Self-Care ala Korea: dari Rutinitas Skincare ke Gaya Hidup Positif

4 menit baca
Ghumaida Tsuraya
Ditulis oleh Ghumaida Tsuraya diterbitkan
Penggunaan skincare rutin sebagai bentuk mencintai diri sendiri. (Sumber: Pexels/Rheza Aulia)
Penggunaan skincare rutin sebagai bentuk mencintai diri sendiri. (Sumber: Pexels/Rheza Aulia)

Siapa sih yang nggak pengen punya kulit bagus kaya orang Korea? Budaya kecantikan Korea selalu berhasil menarik perhatian dunia.

Mulai dari tren glass skin, dewy look, hingga ritual skincare sepuluh langkah yang viral di media sosial.

Namun di balik kilau kulit glowing para wanita Korea, ada filosofi yang lebih bermakna: kecantikan sejati lahir dari kebiasaan merawat diri dengan penuh kesadaran.

Fenomena ini menunjukkan bahwa self-care bukan lagi sekadar tren kosmetik, tapi telah menjadi bagian dari gaya hidup modern bahkan hingga ke Indonesia.

Ketika mendengar kata “K-beauty”, kebanyakan orang langsung membayangkan sederet produk skincare: toner, essence, serum, dan sheet mask. Tapi bagi masyarakat Korea, rutinitas itu bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Setiap langkah dalam skincare routine mereka menggambarkan nilai-nilai kedisiplinan, ketekunan, dan kasih sayang pada tubuh. Charlotte Cho, pakar kecantikan Korea sekaligus pendiri Soko Glam, pernah mengatakan, “Skincare adalah cara mencintai diri sendiri sedikit demi sedikit setiap hari.”

Ungkapan itu mencerminkan pandangan bahwa merawat kulit tidak hanya tentang mempercantik penampilan, tapi juga tentang membangun koneksi antara tubuh dan pikiran.

Bagi banyak perempuan Korea, momen mengoleskan produk ke wajah bisa menjadi waktu refleksi. Saat itulah mereka berhenti sejenak dari kesibukan dan memberikan perhatian penuh pada diri. Di tengah budaya kerja yang kompetitif seperti di Seoul, kebiasaan sederhana ini menjadi bentuk healing yang efektif.

Filosofi “Glass Skin”

Tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif. (Sumber: Pexels/Moose Photos)
Tidak semua bahan kimia dalam skincare pencerah wajah berdampak negatif. (Sumber: Pexels/Moose Photos)

Istilah “glass skin” sering dipahami sebagai kulit bening dan bercahaya, padahal maknanya lebih dalam. “Glass” di sini menggambarkan kejernihan, bukan hanya fisik tetapi juga mental. Wanita Korea percaya bahwa kulit sehat berasal dari tubuh dan pikiran yang tenang.

Itulah mengapa mereka menekankan pentingnya pola makan seimbang, minum air cukup, tidur teratur, dan menjaga emosi agar tidak mudah stres.

Menurut penelitian dari Seoul National University pada 2022, rutinitas self-care yang konsisten mampu menurunkan tingkat stres hingga 30% dan meningkatkan kepuasan hidup. Artinya, efek dari kebiasaan kecil seperti mencuci muka sebelum tidur atau memakai masker wajah tidak hanya tampak di luar, tapi juga terasa di dalam.

Kebiasaan itu menumbuhkan rasa kontrol terhadap diri sendiri, sesuatu yang sering hilang di tengah kehidupan serba cepat.

Di Indonesia, filosofi ini perlahan ikut diadopsi. Banyak perempuan yang kini memandang skincare sebagai bentuk me time, bukan sekadar tuntutan kecantikan. Self-care menjadi jembatan untuk mencintai diri sendiri dengan cara yang lebih sehat.

Baca Juga: Kala Cinta Tak Secepat Jadwal Keluarga, Realita Film 'Jodoh 3 Bujang'

Dalam budaya Korea, self-love tidak selalu diartikan dengan memanjakan diri secara berlebihan. Justru, ia berakar pada kesederhanaan dan rutinitas yang penuh kesadaran.

Misalnya, mencuci wajah dengan air hangat setiap pagi dianggap sebagai simbol awal yang bersih untuk menjalani hari. Begitu pula dengan kebiasaan memakai masker sebelum tidur, yang sering dianggap sebagai bentuk “ucapan terima kasih” pada kulit setelah beraktivitas seharian.

Self-love juga tampak dalam kebiasaan orang Korea menjaga kesehatan mental mereka. Banyak dari mereka rutin berjalan-jalan di taman, membaca buku, atau menghabiskan waktu di kafe sendirian.

Aktivitas ini bukan karena kesepian, tapi justru bentuk menghargai momen tenang bersama diri sendiri.

Konsep ini mirip dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu.” (HR. Bukhari). Artinya, merawat diri bukan sekadar keinginan, tapi juga kewajiban moral.

Fenomena Korean Wave membuat budaya kecantikan Korea cepat menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak perempuan yang mulai memahami bahwa cantik bukan hanya soal makeup, tapi juga bagaimana menjaga kesehatan kulit dan pikiran.

Brand kecantikan lokal pun kini terinspirasi oleh prinsip K-beauty menggunakan bahan alami, memperhatikan tekstur ringan, dan mengedukasi tentang pentingnya rutinitas harian.

Selain itu, munculnya komunitas skincare di media sosial juga memperkuat semangat saling mendukung antarperempuan. Mereka tidak lagi bersaing soal siapa yang paling cantik, tapi saling berbagi pengalaman dan tips merawat diri.

Hal ini menunjukkan perubahan besar dalam cara masyarakat memaknai kecantikan: dari sekadar penampilan menjadi bentuk self-awareness dan empati terhadap diri sendiri.

Namun, tetap penting diingat bahwa tidak semua tren Korea harus diikuti secara membabi buta. Beberapa standar kecantikan, seperti kulit putih sempurna atau wajah kecil, bisa menimbulkan tekanan bagi sebagian orang. Karena itu, nilai utama yang bisa kita ambil adalah filosofi merawat diri dengan cinta, bukan meniru bentuk fisiknya.

Merawat Diri Tanpa Rasa Bersalah

Ilustrasi perempuan sehat. (Sumber: Pexels/Phil Nguyen)
Ilustrasi perempuan sehat. (Sumber: Pexels/Phil Nguyen)

Salah satu hal menarik dari budaya self-care Korea adalah bagaimana mereka mempraktikkan perawatan diri tanpa merasa bersalah. Dalam masyarakat yang sibuk dan menuntut produktivitas tinggi, istirahat sering dianggap sebagai kemalasan.

Namun, orang Korea mengajarkan bahwa merawat diri adalah bagian dari proses menjadi lebih baik. Seperti pepatah mereka, “Jika kamu ingin menyalakan cahaya untuk orang lain, pastikan lilinmu sendiri tidak padam.”

Maknanya sederhana tapi dalam kamu tidak bisa memberi energi positif kalau diri sendiri kelelahan.

Kebiasaan ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memberi waktu untuk tidur cukup, berjalan tanpa ponsel, atau melakukan skincare dengan niat menghargai diri, semuanya adalah langkah kecil menuju kesejahteraan batin.

Tren kecantikan Korea memang dimulai dari skincare, tapi maknanya jauh lebih luas. Ia mengajarkan bahwa self-care adalah bentuk rasa syukur, bukan sekadar gaya hidup. Merawat kulit berarti menghargai tubuh yang Allah titipkan, sementara menjaga pikiran berarti menjaga hati agar tetap tenang.

Dari budaya ini, kita belajar bahwa kecantikan bukan tentang menyenangkan orang lain, tapi tentang berdamai dengan diri sendiri.

Karena pada akhirnya, kulit glowing tidak akan berarti apa-apa tanpa hati yang bahagia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ghumaida Tsuraya
find me on instagram @ghumaidaay

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!