Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Sahabat sekaligus Pelatih, Vicky Angga Saputra Sosok di Balik Sukses Jonatan Christie

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Jumat 24 Okt 2025, 15:13 WIB
Vicky Angga Saputra. (Sumber: Dok. Djarum Badminton)

Vicky Angga Saputra. (Sumber: Dok. Djarum Badminton)

PEMAIN bulu tangkis Tunggal Putra Indonesia, Jonatan Christie, sukses menjuarai Korea Open Super 500 dan Denmark Open 2025 Super 750 berturut-turut. Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, di final Korea Open menekuk ranking dua dunia Anders Antonsen dari Denmark dan di Denmark Open 2025, ia mengandaskan Shi Yuqi asal China, ranking satu dunia. Sayang, semalam Jojo gagal meraih hattrick setelah di 16 besar Prancis Open 2025 Super 750 ia kandas di tangan pemain Jepang Koki Watanabe, 11-21, 21-19, dan 25-23. 

Laga Jojo vs Koki Watanabe berlangsung sengit hingga membutuhkan 3 gim dan Jojo hampir menang. Malah di akhir gim diwarnai 3 kali duce. Setelah pertandingan berakhir, Jojo tampak kecewa sekali karena merasa dicurangi wasit setelah bola keluar dinyatakan wasit masuk. Tetapi, ya sudahlah.

Di usianya yang tidak disebut muda lagi, 28 tahun, prestasi Jojo sempat diragukan banyak pengamat. Tetapi, Jojo menepis keraguan itu. Jojo lah satu-satunya wakil Tunggal Putra Indonesia yang bertahan di ranking 10 besar dunia. Setelah Denmark Open 2025, Jojo kini menempati rangking 5 dunia dan masih sanggup bersaing di level atas pemain top dunia.

Sejumlah pemain top 10 dunia berhasil dikalahkannya di tiga turnamen: Shi Yuqi, Anders Antonsen, Li Shi Feng, Alex Lanier; dan Kodai Naraoka. Padahal, ketahuilah, setelah merasa kecewa karena gagal di fase grup Olimpiade Paris 2024, atlet bulu tangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1007 itu, hampir mau pensiun alias “gantung raket”. 

Setelah 12 tahun berada di Pelatnas, melalui pertimbangan matang, Jojo memutuskan hengkang dari Pelatnas PBSI pada 15 Mei 2025, bersama dengan Chico Aura Dwi Wardoyo, dan memilih menjadi pemain profesional. 

Keputusannya itu diambil setelah mempertimbangkan tanggung jawab barunya sebagai kepala keluarga dan kebutuhan akan fleksibilitas dalam latihan. Meskipun tidak lagi berada di Pelatnas, Jojo tetap akan memperkuat tim nasional Indonesia di ajang internasional. 

Jonatan Christie menikahi Shania Junianatha—mantan anggota Jakarta 48--pada 1 Desember 2023 dan dikaruniai anak Leander Jayden Christie, seorang anak laki-laki yang lahir pada tanggal 24 Agustus 2024.

Setelah menikah dan menjadi pemain profesional dan setelah mengalami cedera, Jojo baru bisa naik podium lagi dengan menjuarai Korea Terbuka 2025 Super 500 usai mengalahkan lawan kuat asal Denmark, Anders Antonsen, 21-10, 15-21, 21-17. Jojo mengaku, Korea Open 2025 menjadi salah satu turnamen yang bergengsi. "Meski ini bukan turnamen yang paling besar, bagi saya, ini sangat-sangat berarti. Gelar juara Super 500 yang tidak saya bayangkan, setelah beberapa waktu struggle dengan cedera," ujar Jojo, dikutip dari laman resmi PBSI.

Jojo mengaku butuh waktu cukup lama untuk masa recovery dari cedera. Namun, dengan tekad yang besar untuk bisa memberikan yang terbaik bagi negeri, Jojo semakin termotivasi untuk bisa mengoleksi gelar juara.

Ada yang menarik ketika Jojo naik podium di Korea Open 2025. Saat itu ia mengajak kedua pelatih barunya, Vicky Angga Saputra dan Rifki Maulana, duduk di podium untuk melakukan berfoto bersama. Itulah adab yang dipunyai seorang Jojo untuk menghargai pelatihnya. Hal ini juga dilakukannya ketika ia dan Anthony Sinisuka Ginting tampil sebagai juara dan runner up di ajang bergengsi All England 2024 Super 1000. Ketika itu ia mengajak pelatihnya saat itu, Irwansyah, naik podium dan berfoto bertiga dengan Ginting.

Pekan lalu, Jonatan Christie kembali meraih gelar yang kedua di tahun ini. Setelah Korea Open, dia juga jadi nomor satu di Denmark Open 2025 Super 750. Di final, Jojo dengan gemilang menekuk Shi Yuqi dari China. 

Jonatan Christie. (Sumber: Dok. PBSI)
Jonatan Christie. (Sumber: Dok. PBSI)

Setelah dilatih Irwansyah dan Indra Gunawan—pasca keluar dari Pelatnas--banyak yang bertanya siapa sosok pelatih baru di balik sukses Jonatan Christie? Tentu, tugas Jojo lebih berat sebab ia harus mengatur segala sesuatunya sendiri. Mulai dari pemilihan jadwal turnamen, sponsor, hingga membentuk tim kepelatihan untuk mendampinginya saat pertandingan.

Sosok pelatih itu tak berasal dari negeri jauh. Namanya Vicky Angga Saputra seorang sahabat seangkatan Jojo dan Ginting, mantan penghuni Pelatnas PBSI. Sama dengan Jojo, Vicky, pria kelahiran 1996, itu juga sempat menimba ilmu bulu tangkis di PB Tangkas, Jakarta. Tetapi, berbeda nasib dengan Jojo dan Ginting, Vicky terdegradasi dari Pelatnas.

Vicky sempat masuk klub Abadi Surya Perkasa. Karier Vicky tetap tak membaik karena minimnya kesempatan bertanding dan akhirnya Vicky banting stir menjadi pelatih di Singapura.  Asosiasi Bulutangkis Singapura (SBA) merekrutnya sebagai pelatih.

Juara dunia, Loh Kean Yew, tunggal putra Singapura, serta Yeo Jia Min, tunggal putrinya, sempat menjadi anak didik Vicky. Dari Singapura, Vicky kembali ke Indonesia hanya untuk melatih seorang sahabat lamanya, Jonatan Christie. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)