Dampak Kemarau Basah pada Potensi Produksi Pangan

4 menit baca
Suparna
Ditulis oleh Suparna diterbitkan
Ilustrasi kemarau di masa panen. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Ilustrasi kemarau di masa panen. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Badan Pusat Statistik (BPS) awal September ini merilis bahwa produksi padi sepanjang Januari-Juli 2025 mencapai 38,07 juta ton, atau setara dengan 21,93 juta ton beras.

BPS juga memperkirakan produksi padi mencapai 15,80 juta ton pada Agustus–Oktober 2025 mendatang (9,11 juta ton beras). Namun, perkiraan tersebut dihadapkan pada tantangan baru yaitu fenomena kemarau basah.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada potensi produksi pangan sebagai upaya mencapai program kemandirian atau swasembada pangan di Indonesia.

Dalam rangka mencapai kemandirian pangan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menetapkan program utama berupa peningkatan hasil produksi padi. Proyeksi produksi beras pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 32,83 juta ton.

Pencapaian target tersebut didukung melalui berbagai program strategis lainnya, meliputi maksimalisasi area persawahan eksisting dan pembukaan areal persawahan baru, persiapan varietas benih berkualitas tinggi, pengadaan peralatan serta mesin pertanian untuk tahap prapanen, distribusi pupuk bersubsidi, dan pengembangan sistem pertanian modern melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani.

Meski demikian, implementasi di lapangan seringkali tidak selaras bahkan dapat menyimpang jauh dari kalkulasi matematis dalam perencanaan. Kondisi cuaca dan iklim menjadi tantangan utama selain gangguan organisme pengganggu tanaman dan penyakit.

Fenomena kemarau basah yang terjadi tidak hanya meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, namun juga memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian, khususnya kegagalan masa tanam dan panen.

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa kemarau basah akan berlanjut sampai Oktober 2024. Sejumlah petani mengalami kerugian finansial akibat kesalahan prediksi. Mereka memperkirakan intensitas hujan akan berkurang sesuai pola normal, namun kenyataannya menghadapi curah hujan intensif yang mengakibatkan genangan di lahan pertanian.

Konsekuensinya, banyak petani merasa ragu untuk memulai penanaman atau bahkan mengalami gagal panen total. Walaupun begitu, kemarau basah memberikan kesempatan positif bagi wilayah yang selama ini mengalami defisit air. Di kawasan yang bergantung pada air hujan, intensitas curah hujan yang tinggi dapat mendukung ketersediaan air untuk aktivitas pertanian.

Meskipun demikian para petani diharapkan tetap merasakan manfaat dari kondisi kemarau basah yang terjadi sejak awal Juni. Meskipun masuk musim kemarau, curah hujan ringan yang masih turun dianggap membantu menjaga kelembapan tanah serta memperlancar pertumbuhan tanaman.

Fenomena ini tidak hanya mengurangi beban biaya irigasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan hasil panen di beberapa komoditas tertentu. Kondisi ini menjadi peluang penting untuk mengejar target produksi yang hingga pertengahan tahun ini masih tertinggal.

Ilustrasi kemarau di masa panen. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Ilustrasi kemarau di masa panen. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Curah hujan ringan mampu menjaga struktur tanah tetap ideal untuk proses pemupukan dan pertumbuhan akar, serta membantu menjaga daun tetap segar dan mencegah kerontokan calon buah. Kondisi tersebut mendorong petani untuk tetap menanam dan mempercepat siklus tanam tanpa menunggu datangnya musim hujan berikutnya.

Untuk mengantisipasi dampak negatif kemarau basah, kita perlu mendorong sejumlah langkah strategis.

Pertama, pentingnya sistem prediksi cuaca yang lebih detail hingga wilayah administrasi terkecil, agar petani bisa mengambil keputusan yang tepat.

Kedua, edukasi yang masif kepada masyarakat, khususnya petani, terkait penyesuaian diri terhadap anomali iklim. Penyuluh pertanian sangati berperan krusial untuk menyampaikan informasi ini secara berkelanjutan.

Ketiga, perlu adanya skema perlindungan seperti asuransi pertanian untuk menekan kerugian akibat gagal panen.

Keempat, kesiapan infrastruktur pendukung seperti pompa untuk irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan kuarter untuk menjamin ketersediaan air bila curah hujan minim, serta penggunaan benih tahan genangan seperti varietas Inpara atau Inpari juga penting dikedepankan.

Kelima, terkait kebijakan jangka panjang, strategi mitigasi dan perlindungan petani dari pemerintah yang menyentuh langsung kondisi petani di lapangan. Penting juga sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan menjamin upaya peningkatan produksi beras.

Semoga kemarau basah tahun ini tetap bisa menjadi keuntungan positif bagi pertanian di Indonesia, sehingga capaian surplus stok beras tetap terjaga atau bahkan bisa ditingkatkan lagi sampai akhir tahun ini.

Oleh karena itu, stok Perum Bulog sebaiknya sebagian segera dilepas ke pasar guna menjaga ketersediaan pasokan, menghindari penumpukan di gudang, menjaga kestabilan harga beras, serta mengurangi risiko penurunan mutu beras yang dapat membebani Bulog. Stok beras nasional saat ini mencapai 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Ketahanan pangan memegang peranan vital tidak hanya untuk kemandirian suatu bangsa, namun juga memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan ekonomi dan kontrol laju inflasi.

Data inflasi Indonesia menunjukkan angka 2,31 persen (year-on-year) pada Agustus 2025, walaupun mengalami penurunan dibandingkan periode Juli 2025. Statistik ini mengindikasikan bahwa tingkat harga cenderung stabil, namun komoditas pangan terutama beras, bawang merah, dan cabai merah masih menunjukkan indikasi kenaikan harga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Suparna
Tentang Suparna
@ayobandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.