Kendaraan Listrik Jadi Sumber Masalah Baru

6 menit baca
Alisya S Nurfadhilah
Ditulis oleh Alisya S Nurfadhilah diterbitkan
Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Kendaraan listrik sering dipandang sebagai solusi untuk mengurangi pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi. Penggunaan energi listrik sebagai pengganti bahan bakar fosil dianggap mampu mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Oleh karena itu, berbagai negara, termasuk Indonesia, terus mendorong pengembangan kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan dan pembangunan ekosistem industrinya. Namun, di balik manfaat tersebut, kendaraan listrik juga menimbulkan tantangan baru yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam dan pengelolaan limbah baterai. Produksi baterai kendaraan listrik membutuhkan bahan tambang dalam jumlah besar sehingga dapat meningkatkan aktivitas eksploitasi alam. Selain itu, limbah baterai yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Dengan demikian, kendaraan listrik tidak sepenuhnya bebas dari dampak lingkungan dan justru dapat menjadi sumber masalah baru apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara berkelanjutan.

Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, kebutuhan terhadap bahan baku baterai juga semakin meningkat. Perkembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai mendorong permintaan terhadap berbagai mineral penting yang menjadi komponen utama dalam proses produksinya. Menurut Siombo dan Adi (2025), mineral seperti litium dan nikel memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan industri kendaraan listrik. Keberadaan kedua mineral tersebut menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan produksi baterai karena hampir seluruh kendaraan listrik modern menggunakan teknologi baterai berbasis litium.

Meskipun kendaraan listrik sering dianggap sebagai teknologi yang ramah lingkungan, proses produksinya tetap bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam dalam jumlah besar. Peningkatan jumlah kendaraan listrik secara langsung akan meningkatkan kebutuhan terhadap aktivitas penambangan mineral sebagai bahan baku baterai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik tidak sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap lingkungan, melainkan hanya menggeser sumber permasalahannya dari penggunaan bahan bakar minyak menuju eksploitasi sumber daya tambang.

Untuk memproduksi baterai kendaraan listrik, diperlukan berbagai jenis mineral yang diperoleh melalui kegiatan pertambangan dalam skala besar. Aktivitas pertambangan tidak hanya bertujuan mengambil sumber daya alam, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar wilayah tambang. Ali et al. (2025) menjelaskan bahwa proses penambangan bahan baku baterai kendaraan listrik dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan, seperti kerusakan ekosistem, pencemaran air, serta penurunan kualitas tanah. Dampak tersebut muncul karena kegiatan pertambangan melibatkan pembukaan lahan, penggunaan alat berat, serta proses pengolahan mineral yang menghasilkan limbah dan emisi.

Sebagai contoh, proses pengeboran dan pengangkutan hasil tambang dapat menghasilkan debu dalam jumlah besar yang berpotensi menurunkan kualitas udara di sekitar wilayah pertambangan. Selain itu, penggunaan bahan kimia dalam proses pemisahan mineral dapat menyebabkan pencemaran air apabila limbahnya tidak dikelola secara tepat. Air yang tercemar kemudian dapat memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Tidak hanya itu, pembukaan lahan untuk kegiatan pertambangan juga sering menyebabkan berkurangnya kawasan hutan yang berfungsi sebagai habitat berbagai jenis makhluk hidup. Akibatnya, keanekaragaman hayati dapat mengalami penurunan karena banyak spesies kehilangan tempat hidupnya.

Penambangan litium yang dilakukan secara berlebihan juga dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air di beberapa wilayah. Proses ekstraksi litium membutuhkan penggunaan air dalam jumlah besar sehingga berpotensi mengurangi cadangan air bagi masyarakat sekitar. Apabila kondisi tersebut terjadi secara terus-menerus, maka keseimbangan lingkungan dapat terganggu dan menimbulkan konflik dalam pemanfaatan sumber daya air. Oleh karena itu, peningkatan kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik perlu diimbangi dengan praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab agar dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Selain persoalan eksploitasi sumber daya alam, kendaraan listrik juga menimbulkan tantangan baru berupa peningkatan jumlah limbah baterai. Baterai kendaraan listrik memiliki masa pakai tertentu sehingga pada akhirnya harus diganti ketika kapasitas penyimpanannya mulai menurun. Jumlah kendaraan listrik yang terus meningkat akan berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah baterai yang mencapai akhir masa penggunaannya. Apabila tidak disertai dengan sistem pengelolaan limbah yang memadai, peningkatan jumlah baterai bekas dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan yang serius.

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (2026), populasi kendaraan listrik di Indonesia meningkat dari 3.894 unit pada tahun 2020 menjadi 333.561 unit pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin tinggi.

Gambar 1. Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Tahun 2020-2025 (Sumber: Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian (2026).)
Gambar 1. Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Tahun 2020-2025 (Sumber: Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian (2026).)

Namun, pertumbuhan tersebut juga berarti bahwa jumlah baterai yang akan menjadi limbah pada masa mendatang akan terus bertambah. Dengan kata lain, keberhasilan pengembangan kendaraan listrik harus diikuti dengan kesiapan sistem pengelolaan limbah baterai agar tidak menimbulkan masalah lingkungan baru.

Limbah baterai litium mengandung berbagai zat kimia yang berpotensi membahaykan lingkungan apabila dibuang secara sembarangan. Kandungan logam dan senyawa kimia di dalam baterai dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air di sekitarnya. Pencemaran tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan manusia. Air dan tanah yang terkontaminasi bahan berbahaya berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut. Oleh sebab itu, pengelolaan limbah baterai menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan kendaraan listrik.

Di samping itu, proses daur ulang baterai kendaraan listrik masih menghadapi berbagai kendala. Teknologi daur ulang baterai membutuhkan biaya yang cukup tinggi serta memerlukan fasilitas khusus untuk memisahkan komponen-komponen yang masih dapat dimanfaatkan kembali. Apabila sistem daur ulang belum berkembang secara optimal, maka sebagian besar baterai bekas berisiko menjadi limbah yang sulit ditangani. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh penggunaan energi yang lebih bersih, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola limbah yang dihasilkan.

Meskipun demikian, keberadaan berbagai tantangan tersebut tidak berarti bahwa kendaraan listrik harus ditinggalkan. Kendaraan listrik tetap memiliki manfaat penting dalam mengurangi emisi gas buang dari sektor transportasi dan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim. Akan tetapi, pengembangan kendaraan listrik harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan seluruh siklus hidup produk, mulai dari proses penambangan bahan baku hingga pengelolaan limbah baterai setelah masa penggunaannya berakhir.

Oleh karena itu, diperlukan berbagai langkah untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kendaraan listrik. Pemerintah dapat memperketat regulasi terkait kegiatan pertambangan agar eksploitasi sumber daya alam dilakukan secara lebih bertanggung jawab. Selain itu, pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan di wilayah pertambangan perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kerusakan ekosistem. Di sisi lain, pengembangan teknologi daur ulang baterai juga perlu terus didorong agar bahan-bahan yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali dan jumlah limbah yang dihasilkan dapat dikurangi.

Kerja sama antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengembangan kendaraan listrik yang berkelanjutan. Inovasi teknologi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat limbah baterai. Dengan demikian, manfaat kendaraan listrik dapat tetap diperoleh tanpa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar terhadap lingkungan.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kendaraan listrik memang memberikan kontribusi dalam mengurangi emisi dari sektor transportasi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan baru berupa eksploitasi sumber daya alam dan peningkatan limbah baterai. Produksi baterai yang bergantung pada mineral seperti litium dan nikel mendorong meningkatnya aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, limbah baterai yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah dan sumber air. Oleh karena itu, pengembangan kendaraan listrik harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya dan limbah yang berkelanjutan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan baru di masa depan. (*)

DAFTAR PUSTAKA

  • Ali, M., Ismael, M., Reed, M., & Elkarmoty, M. (2025). Overview on the Mining Environmental Impact of Electric Vehicles Batteries Production. Revista Minelor–Mining Revue, 31(2), 105–114.

  • Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2026). Perkembangan Industri KBLBB. Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika.

  • Siombo, M. R., & Adi, E. A. W. (2025). Menilai efektivitas transisi energi Indonesia melalui pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Lex Renaissance, 10(2), 340–369.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Alisya S Nurfadhilah
saya menggunakan platform ini untuk mengunggah tugas esai yang berfokus pada analisis kritis terhadap isu-isu sosial dan lingkungan terkini

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)