Hati-Hati dengan Lisan, Jangan Ngasal

3 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Pengunjuk rasa melempari gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung saat melakukan unjuk rasa pada Jumat, 29 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengunjuk rasa melempari gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung saat melakukan unjuk rasa pada Jumat, 29 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Indonesia kembali ternoda. Kali ini dinodai oleh segelintir wakil rakyat dengan lisannya. Noda ini membuat rakyat kecewa dan marah. Jangan salahkan rakyat kalau memberikan pelajaran dengan cara rakyat.

Rakyat ingin mengajarkan cara komunikasi  para wakil yang kepadanya rakyat banyak berharap. Berbagai kritik lunak dan santun sudah rakyat sampaikan, namun rupanya tidak ada perubahan, maka kekerasan pun menjadi solusi alternatif yang rakyat pilih. 

Bukan tidak alasan rakyat geram dan marah besar. Rakyat sudah menerima dengan lapang atas berbagai kebijakan dan program. Rakyat sudah bersabar melihat berbagai tindak korupsi yang dilakukan para wakilnya.

Namun ketika hati dan nuraninya tersakiti terus terusan dengan perkataan dari para wakil—yang notabene sudah dibantu untuk duduk di parlemen untuk menyuarakan suara rakyat—maka rakyat pun tidak segan untuk memberi pelajaran cara berkomunikasi yang baik tanpa harus menyakiti. 

Para wakil dan para pejabat yang tidak bisa menjaga ucapannya harusnya belajar dari berbagai kasus. Siapa pun yang tidak menjaga lidahnya, maka kehancurannya tinggal menunggu waktu. Tidak hanya kehancuran untuk dirinya sendiri, akan tetapi kehancuran pada yang lain, sebagai imbas dari perkataan yang tidak pantas. 

Saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana kekuatan perkataan yang bisa mengubah situasi yang tentram menjadi situasi yang tidak terkendali. Berawal dari ucapan beberapa wakil rakyat yang merespon kritikan rakyat, yang akhirnya memicu amarah rakyat.

Anggota dewan yang dikritik karena joget-joget setelah mendapatkan kenaikan pendapatan di tengah rakyat yang kehilangan pekerjaan. Beberapa wakil rakyat itu malah seenaknya merespons, yang bahkan respons yang diberikannya membuat hubungan wakil dengan rakyat semakin runcing.

Seperti ucapan, “Jangan bandingkan gaji DPR dengan rakyat jelata, itu sesat logika". Ada juga pernyataan “Orang yang ingin membubarkan DPR adalah orang yang tolol sedunia”. 

Akibat dari asal ucap, atau ucapan yang tidak terkontrol karena arogansi kekuasaan, rakyat pun sadar rupanya harus dengan kekuatan untuk mengingatkannya. Tidak segan rakyat pun menggeruduk gedung DPR RI dan DPRD.

Dampaknya konflik antara pendemo dengan brimob, bahkan ada ojol yang meninggal, dan katanya ada juga anggota brimob yang sakit dan kritis akibat amukan massa. Konflik pun melebar, yang awalnya ke DPR, jadi meluas ke Brimob, Polri dan sebagainya. 

Anggota dewan pusat ataupun di daerah mana, sudah seharusnya menyadari kalau bicara jangan asal bunyi dan seenaknya. Sebaiknya saring sebelum sharing. Pikir matang sebelum dikeluarkan. Karena kalau sudah dikeluarkan, bisa menjadi viral dan menjadi alat bukti sewaktu-waktu bisa menjadi bumerang.

Jangan lupa diri dan mentang-mentang memiliki alat kekuasaan, kalau rakyat sudah berkehendak maka tidak akan ada kekuasaan yang bisa mengalahkannya. 

Bukan kali ini, beberapa periode sebelumnya membuktikan bagaimana kekuasaan bisa dikalahkan oleh kekuatan rakyat, karena rakyat ternoda dengan pernyataannya yang asal ucap.

Aksi solidaritas atau unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat kian memanas menjelang petang. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Aksi solidaritas atau unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat kian memanas menjelang petang. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Seperti Arteria Dahlan (Anggota DPR) tahun 2022, yang pernyataan soal penggunaan bahasa Sunda dalam rapat resmi kejaksaan yang dianggap tidak pantas. Arteria Dahlan pun dikecam masyarakat Sunda, dan didesak untuk meminta maaf sampai diminta untuk dipecat dari anggota DPR nya.

Kemudian Basuki Tjahaja Purnama atau yang populer dengan sebutan Ahok, yang waktu itu sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2016, yang pernyataannya membuat umat muslim marah tentang Surat Al-Maidah 51. Dampaknya Ahok dilaporkan ke polisi dengan tuduhan telah menistakan agama Islam. Gara-gara pernyatannya yang kontroversi, Ahok pun dipenjara. Dan masih ada beberapa kasus lainnya yang tergelincir oleh ucapannya sendiri.  

Siapa pun, menurut Johannesen, Valde, dan Whedbee (2008) ketika berkomunikasi harus melihat komunikasi etisnya,  yang mengedepankan respek pada orang lain. Jangan menganggap orang lain remeh atau rendah,  bodoh, apalagi tolol.

Dalam berbicara kita harus mempertimbangkan konsekuensi moral dari pesan yang kita sampaikan. Pernyataan kita itu adalah cerminan mental, watak, dan akhlak kita. 

Alberti dan Emmons (2008) berpesan pada kita untuk berkomunikasi dengan melibatkan perasaan, pikiran secara terbuka dan tanpa melanggar hak orang lain. Betapa pentingnya kita ketika berbicara dengan hati-hati, dan tidak menyakiti orang yang diajak bicara. Betapa pentingnya pengendalian diri dalam berkomunikasi.

Oleh karenanya, ketika emosi sedang menguasai pikiran, sebaiknya diam saja dulu, baru ketika pikiran sudah menguasai emosi kita bisa bicara. Kalau bicaranya terus-terusan menyakiti perasaan rakyat, jangan berharap didengar dan didukung oleh rakyat, malah masa depannya akan kiamat. Wakil rakyat dipilih oleh rakyat, maka baik-baiklah berkomunikasi dengan para pemilik gedung DPR dan DPRD. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)