindikasi mengalami dislipidemia.

Skrining pada bayi baru lahir menemukan 43.000 kasus berat badan lahir rendah, 27.000 kasus penyakit jantung bawaan kritis, 1.800 kasus hasil positif skrining hipotiroid kongenital, dan 1.200 kasus hasil positif skrining hiperplasia adrenal kongenital. Pada kelompok usia sekolah, Kemenkes memeriksa 14,64 juta anak dan remaja hingga 31 Juli 2026, dengan temuan terbanyak berupa 3,86 juta kasus karies gigi dan 2,21 juta anak dengan tekanan darah di atas normal.

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa program CKG pada tahun keduanya tidak lagi berhenti pada penemuan kasus, melainkan mengutamakan pengendalian penyakit dan pencegahan kematian dini. Ia menegaskan tujuan program bukan sekadar memeriksa kesehatan masyarakat, melainkan memastikan masyarakat benar benar sehat, sehingga fokus tahun ini bergeser dari pengecekan menjadi tata laksana dan pengobatan. Kemenkes menetapkan tiga prioritas pengendalian penyakit, yaitu hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang diperiksa pada seluruh kelompok usia sekolah, dewasa, dan lansia karena ketiganya memicu penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Kemenkes mencatat cakupan pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh mencapai 90 persen dari sasaran hingga akhir Juli 2026, sedangkan pemeriksaan gula darah mencapai 83 persen. Kemenkes mulai memantau data tata laksana lanjutan dari sedikitnya 5.300 puskesmas sejak Agustus 2026, sebelum memperluas sistem ini secara nasional.

Kemenkes juga memperkuat pemeriksaan kesehatan bagi siswa baru menjelang tahun ajaran baru melalui program CKG dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Program ini mencakup pemeriksaan aspek gizi, kesehatan indra, dan kesehatan umum bagi murid baru dari jenjang SD hingga SMA. Orang tua mendaftarkan anak melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan siswa SMA dan SMK dapat mendaftar secara mandiri, sebelum sekolah bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk pelaksanaan pemeriksaan fisik di lokasi.

Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat, dr. Iwan Ariawan, menilai keberlanjutan rangkaian CKG menjadi kunci memperpanjang masa hidup sehat masyarakat, bukan sekadar memperpanjang usia. Ia menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat selisih antara angka harapan hidup dan harapan hidup sehat akibat penyakit yang tidak terdeteksi sejak dini, sehingga CKG perlu berjalan dalam satu rangkaian utuh mulai dari skrining, deteksi, hingga tindak lanjut pengobatan.

Endang mengakui program ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketidaktahuan publik tentang manfaat CKG, keengganan masyarakat memeriksakan diri karena takut mengetahui hasilnya, dan kesibukan yang membuat masyarakat menunda pemeriksaan. Pemerintah juga masih menghadapi tantangan pemerataan fasilitas kesehatan, mulai dari alat kesehatan hingga tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil.

CKG Jadi Fondasi Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pemerintah menempatkan CKG sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan manusia menuju visi Indonesia Emas 2045, yang mengusung slogan "Mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur". Data Laporan Pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Desember 2025 mencatat pembiayaan pengobatan penyakit jantung mencapai Rp17,35 triliun, gagal ginjal Rp13,38 triliun, dan stroke Rp7,21 triliun. Deteksi dini melalui CKG berpotensi menekan beban biaya kesehatan tersebut di masa depan.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebelumnya sudah mengungkap sejumlah tantangan kesehatan pada tiap kelompok usia, mulai dari stunting dan penyakit jantung bawaan pada balita, perilaku merokok dan gangguan kesehatan mental pada remaja, hingga tingginya kasus hipertensi, obesitas, dan diabetes pada usia dewasa dan lansia. Temuan CKG sepanjang 2026 menunjukkan bahwa tantangan tersebut nyata terjadi di lapangan dalam skala jutaan kasus.

Kemenkes mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan tahunan sebagai kebiasaan baru yang didukung pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. Endang menegaskan Kemenkes akan terus memperbaiki sistem CKG agar masyarakat yang ditemukan berisiko bisa lebih cepat mendapat penanganan dan tetap sehat, sehingga generasi mendatang memiliki fondasi kesehatan yang kuat untuk mendukung produktivitas bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Daftar Pustaka

Sumber resmi pemerintah

Media massa nasional

Regulasi

  • Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Data survei

  • Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)