Benarkah Novel 'Teruslah Bodoh Jangan Pintar' adalah Gambaran Pertambangan Indonesia di Masa Depan?

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Belajar Realitas dari Novel Teruslah Bodoh jangan Pintar (Sumber: Instagram | bukune_simbok)
Belajar Realitas dari Novel Teruslah Bodoh jangan Pintar (Sumber: Instagram | bukune_simbok)

Saat hukum dan kekuasaan dipegang oleh serigala-serigala buas berbulu domba. Saat seluruh negeri di kangkangi orang-orang jualan secara sederhana tapi sejatinya serakah. Apakah kalian akan tutup mata, tutup mulut, tidak peduli dengan apa yang terjadi?Atau kalian akan mengepalkan tangan ke udara, LAWAN!

Menurut saya buku-buku Tere Liye banyak diantaranya yang menyinggung isu-isu politik yang ada di Indonesia. Tere Liye adalah penulis yang sangat cerdas dalam mengemas isu-isu berat melalui tulisan fiksi. Saya pribadi pun mulai tertarik dengan isu-isu politik setelah membaca buku Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar, Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk.

Indonesia memang sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya hasil bumi dari pertambangan. Membicarakan pertambangan memang menjadi polemik sekaligus isu krusial yang sering terjadi di negeri ini.

Pertambangan yang dibuka oleh pemerintah sering dinarasikan demi kepentingan rakyat dan negara. Namun pada praktiknya justru kegiatan dan hasil pertambangan menguntungkan sejumlah elite dan keuntungan para pejabat. Bahkan masyarakat sekitar justru tidak jarang yang merugi atas keberadaan pertambangan. Masyarakat setempat berada dalam garis kemiskinan, beberapa penyakit baru muncul dan diderita oleh generasi penerus, bahkan lahan yang digunakan bekas penambangan bisa membuat ancaman bagi masyarakat terutama anak-anak kecil.

Teruslah Bodoh Jangan Pintar bukan berarti Tere Liye meminta kita sebagai pembaca untuk membiarkan kebodohan dan menolak kepintaran. Judul ini termasuk dalam sarkasme bahwa dalam situasi tertentu bersikap "bodoh" (menolak keserakahan, ambisi berlebihan, dan meraih keuntungan semata) justru lebih baik dan bijak dibandingkan dengan bersikap"pintar" yang digunakan untuk membodohi, menyengsarakan, membuat kerusakan serta meraup keuntungan sebesar-besarnya demi keuntungan pribadi.

Kita seolah diajak untuk kembali merenungi makna dibalik Teruslah Bodoh Jangan Pintar di tengah kondisi sosial dan politik yang sering dipenuhi dengan ketidakadilan.

Buku ini sedikitnya menceritakan proses persidangan pengadilan atas konsensus pertambangan. Pengadilan dalam novel ini menjadi representasi bagaimana sebuah tambang bisa dilanjutkan atau tidak bergantung pada keputusan hakim. Para aktivis lingkungan sangat mengecam karena aktivitas pertambangan sudah terbukti membuat kerusakan. Sementara pihak pertambangan ingin terus melegalkan hingga membayar pengacara besar untuk membela kasusnya.

Sebetulnya saya kagum dengan sosok pengacara yang ada dalam pihak para pemilik pertambangan. Bukan karena Hotma *** berusaha untuk memenangkan kasus tapi atas kepintaran dan argumennya yang sulit terbantahkan. Hanya saja sangat disayangkan pengacara sepotensial itu berdiri di pihak yang tidak tepat.

Membaca tiap halaman dalam novel ini membuat saya sering menjeda dan coba menghubungkannya melalui realitas yang terjadi di Indonesia. Begitu banyak kengerian yang diterima oleh masyarakat yang tinggal di sekitar pertambangan.

Tidak hanya mata pencaharian hilang karena pencemaran air. Mereka juga hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan ancaman ketika memberontak. Setiap saat bekas-bekas lahan pertambangan bisa saja merenggut nyawa seorang anak. Setiap ibu yang hamil menghawatirkan bayi-bayinya terlahir cacat karena efek residu hasil pertambangan. Menjadi refleksi bagi kita semua yang hidup sedikit lebih baik dan nyaman di Pulau Jawa untuk membantu masyarakat Timur dalam menyuarakan hak-hak hidup mereka yang dirampas secara membabi-buta.

Para pejabat kita sangat penting membaca karya fiksi untuk menyentuh rasa empati mereka sebelum merealisasikan kebijakannya di lapangan. Bagi saya buku ini menjadi bahan perenungan bersama untuk kita manusia bisa hidup lebih baik dengan bijak terhadap penggunaan hasil bumi.

Lantas apakah buku ini menjadi peramal bagi masa depan bagaimana gambaran pertambangan di Indonesia? bisa saja iya jika bumi ini terus-menerus di eksploitasi tapi bisa saja tidak jika pemerintah dan pengusaha yang terafiliasi dalam industri pertambangan bisa berbenah.

Membacalah untuk peradaban dan berbagilah terus melalui apapun yang kalian bisa demi kebaikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)