Fenomena Jualan: 'Real-Time' yang Mengubah Ritel

6 menit baca
Chavia Laudya Putri
Ditulis oleh Chavia Laudya Putri diterbitkan
Staf NVSR sedang melakukan Live Streaming produk di platform digital. (Foto: Rizma Riyandi)
Staf NVSR sedang melakukan Live Streaming produk di platform digital. (Foto: Rizma Riyandi)

Live streaming commerce telah mengubah cara konsumen di Indonesia berinteraksi untuk membeli produk secara menyeluruh, karena pengalaman belanja yang tadinya bersifat pasif kini telah bertransformasi menjadi pengalaman yang sepenuhnya interaktif dan dinamis. Konsumen dapat menyaksikan secara langsung bentuk fisik produk yang ingin mereka beli, sekaligus mendapatkan respons langsung dari host live terhadap pertanyaan-pertanyaan spesifik mereka mengenai produk yang ditawarkan. Fenomena ini sejalan dengan teori Uses and Gratifications yang dikemukakan oleh Katz, Blumler, dan Gurevitch (1974), yang menyatakan bahwa individu secara aktif memilih media untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka, termasuk kebutuhan hiburan, informasi, dan interaksi sosial yang kini terpenuhi sekaligus dalam satu sesi live streaming.

Fitur seperti komentar real-time, sesi tanya jawab langsung, dan flash sale eksklusif menciptakan urgensi pembelian yang tidak ditemukan dalam format belanja konvensional, sehingga mendorong konsumen untuk bertindak impulsif namun tetap merasa puas karena mereka merasa terlibat langsung dalam proses tersebut. Perubahan cara orang berbelanja sebenarnya bukan semata-mata karena teknologi yang berkembang, melainkan karena di baliknya terdapat kebutuhan psikologis yang jauh lebih dalam, yakni keinginan untuk selalu merasa terhubung dan mendapatkan pengalaman belanja yang terasa lebih personal. Hal ini menunjukkan bahwa live commerce tidak hanya menawarkan kemudahan transaksi, tetapi juga memenuhi dimensi sosial dan emosional yang selama ini tidak dapat dipenuhi oleh platform e-commerce konvensional. Dengan demikian, pergeseran ini merupakan respons alamiah konsumen terhadap kejenuhan model belanja digital yang selama ini dinilai terlalu impersonal dan minim interaksi.

Para pelaku ritel pada saat ini dituntut untuk beradaptasi terhadap model penjualan online yang lebih menarik dan interaktif, sebab model penjualan konvensional yang hanya mengandalkan toko fisik atau katalog digital statis tidak lagi memadai untuk menarik dan mempertahankan perhatian konsumen modern. Perkembangan live streaming commerce mendorong retailer untuk mengembangkan kapabilitas baru yang sebelumnya tidak diperlukan, seperti pengelolaan konten video yang berkualitas, pelatihan host yang komunikatif, serta pemanfaatan data perilaku konsumen secara real-time.

Keberhasilan berbagai merek besar maupun UMKM dalam memanfaatkan platform live streaming menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan kesetiaan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan pasar secara signifikan tanpa memerlukan investasi infrastruktur fisik yang besar. Belanja melalui siaran langsung memberikan pengalaman interaktif yang berbeda bagi konsumen karena mereka merasa terhubung langsung dengan merek meskipun interaksi tersebut berlangsung sepenuhnya secara daring, yang menunjukkan bahwa kedekatan emosional kini dapat dibangun tanpa kehadiran fisik menurut teori Guo et al., (2021).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa interaksi langsung telah menjadi nilai utama yang membedakan live streaming commerce dari metode penjualan digital lainnya, sekaligus menjadi standar baru yang diharapkan konsumen dari setiap pengalaman belanja daring mereka. Transformasi ini tidak hanya menuntut perubahan pada tataran teknologi, tetapi juga mengharuskan pelaku ritel untuk merekonstruksi model bisnis mereka secara menyeluruh agar tetap relevan di tengah dinamika perdagangan digital yang terus berkembang. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap format live commerce kini bukan lagi sekadar keunggulan kompetitif, melainkan syarat minimum bagi kelangsungan bisnis ritel di era digital.

Pertumbuhan live streaming commerce yang cepat membawa dampak yang signifikan bagi industri ritel nasional, karena fenomena ini tidak hanya mengubah transaksi dari offline ke online, tetapi juga mendefinisikan ulang standar layanan, komunikasi, dan hubungan antara merek dengan konsumen secara mendasar. Kepercayaan konsumen yang dahulu dibangun melalui reputasi toko fisik dan pengalaman tatap muka, kini dibangun melalui konsistensi konten, ciri khas host, dan responsivitas pihak toko terhadap komentar dan keluhan yang muncul secara langsung di depan ribuan penonton. Pergeseran basis kepercayaan ini menuntut pelaku ritel untuk memahami bahwa reputasi digital mereka kini terbentuk secara real-time dan dapat berubah dalam hitungan menit tergantung pada kualitas interaksi yang mereka tampilkan selama sesi siaran berlangsung.

Ilustrasi Foto Toko Online di Bandung. (Foto: MyRubylious)
Ilustrasi Foto Toko Online di Bandung. (Foto: MyRubylious)

Apabila industri ritel tidak segera mengintegrasikan live streaming sebagai bagian inti dari strategi pemasaran mereka, maka mereka berisiko kehilangan koneksi dengan konsumen muda yang menjadikan platform digital sebagai titik pertama dalam perjalanan pembelian mereka. Namun demikian, infrastruktur pendukung seperti sistem logistik, regulasi perlindungan konsumen, dan standar keamanan transaksi juga tidak boleh tertinggal, karena kelemahan pada aspek-aspek tersebut dapat mengubah pertumbuhan live shopping menjadi sumber permasalahan baru bagi seluruh ekosistem. Ketidaksiapan infrastruktur ini tidak hanya merugikan konsumen secara individual, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap model perdagangan digital secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Dengan mempertimbangkan seluruh dimensi tersebut, live streaming commerce merupakan salah satu pemicu perubahan terbesar yang menuntut kesiapan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari pelaku usaha, konsumen, hingga platform teknologi itu sendiri.

Di sisi lain, model penjualan real time ini tidak lepas dari dampak negatif yang perlu dikaji secara kritis, terutama yang berkaitan dengan perilaku belanja impulsif yang ditimbulkan oleh mekanisme psikologis yang sengaja dirancang dalam sesi siaran langsung. Fitur seperti penghitung waktu mundur, notifikasi stok terbatas, dan sorak-sorai penonton lain secara kolektif membentuk tekanan sosial yang mendorong konsumen mengambil keputusan pembelian tanpa pertimbangan rasional yang memadai, sehingga potensi penyesalan pasca pembelian pun meningkat secara signifikan.

Kondisi ini diperparah oleh kemudahan akses fitur paylater yang tersedia di berbagai platform live commerce, karena konsumen tidak merasakan beban finansial secara langsung pada saat transaksi berlangsung, meskipun kewajiban pembayaran tetap akan jatuh tempo di kemudian hari. Akumulasi utang digital yang tidak disadari ini berpotensi mengganggu stabilitas keuangan pribadi konsumen, khususnya di kalangan generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang masih terbatas namun merupakan pengguna terbesar platform live commerce.

Bagi pelaku ritel, ketergantungan pada strategi diskon besar-besaran untuk mempertahankan impulsivitas konsumen justru berpotensi menggerus margin keuntungan jangka panjang dan menciptakan ekspektasi harga yang tidak berkelanjutan di benak konsumen. Tingginya angka pengembalian produk yang dipicu oleh pembelian impulsif juga menambah beban operasional penjual, karena proses retur memerlukan biaya logistik dan administrasi yang tidak kecil. Oleh sebab itu, pertumbuhan live streaming commerce yang tidak disertai dengan peningkatan literasi keuangan konsumen dan regulasi perlindungan pembeli yang memadai berisiko menciptakan ekosistem perdagangan digital yang menguntungkan secara jangka pendek namun rentan secara struktural.

Live streaming commerce bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan struktural yang nyata dan permanen dalam cara konsumen, penjual, dan pasar saling berhubungan di era digital. Daya tarik model belanja ini bukan semata-mata terletak pada kepraktisannya, tetapi pada kemampuannya menciptakan rasa keterhubungan, kepercayaan, dan keterlibatan emosional yang tidak dapat ditemukan dalam format belanja online konvensional.

Perubahan ini berlangsung secara simultan di tiga sisi yang saling memengaruhi, yakni konsumen yang semakin mengutamakan pengalaman interaktif, pelaku ritel yang harus menyesuaikan strategi bisnisnya, serta kebutuhan mendesak akan ekosistem yang siap menopang pertumbuhan jangka panjang secara berkelanjutan. Di sisi lain, tantangan yang ditimbulkan oleh perilaku belanja impulsif, ketimpangan regulasi, dan kerentanan infrastruktur digital menunjukkan bahwa pertumbuhan live commerce tidak dapat dibiarkan berjalan tanpa pengawasan dan tata kelola yang memadai.

Pelaku usaha perlu berinovasi secara bertanggung jawab, sementara pemerintah dituntut untuk memperkuat kerangka regulasi yang melindungi konsumen tanpa menghambat pertumbuhan ekosistem digital. Konsumen pun memiliki peran aktif dalam dinamika ini, yakni dengan meningkatkan literasi digital dan keuangan mereka agar tidak menjadi pihak yang paling dirugikan dalam ekosistem yang terus berkembang ini. Hanya dengan kesiapan dan kolaborasi semua pihak secara strategis dan adaptif, industri ritel nasional dapat benar-benar bersaing, bertahan, dan tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan digital yang terus melaju.

Daftar pustaka

  • Guo, L., Hu, X., Lu, J., & Ma, L. (2021). Effects of customer trust on engagement in live streaming commerce: Mediating role of swift guanxi. Internet Research, 31(5), 1718–1744. https://doi.org/10.1108/INTR-02-2020-0078

  • Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1974). Utilization of mass communication by the individual. Dalam J. G. Blumler & E. Katz (Eds.), The uses of mass communications: Current perspectives on gratifications research (hlm. 19–32). Sage.

  • Jakpat. (2024). Platform live shopping terbanyak digunakan di  Indonesia tahun 2024. GoodStats. https://data.goodstats.id/statistic/platform-live-shopping-terbanyak-digunakan-di-indonesia-tahun-2024-56W4S

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Chavia Laudya Putri
Mahasiswa Administrasi Bisnis angkatan 2025 Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)