Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Motivasi berwirausaha dapat tumbuh dari keinginan mengembangkan diri, latar belakang keluarga, hingga kebutuhan memperoleh penghasilan tambahan.

  • Mahasiswa dapat memanfaatkan program kewirausahaan dan hibah, seperti PKM dan P2MW, untuk memulai usaha meski memiliki keterbatasan modal.

  • Berwirausaha sejak kuliah dinilai dapat menjadi bekal menghadapi keterbatasan lapangan kerja sekaligus membuka peluang menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi di lingkungan mahasiswa, tidak terlepas dari kemauan untuk berpartisipasi ke dalam proses berwirausaha. Kondisi ini seharusnya menjadi tumpuan mahasiswa untuk menunjukkan pengembangan dirinya yang paling dituju dan tercapai dengan maksimal.

Bagi mahasiswa generasi Z saat ini memiliki pilihan yang cukup luas dalam memperdalam pengembangan dirinya. Selain dengan komunitas yang ada di lingkungan kampus. Juga di lingkungan luar kampus yang mengedepankan kemampuan berproses dan berpikir kritis. Hal ini sangat mendesak bagi mahasiswa untuk memilih tujuannya.

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya. Meskipun generasi Z dianggap sebagai generasi yang mudah terpengaruh oleh sesuatu yang tidak relevan, atau pun justru tidak bergerak sama sekali. Namun mahasiswa mesti mempertimbangkannya dengan maksimal.

Pengelolaan atau merintis usaha atau bisnis baru dari nol, suatu keputusan yang sebenarnya. Mahasiswa dapat mempertimbangkan sejak dini ketika memasuki gerbang kampus dan merasakan atmosfir akademik, mesti menunjukkan kepercayaan dirinya untuk mencari celah berwirausaha.

Sebab dengan menemukan celah wirausaha ini pula mahasiswa tahu bahwa ada kesempatan yang terbuka lebar. Kesempatan berwirausaha ini merujuk pada peluang-peluang yang luas dan mudah diakses. Saat ini penting untuk mahasiswa menyiapkan sejak awal, motivasi berwirausahanya dan persiapan sejak awal ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan.

Motivasi Berwirausaha

Setidaknya mahasiswa tidak apatis pada hal-hal yang berhubungan dengan kewirausahaan. Ketika mahasiswa terbuka dalam mempelajari ilmu berwirausaha, terutama ketika sudah mengampu mata kuliah kewirausahaan.

Dari program studi manapun, sejatinya kewirausahaan merupakan hak mahasiswa mengembangkan diri degan memiliki motivasi tinggi. Motivasi dari dalam untuk tidak sekadar menyelesaikan program mata kuliah, selain itu termotivasi untuk mengembangkan usaha sejauh mungkin, sebagaimana harapan mahasiswa menjadi pengusaha muda yang lebih sukses.

Motivasi lainnya bisa karena berdasarkan latar belakang keluarga, baik latar belakang keluarga yang minim pengetahuan maupun yang sudah banyak pengetahuannya, dari mulai hal yang sama. Termotivasi untuk menunjukkan bahwa selagi menjadi mahasiswa, berwirausaha merupakan hal terbaik yang mudah diakses untuk memeroleh keilmuan serta mempraktikkannya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi lainnya seputar keuangan, dengan uang tambahan saat berwirausaha merupakan motivasi tertinggi. Kita tahu bahwa mahasiswa sangat mengirit pengeluaran. Mahasiswa akan menghemat segala hal berbau keuangan. Sebab itu, jika keinginan dan kemauannya seimbang dengan berwirausaha maka tidak ada hal yang mustahil.

Dari sinilah, kita dapat mengetahui karakter mahasiswa yang siap sukses di bidang keilmuannya serta dapat mengimplementasikan kewirausahan sebaik-baiknya. Kedua-duanya diraih.

Bahkan ketika mahasiswa merantau ke Bandung, misalnya ketika tidak memiliki kecukupan baik dari segi keuangan maupun akses lain, maka sudah tepat ketika termotivasi ingin berwirausaha yang terbaik.

Memilih Bidang Usaha

Proses memilih  bidang usaha bagi mahasiswa tentu dapat dimaksimalkan dengan memeroleh informasi dari bidang kemahasiswaan kampus. Dari kemahasiswaan kampus ini pula mahasiswa mengakses seluruh informasi tentang peluang bidang usaha yang mudah dimulai tanpa modal.

Kendati modal usaha masih minim, jika informasinya dari kemahasiswaan kampus tentu akan diarahkan untuk mengikuti hibah atau program kegiatan kemahasiswaan bidang kewirausahaan. Contohnya program hibah dari Kemenrisetekdikti yang dibuka melalui Program Kreativitas Mahasiswa atau Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha. Kedua program ini cocok bagi mahasiswa yang menginginkan memulai usaha di bidang yang disesuaikan dengan modal minim namun dapat diakses secara nasional.

Pada program kreativitas mahasiswa atau PKM, mahasiswa sebenarnya bisa mengikuti program ini secara nasional yang dikompetisikan secara terbuka, dan mahasiswa bisa mengikutinya serentak dengan pengumuman dan lolosnya.

Selain itu, P2MW atau program pembinaan mahasiswa wirausaha ini juga dapat diakses dengan persyaratan yang mudah asalkan terdaftarkan di PDDIKTI dan memenuhi syarat sebagai mahasiswa yang bisa melaksanakan kegiatan wirausahanya.

Adapun kategori usaha di P2MW ini bisa memilih di antaranya makanan atau minuman, jasa atau pariwisata atau perdagangan, manufaktur atau teknologi terapan, dan bisnis digital. Dari sekian pilihan tersebut, maka tidak ada alasan lagi untuk menolak berwirausaha sejak mahasiswa.

Pertanyaannya, mampukah mahasiswa berwirausaha dengan segudang tugas perkuliahan? Tentu saja mampu. Persoalan tugas perkuliahan bukan menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berwirausaha dengan baik. Bagaimanapun juga mahasiswa secara naluri mampu membagi waktunya agar tuntas semua pekerjaan yang dilaksanakan.

Oleh karena itu, mahasiswa mesti mengubah pola pikirnya agar berwirausaha tidak selalu muluk-muluk berkaitan dengan modal usaha. Tidak ada alasan lagi. Modal tidak punya? Ikuti saja program pendanaan dari Kemenristekdikti. Gratis. Dan seharusnya seluruh mahasiswa membuka cara berpikirnya secara jernih.

Pada kenyataannya, lapangan kerja yang ada belum tentu memberi ruang bagi lulusan sarjana. Sedangkan lulusan sarjana diharapkan memasuki dunia kerja dengan kapasitas yang mumpuni.

Bahkan diharapkan lebih, dengan membuka lapangan pekerjaan bagi yang lainya, maka keputusan membuka usaha sejak di bangku perkuliahan bukanlah keputusan yang mustahil. Bahkan keputusan yang tepat untuk menyiapkan diri menjadi pengusaha yang kelak membuka bisnis dengan penghasilan luar biasa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Magnific via ayobandung,com)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 08:00

Proyek Strategis Nasional Bersama dengan Militer, Menuju Indonesia Emas 2045?

Peran militer dalam berjalannya Proyek Strategis Nasional patut diapresiasi atau diantisipasi?

Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 10:01

Mata Ini Menjadi Berharga di Hadapan Kyai Umar

Cerpen berdasarkan kisah nyata kehidupan Kyai Ahmad Umar Abdul Manan, pendiri Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 08:34

Full Depth Reclamation (FDR) sebagai Solusi Infrastruktur Jalan Berkelanjutan

Full Depth Reclamation (FDR) adalah metode rehabilitasi jalan berkelanjutan yang memanfaatkan material lama untuk memperkuat jalan, mengurangi limbah, menekan biaya, dan memperpanjang umur layanan.

ilustrasi (Sumber: - | Foto: -)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 20:21

Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

Menjelajahi aroma kopi legendaris Bandung! Simak keseruan berburu racikan kopi terbaik mulai dari warung legendaris, toko bersejarah, hingga pabrik kopi tua yang masih kokoh berdiri di Paris van Java.

Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)