Reaktivasi Bandara Husein Simalakama Buat Kertajati

7 menit baca
Bob Yanuar Hengky Sulaksono Arif Budianto
Ditulis oleh Bob Yanuar , Hengky Sulaksono , Arif Budianto diterbitkan
Situasi bandara Husein Sastranegara saat masih aktif melayani penerbangan komersial. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Situasi bandara Husein Sastranegara saat masih aktif melayani penerbangan komersial. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID - Wacana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara komersial kembali mencuat awal 2025. Bukan tanpa alasan: warga Kota Bandung disebut merasa kehilangan aksesibilitas udara yang selama ini mereka nikmati.

Tapi, di balik desakan itu, muncul konsekuensi yang tidak ringan. Jika Bandara Husein kembali ramai, apakah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan sepi?

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjadi ujung tombak perjuangan mengembalikan fungsi komersial Bandara Husein. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak akan berhenti memperjuangkan reaktivasi bandara yang terletak di jantung kota itu.

Belum lama ini, Farhan menyebut penutupan Husein sebagai keputusan yang tidak masuk akal, merugikan Kota Bandung, dan justru membuat Jakarta—bukan Jawa Barat—yang menikmati keuntungan ekonomi dari lalu lintas udara.

“Dengan ditutupnya Husein dan dipaksa semua orang pindah ke Kertajati untuk terbang, terbukti bahwa market terbesar untuk penerbangan itu ada di Kota Bandung. Jadi nggak masuk akal kalau bandara Kota Bandung itu ditutup,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, 12 Juni 2025.

Saat ini, Bandara Husein hanya melayani penerbangan baling-baling dengan rute terbatas, tamu VIP, dan militer. Aktivitasnya memang belum benar-benar mati, tapi jauh dari kondisi ketika bandara ini masih menyandang status internasional. Dengan terminal seluas 17.000 meter persegi, potensi ekonominya dianggap terlalu besar untuk dibiarkan menganggur.

Bagi Farhan, kondisi yang terjadi saat ini justru menciptakan anomali: warga Jawa Barat terbang dari provinsi lain.

“Sekarang orang-orang Bandung dan orang luar Bandung yang mau ke Bandung, terbangnya bukan di Bandung. Yang dapat untung siapa? Jakarta. Halim di Jakarta Timur,” ujarnya.

Warga Bandung, menurut Farhan, sudah merasakan dampaknya sejak sebagian besar rute penerbangan dialihkan ke Kertajati pada Oktober 2023. Banyak yang akhirnya memilih terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta ketimbang menempuh perjalanan darat ke Majalengka. Sebuah keputusan yang ironis, karena artinya warga Bandung lebih memilih bandara di provinsi lain ketimbang di provinsinya sendiri.

Dalam berbagai kesempatan, Farhan bahkan sempat menyuarakan keinginan menjadikan kembali Husein sebagai bandara internasional.

Husein Dimatikan Demi Kertajati

Pada Oktober 2023, denyut penerbangan komersial Bandara Husein Sastranegara mulai melemah. Sejumlah rute domestik dan internasional dipindahkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Enam bulan berselang, keputusan yang sempat jadi pembicaraan panjang akhirnya resmi berlaku: Bandara Husein tak lagi menyandang status sebagai bandara internasional.

Pencabutan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Nama Husein Sastranegara absen dari daftar 17 bandara yang kini ditetapkan sebagai penghubung penerbangan luar negeri. Pemerintah berdalih, pemangkasan ini bukan sekadar administrasi, tetapi bagian dari strategi memperkuat jaringan penerbangan nasional.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan alasan utama pemindahan rute internasional ke Kertajati adalah aspek keselamatan. Bandara Husein memiliki keterbatasan landasan pacu, hanya sepanjang 2.200 meter dan lebar 45 meter. Angka ini tak cukup untuk menampung pesawat berbadan lebar semacam Boeing 777. Selain itu, letaknya di cekungan Kota Bandung dengan kepadatan penduduk tinggi membuatnya kurang ideal dari sisi manuver pesawat.

Kementerian bilang untuk menjangkau rute luar negeri, Indonesia butuh bandara yang sanggup menampung pesawat besar, dan Kertajati dinilai lebih layak dengan landasan 3.000 meter dan lebar 60 meter.

Di balik narasi teknis, ada juga kepentingan yang lebih besar. Kertajati bukan sekadar bandara alternatif, melainkan proyek strategis nasional (PSN) yang digadang-gadang menjadi simpul baru mobilitas udara Indonesia bagian barat. Dengan anggaran mencapai Rp2,6 triliun, Kertajati telah ditetapkan sebagai anak emas pemerintah dalam peta besar transportasi nasional.

Pencabutan status Husein bisa dilihat sebagai langkah memberi ruang agar investasi besar di Kertajati tidak sia-sia. Kegagalan Kertajati, bila kejadian, akan sangat mencoreng muka pemerintah yang sudah kepalang membakar duit segitu banyaknya.

BIJB Kertajati kini fokus melayani penerbangan haji khususnya dari Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
BIJB Kertajati kini fokus melayani penerbangan haji khususnya dari Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

Turunkan Kunjungan Wisata ke Bandung?

Bandara Husein sebelumnya menjadi pintu utama wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Bandung, baik domestik maupun mancanegara. Sejak peralihan layanan penerbangan ke Kertajati, geliat wisata kota ini disebut-sebut ikut merosot.

Farhan terang-tarangan menyebut langkah memindahkan lalu lintas udara ke Kertajati telah membuat Bandung kehilangan daya saing pariwisata dan ekonomi. Ia mencontohkan, banyak warga lebih memilih Bandara Halim Perdanakusuma yang secara waktu dan akses lebih terjangkau ketimbang menempuh 3-4 jam perjalanan darat ke Majalengka.

Gambaran lainnya terlihat di Pasar Baru, ikon belanja produk tekstil yang selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan Malaysia. Pedagang di sana mulai mengeluhkan sepinya pengunjung.

Seberapa besar dampak penertiban Husein terhadap kunjungan wisata?

Berdasarkan grafik Open Data, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat kunjungan wisman dan domestik yang datang ke Kota Bandung pada 2024 memang mengalami penurunan tajam nyaris 50%. Pada 2024, kunjungan wisatawan ke Kota Bandung hanya 4,1 juta, berbanding 7,8 juta setahun sebelumnya. Selangkapnya, pada 2022 Kota Bandung dikunjungi 6,6 juta pelancong; 2021 ada 5 juta; 2020 sebanyak 3,2 juta: dan 2019 mencapai 8,4 juta.

Dari data tersebut, memang ada penurunan tajam kunjungan wisatawan dalam setahun terakhir. Lebih parah, kunjungan wisman anjlok hingga 90% dari sebanyak 252.842 pada 2019 menjadi 25.071 pada 2024. Namun grafik penurunan wisman ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2023 di mana wisman yang masuk ke Kota Bandung mencapai 38.570 atau turun 85% ketimbang 2019. Padahal peralihan penuh aktivitas penerbangan dari Bandara Husein ke Bandara Kertajati baru dilaksanakan mulai 29 Oktober 2023.

Secara statistik, data mencatat adanya penurunan wisata di Bandung. Tapi Husein bukan satu-satunya faktor. Turunnya daya beli, persaingan destinasi, hingga perubahan pola konsumsi pasca pandemi sangat boleh jadi turut berperan.

Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata menyumbang Rp818 miliar ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung pada 2023. Naik dari Rp708 miliar di 2022, dan melonjak jauh dibanding 2021 yang hanya Rp380 miliar. Namun, jika angka kunjungan wisatawan pada 2024 benar-benar turun separuh, maka kontribusi PAD dari sektor ini kemungkinan besar juga akan tergerus cukup dalam.

Di lapangan, nuansanya berbeda. Pedagang di Pasar Baru jadi salah satu pihak yang paling lantang menyuarakan penolakan atas pengalihan penerbangan ke Kertajati.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B), Iwan Suhermawan, menyatakan pengalihan penerbangan jet komersial dari Bandara Husein sedikit banyak memberikan dampak nyata terhadap pasar yang biasa dikunjungi wisatawan mancanegara itu.

"Jadi untuk kunjungan wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Brunei yang biasa berbelanja ke Pasar Baru ada penurunan yang signifikan. Bisa dikatakan kunjungan menurun hingga 30%," ujar Iwan, September 2024 lalu.

Berdasarkan data HP2B, terdapat sekitar 2.500–3.000 pedagang aktif di Pasar Baru. Dampak penurunan kunjungan, kata Iwan, sangat terasa sejak penerbangan di Bandara Husein dialihkan. Sejak 2020 hingga 2022 para pedagang sudah menolak rencana ini.

"Untuk wisman, pintu masuknya itu dari Bandara Husein Sastranegara. Jadi bisa dibayangkan setelah Husein ditutup."

Pengembangan Husein Sudah Kepentok

Perkara keterbatasan landasan pacu yang dijadikan basis argumen Kemenhub untuk memindahkan penerbangan dari Husein sebetulnya bukan omon-omon belaka. Pakar transportasi dari ITB, Sony Sulaksono Wibowo, menilai kondisi geografis dan keterbatasan lahan membuat perluasan nyaris mustahil.

“Kapasitasnya sudah mentok, tidak bisa diperbesar lagi. Penerbangannya pun jadi sangat terbatas,” ujarnya.

Jika bandara ini kembali dibuka penuh untuk komersial, ada risiko serius: bandara Kertajati bisa makin sepi. Letak Husein yang berada langsung di kota membuat warga lebih memilihnya ketimbang harus berkendara jauh ke Majalengka.

Sony menyebut reaktivasi Bandara Husein seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap eksistensi Kertajati. Keduanya bisa berbagi peran secara fungsional.

“Reaktivasi itu seharusnya berhubungan dengan posisi Kertajati dan nggak bisa sendiri-sendiri. Jadi bukan soal siapa yang harus dikorbankan, tapi bagaimana keduanya bisa saling melengkapi,” kata Sony.

Sony mengusulkan agar Husein difokuskan untuk penerbangan jarak pendek atau regional, yang biasanya menggunakan pesawat kecil atau propeler. Sedangkan Kertajati, dengan runway sepanjang 3.000 meter dan lebar 60 meter, cocok untuk pesawat berbadan lebar dan penerbangan jarak menengah hingga jauh, termasuk ke luar negeri.

Dengan begitu, keduanya bisa berjalan beriringan. Ia mencontohkan, wisatawan dari Malaysia bisa mendarat di Kertajati, lalu melanjutkan penerbangan ke Husein untuk mencapai Bandung. Tentu saja ini butuh kejelasan dari sisi regulasi dan komitmen dari semua pihak.

Sementara wacana reaktivasi penuh masih tarik ulur, Husein tetap memiliki aktivitas terbatas. Sony menyebut runway-nya masih digunakan empat institusi: Angkasa Pura, PT Dirgantara Indonesia, sekolah pilot, dan TNI.

Walau fungsi komersialnya berhenti, bukan berarti bandara ini sepenuhnya mati. Bahkan terminalnya bisa dimanfaatkan untuk sekolah penerbangan, pelatihan pariwisata udara, atau kebutuhan lainnya. Beberapa pihak menyebut Universitas Nurtanio sebagai calon mitra yang memungkinkan.

“Soal terminalnya yang tidak terpakai, itu konsekuensi. Tinggal dimanfaatkan saja,” ujar Sony.

Dalam waktu dekat, Husein tetap bisa difungsikan untuk penerbangan pendek wisata, seperti ke Pangandaran. Ke depan, potensi rute ke Yogyakarta, Semarang, atau Bali juga terbuka, tergantung pada minat pasar dan ketersediaan maskapai.

“Soal pemanfaatan juga tergantung maskapainya ada enggak demandnya."

Wacana reaktivasi penuh mungkin masih panjang. Tapi selagi itu belum terjadi, tak berarti ruang 17.000 meter persegi itu harus terus menganggur. Bandara ini bisa tetap hidup, meski tak sepadat dulu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Redaksi
Redaksi
Editor

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!