Toponimi Lembang (Bagian 2)

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Kartu pos yang memperlihatkan suasana Lembang tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Kartu pos yang memperlihatkan suasana Lembang tempo dulu. (Sumber: KITLV)

Berjalan ke kawasan utara Lembang. Dahulu ketika di selatan perkampungan Jayagiri terdapat sebuah klinik malaria dan cacar air, terdapat pula rumah dinas dokter Belanda yang hingga sekarang masih berdiri di utara Puskesmas Jayagiri sekarang, dan hingga kini pun rumah dinas tersebut masih dipakai sebagai rumah dinas untuk para pegawai.

Ternyata dahulu klinik malaria dan cacar air tersebut tidak terbuat dari bangunan permanen, melainkan terbuat dari bivak-bivak yang memanjang terus hingga ke selatan perkampungan Jayagiri, dan para warga menyebut kawasan klinik dengan sebutan kawasan Bewak, yang merupakan pelavalan dari bivak-bivak tersebut. Hingga kini nama bekas klinik malaria dan cacar air tersebut diberi nama kampung Bewak, desa Jayagiri.

Bagi para pelancong, kawasan Cikole adalah salah satu destinasi yang wajib untuk didatangi. Saat ini kawasan Cikole banyak berubah, yang asalnya merupakan perkampungan sederhana yang berbatasan dengan hutan pinus yang akan menyambut kita menuju pintu gerbang ke wanawisata Tangkuban Parahu. Kini, kawasan Cikole telah bersalin rupa. Banyak sekali wisata dan kafe kekinian di sana, bahkan hutan pinus yang dahulu menjadi ciri khas kawasan, kini berganti dengan riuh keramaian para pelancong yang melepas lelah dengan berwisata di sana.

Namun, kisah lain tertoreh dari masa lalu kawasan Cikole, semua itu karena toponimi yang terungkap. Dahulu kawasan Cikole adalah hutan belantara yang dibabad untuk budi daya kopi di masa Kultur Stelsel yang terjadi pada tahun 1830 hingga 1870. Para buruh perkebunan kopi tersebut didatangkan dari kawasan Cirebon dan Pantura, mereka mulai bermukim di selatan Lembang, hingga membangun gubug-gubug di kawasan perkebunan yang lama kelamaan menjadi kawasan Cikole.

Setelah saya dalami apa itu arti Cikole, saya memperoleh dua jawaban. Jawaban pertama adalah karena di kawasan Cikole banyak ditemui pisang kole yang sekarang pun masih dapat kita temui di hutan-hutan Tangkuban Parahu. Pisang kole ini tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena rasanya kurang nyaman di area mulut setelah dimakan, kebanyakan pemakan pisang jenis ini adalah hewan-hewan primata di kawasan hutan Tangkuban Parahu.

Selain karena banyak pohon pisang kole, ternyata Cikole adalah kepanjangan dari Ci Kopi Lekoh (air kopi yang kental). Karena ketika masa budi daya kopi itulah warga banyak yang menanam secara mandiri pohon-pohon kopi di pekarangan mereka, sehingga warga Cikole terkenal dengan air kopi yang kental dibandingkan dengan warga lainnya di kawasan Lembang, mungkin karena mereka bisa dengan mudah memetik biji-biji kopi berkualitas di pekarangan rumah mereka.

Bila melihat peta masa kolonial Lembang, kita akan menemukan satu kawasan di utara Lembang yang bernama kampung Buah Batu. Sebuah nama kawasan yang jarang kita dengar sekarang. Kawasan Buah Batu identik dengan sebuah kawasan di Kota Bandung, bukan di Lembang. Namun, setelah saya riset lapangan pada 2013 lalu saya menemukan fakta menarik.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)

Masih dalam masa budi daya kopi di Lembang yang terjadi pada 1830 hingga 1870, ternyata para buruh perkebunan bukan hanya berasal dari Cirebon dan Pantura saja, namun ada sebagian yang diambil dari kawasan Bandung, salah satunya adalah kawasan Buah Batu. Para warga yang didatangkan ke perkebunan lalu ditempatkan di kaki gunung Putri dan membentuk sebuah koloni. Namun kini kawasan tersebut berganti nama menjadi kawasan Legok dan kampung Gunung Putri, tapi pada kartu tanda penduduk warga tetap menggunakan nama lama yaitu Pondok Buah Batu.

Setelah saya riset lebih dalam, di kawasan Cibodas, Maribaya pun dapat ditemukan beberapa koloni serupa dengan Pondok Buah Batu. Koloni-koloni ini pun sama didatangkan karena menjadi buruh masa budi daya kopi. Mereka warga koloni didatangkan dari kawasan Dago, Cibeunying, Kosambi. Para buruh tersebut membangun koloni sendiri-sendiri, dan sekarang menjadi nama-nama jalan yang ada di desa Cibodas, yaitu jalan Cibeunying, jalan Kosambi dan jalan Dago. Yang menandakan bahwa leluhur mereka para warga adalah buruh perkebunan kopi yang diambil dari kawasan Dago, Kosambi dan Cibeunying, Kota Bandung.

Bila berjalan kaki di pusat Lembang dekat alun-alun kita akan menemukan sebuah gang di kawasan pecinan yang bernama Gang Minatu. Awalnya, saya berpikir itu adalah nama seorang tokoh masyarakat lama, namun ternyata pada masa kolonial kebanyakan warga Tionghoa Lembang membuka jasa usaha binatu karena mulai bermunculan hotel-hotel ternama di Lembang seperti, Grand Hotel Lembang, Hotel Beau Sejour, Hotel Pasir Jati dan hotel Montagne. Jasa binatu tersebut pun mulai menjamur di kawasan pecinan Lembang, namun para warga setempat melafalkan Binatu dengan sebutan Minatu, hingga kini kawasan bekas binatu-binatu itu pun masih bernama Gang Minatu.

Dengan mempelajari ilmu Toponimi kita jadi lebih tahu akar sejarah sebuah kawasan, dan melihat lebih dalam dan dekat tentang kisah di baliknya. Masih banyak kawasan yang akan saya ceritakan dalam tulisan-tulisan saya pada bulan Juni ini, seperti toponimi dari Cisarua, Baroe Adjak, Pasir Pahlawan, Karmel dan kampung Lapang.

Dengan membuka tabir sejarah kita akan mampu melihat sesuatu dari sudut yang berbeda, mengubah pola pikir, karena kita akan mulai peduli pada hal-hal yang sebelumnya tidak kita sadari. Sehingga kita mampu menyadari dan melestarikan, karena di balik hal-hal kecil dan sepele tersimpan kisah yang istimewa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 16:00

Dari Kasus Penebangan Pohon hingga Persib-Persija, Isu Menarik Pekan Ini untuk Ayo Netizen

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide segar, berikut beberapa isu yang layak diangkat dalam beberapa hari ke depan.

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 15:02

Mengapa Kampanye Jumbo Mudah Diingat? Jawabannya Ada pada Konsistensi Pesan

Kolaborasi antara Fore Coffe dan film animasi Jumbo menjadi salah satu strategi pemasaran yang menarik untuk di teliti karena menghadirkan pengalaman yang baru bagi konsumen.

Ilustrasi kampanye film Jumbo yang masih tetap konsisten sampai saat ini. (Istimewa)
Sejarah 03 Agu 2026, 13:10

Sejarah Peuyeum Ketan Kuningan, Tradisi Fermentasi yang jadi Identitas Daerah

Peuyeum ketan Kuningan lahir dari tradisi kampung, berkembang menjadi oleh-oleh populer, dan tetap mempertahankan proses fermentasi tradisional.

Peuyeum atau tape ketan Kuningan.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 12:38

Momentum Agustus 2026: Saatnya Menggali Cerita dari Kemerdekaan hingga Budaya Bandung

Bulan Agustus selalu menghadirkan banyak momentum yang layak dijadikan bahan tulisan.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 10:05

Mengenang Acara Radio Favorit GANESHA IWAN FALS (GIF)

Lagu-lagu Iwan Fals menyebar dari kaset, panggung konser, hingga gelombang radio.

Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)