AYOBANDUNG.ID -- Ondang Dahlia, pemilik Mamata Craft, berkomitmen menghadirkan produk kriya yang seluruhnya berasal dari limbah kain. Niat tersebut berangkat dari keinginannya untuk ikut mengurangi limbah industri tekstil.
Namun, proses produksi tidak selalu mudah. Menurut Ondang, tahap paling melelahkan justru ada pada pembersihan kain. Karena bahan yang digunakan adalah limbah, sering kali terdapat benang-benang keluar yang harus digunting satu per satu.
Selain itu, ukuran kain yang tidak seragam turut memengaruhi kualitas produk. “Dari semua tahapan, pembersihan kain itu yang paling lama, bisa berhari-hari. Kalau merajutnya justru lebih cepat,” kata Ondang pada Ayobandung.id.
Lama pengerjaan satu produk Mamata Craft bisa mencapai tujuh hari. Bahan baku limbah kain diperoleh dari para pengepul di Cimahi, Majalaya, dan Rancaekek. Ondang mengaku harus membeli dalam jumlah besar agar warna kain tetap seragam.
Produk Mamata Craft berupa tas rajut, dengan harga mulai Rp280 ribu hingga Rp700 ribu. Harganya memang cukup mahal, namun hal tersebut sesuai dengan kualitasnya.
Ondang menegaskan, meski dibuat dari limbah, ia ingin hasil akhirnya tetap terlihat cantik sehingga orang yang memakainya tidak menyangka jika bahan dasar produknya berasal dari kain bekas.
Dalam pemasaran, Mamata Craft mengandalkan konten di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Produk juga dipasarkan melalui kerja sama dengan Yellow Hotel, serta partisipasi di bazar dan pameran.
“Kalau digital marketing, storytelling harus dipikirkan dulu untuk bikin konten,” ujarnya.

Meski begitu, Mamata Craft belum masuk ke e-commerce dalam negeri. Ondang menilai pasar lokal masih kurang menghargai produk handmade dan daur ulang yang harganya relatif tinggi.
Karena itu, ia menargetkan konsumen luar negeri. “Kalau di luar, mereka lebih menghargai produk handmade,” katanya.
Ke depan, Ondang menargetkan pada 2026 Mamata Craft sudah memiliki kanal penjualan baru. Ia juga ingin menambah tim yang bisa membantu mengembangkan usaha.
"Saat ini saya sedang melatih 5 orang dari sekitar rumah untuk merajut supaya ke depannya bisa bantu saya," ungkap Ondang.
Ia juga berencana memperluas lini produk agar seluruh aksesori yang diproduksi berbahan limbah. Termasuk untuk cantelan tas dan resleting.
Link Pembelian Online Produk Serupa
- https://s.shopee.co.id/LdPZMSPJm
- https://s.shopee.co.id/5pyM7Todpk
- https://s.shopee.co.id/2B53kmFkPs