Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

5 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)

Dalam keruwetan demi keruwetan yang kini terjadi di Lembang, ada segelintir manusia yang tergerak untuk mengembalikan kembali jati diri Lembang. Memang tidak banyak, mungkin hanya 10 persen dari warga lokal Lembang, itu pun telah disokong oleh semangat warga luar Lembang yang datang dari kesadaran yang sama, lahir dari kerinduan akan keindahan masa lalu yang tidak dapat diukur dari segi materi semata.

Pada 2009 saya mulai aktif di salah satu komunitas sejarah kota Bandung, yang didirikan oleh beberapa mahasiswa jurusan sejarah di Bandung. selain itu saya mulai berkenalan dengan seorang penulis buku-buku sejarah Bandung, yaitu Bapak Sudarsono Katam. Terkadang rasa iri saya pada Bandung muncul karena begitu banyak yang peduli pada kisah masa lalu Bandung, dari anak-anak mudanya hingga membuat sebuah komunitas sejarah yang pionir dan besar. Bandung juga dapat melahirkan sosok-sosok penulis yang mampu mengangkat kisah masa lalu Bandung hingga mampu melahirkan kesadaran kepada warga lainnya untuk menjaga Bandung.

Rasa iri saya adalah mengapa hal ini tak terjadi kepada Lembang. Lembang juga punya anak-anak muda, Lembang pun juga punya beberapa sosok sepuh yang mampu bercerita kisah masa lalu Lembang yang indah hingga dapat membangkitkan kesadaran warganya untuk mengembalikan jati diri Lembang. Namun, pada 2009 saya tidak dapat menemukan itu semua.

Hingga saya pun mulai berpikir, apabila tidak ada, mari kita wujudkan sekarang, dimulai dari langkah sederhana dan kecil. Saya pun pada tahun 2009 mulai melakukan riset sejarah lisan demi menghimpun data-data sejarah Lembang.

Semua dimulai dari 2009, kemana pun saya melangkah di Lembang mulai hari itu saya mencatat, mewawancarai dan menyusunnya menjadi sebuah kesatuan kisah yang utuh. Tidaklah mudah memang, berbeda dengan keadaan di Bandung, Lembang adalah sebuah tantangan yang sulit ditaklukkan.

Selain data literasi yang minim, saya ditantang untuk menemukan beberapa narasumber yang mampu melahirkan data-data yang nantinya akan menjadi acuan saya untuk terus meneliti dan menciptakan dorongan kuat untuk mengembalikan keadaan Lembang, bukan hanya sekedar romantisme belaka, tapi melahirkan sebuah kesadaran bahwa tanah yang kita pijak ini terlalu berharga untuk diobrak-abrik para kapitalis hanya untuk mengeruk rupiah semata, melupakan kemanusiaan dalam bentuk menjaga ingatan kolektif kita pada jati diri Lembang yang seutuhnya.

Kesadaran itu tidak hanya akan lahir dari kisah-kisah masa lalu tapi juga dari kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan dari mulai dirumah masing-masing. Menjaga memang lebih sulit daripada mengawali, maka saya mulai berpikir untuk mulai menularkan virus cinta Lembang kepada sesama. Dimulai dari membuat beberapa komunitas pada 2015 yaitu Balad Junghuhn hingga pada 2016 yaitu Lembang Heritage. Memulai untuk melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah tentang sejarah Lembang dan pentingnya menjaga lingkungan. Memang semua tidak mudah, jujur, sebanyak itu tantangannya hingga sebanyak itu pula saya ingin menyerah.

Memang merintis itu tidak mudah, hingga saya habiskan total melakukan semuanya itu selama 12 tahun, dan di tahun ke-13 saya mulai menuangkan semuanya pada tulisan dalam bentuk buku. Pada 2026 ini saya telah menghasilkan 5 buku kisah-kisah Lembang dan puluhan tulisan kolom pada Bandung Bergerak juga Ayo Bandung dalam bentuk online.

Kegiatan ekspedisi cagar budaya Lembang yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB 2025. (Sumber: Dokumentasi Karguna)
Kegiatan ekspedisi cagar budaya Lembang yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB 2025. (Sumber: Dokumentasi Karguna)

Selain itu juga saya memandu untuk kunjungan-kunjungan sejarah ke beberapa rute masa lalu Lembang, hingga Lembang kini lebih mulai dikenal kisah-kisah lamanya. Selain itu mulailah lahir beberapa sosok anak muda yang mulai tersadarkan, hingga Lembang semakin hari semakin memiliki warga yang tersadarkan.

Ada beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas Sejarah Lembang, Muda-mudi Lembang, Komunitas Pecinta Budaya Lembang dan masih banyak lagi. Banyak juga pecinta-pecinta sejarah dari daerah lain yang mulai mengangkat Lembang dalam bentuk konten, informasi dalam media sosial dan lain sebagainya. Terlebih lagi sekarang ini mulai ada bala bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat yang benar-benar menyempurnakan semuanya. Buah yang saya nantikan selama belasan tahun telah tumbuh, buah yang sangat manis untuk pengharapan dan perjuangan yang sangat panjang.

Geliat ini semua adalah hadiah kecil kami untuk Lembang. Penyembuh luka menganga yang cukup lama terabaikan. Alhamdulillah, telah ada beberapa sekolah pun yang mau ikut andil dalam perjuangan panjang ini, salah satunya adalah sekolah alam Al-Hakim, sekolah Ibnu Khaldun dan SMP 1 Lembang. selain sekolah-sekolah tersebut dukungan pun datang dari pemerintahan desa Cikole yang sangat terbuka untuk mulai mengembalikan jati diri Lembang melalui data-data sejarah. Lalu dukungan datang dari para muda-mudi Lembang yang merupakan kumpulan para karang taruna yang mampu menyelenggarakan diskusi terbuka dalam membangkitkan ingatan kolektif kita tentang masa lalu Lembang yang indah.

Selain itu dukungan yang paling besar adalah dari para budayawan lokal Lembang yang tergabung dalam Kabuyutan Lembang hingga para budayawan lainnya terutama kang Iman Soleh dan para penggagas acara Ngertakeun Bumi Lamba. Sebuah upacara adat yang mampu diselenggarakan setiap tahunnya di kawasan Tangkuban Parahu. Upacara ini mampu membantu mengangkat budaya lokal menjadikan sebuah ciri khas yang kuat dan mengakar, hingga tidak mudah terpikat pada budaya asing yang hanya akan menghilangkan jati diri Lembang.

Kesemuanya ini adalah semata-mata untuk mengembalikan Lembang ke kodrat sejatinya sebagai tempat bernaung, mencipta, tetirah dan berbagi ilmu kebajikan seperti masa lalu Lembang.

Pupur dan gincu Lembang yang acak kadut berupa sentuhan-sentuhan para kapitalis semoga dapat teredam oleh kesadaran warga yang kembali terbangun akan rasa rindu pada jati diri Lembang yang asli, mari kita sama-sama mengembalikan keotentikan Lembang dengan mulai mengenal kisah masa lalunya, karena tak kenal maka tak sayang bukan?

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat, sehingga kita mampu tumbuh dengan semestinya, menjadi pribadi-pribadi indah di Lembang yang indah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)