Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kegiatan ekonomi masyarakat saat ini terbilang sangat aktif dalam membelanjakan segala aspek berkaitan kebutuhan sehari-hari. Uniknya perilaku konsumsi yang cukup aktif ini memberikan respon positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. Walaupun permasalahan lainnya muncul, adagium konsumen sebagai raja masih berbeda pandangan.

Benarkah konsumen adalah raja sebagai representasi bahwa konsumen harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Tentu saja adagium menarik diulas, dengan adanya adagium tersebut memberikan definisi bahwa konsumen bagaimanapun kondisinya mesti mendapatkan layanan prima.

Layanan yang seharusnya sama rata kepada semuanya, calon konsumen didudukkan sebagai seseorang yang perlu mendapatkan informasi pengetahuan produk yang akan dibeli.

Keseriusan produsen atau pemilik brand atau produk harus bisa menghadapi situasi dan kondisi dari adanya calon konsumen. Persepsi seorang pemilik produk tentu berbeda dengan konsumen. Maka sudah seharusnya konsumen didudukkan dengan baik dan penuh perhatian.

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Produk otomotif misalnya, ada dua produk ternama dan memberikan gambaran yang sangat jelas, bahwa perilaku dari sumberdaya produk ternama itu tidak mampu mengentaskan permasalahan dengan konsumen.

Ketidaktertarikan konsumen pada produk tertentu membuat satu pertimbangan. Berdasarkan viralnya produk tersebut banyak calon konsumen yang mikir dan belum membuat keputusan membelinya dan justru mundur teratur mencari alternatif lainnya.

Pelayanan Prima

Perusahaan besar tentu sudah mengatur sedemikian rupa dalam melaksanakan pelayanan prima. Pelayanan kepada konsumen harus seterbaik mungkin. Sudah menjadi satu keharusan dan kewajiban bagi produsen meningkatkan pelayanan untuk calon konsumennya.

Kepuasan pelanggan menjadi tolok ukurnya. Kepuasan konsumen ini menjadi cara perusahaan untuk melanjutkan perjalanan usahanya. Ada konsep dasar pelayanan prima yang dapat diterapkan secara spesifik dan membangun.

Terdapat tujuh A yang diuraikan mulai dari sikap, sikap yang ramah dan sopan kepada konsumen, tidak menampilkan muka yang jutek, beretika baik setiap bertemu dengan konsumen. Selanjutnya, kemampuan dalam memahami produk yang disediakan, sehingga calon konsumen mendapatkan informasi yang detail dan mudah dipahami.

Kemudian perhatian, setiap ada konsumen yang telah memberikan feedback atas produknya didengarkan dan memahami kebutuhannya, selanjutnya dalam tindakan, langsung memberikan reaksi positif dengan solusi nyata, tidak sekadar berargumentasi.

Dilanjutkan dengan tanggung jawab, dalam hal ini memberikan tanggung jawab dari layanan yang sudah diberikan kepada konsumen. Paling pentingnya dari penampilan, sisi kerapian fisik dan kelengkapan atribut kerjanya harus sesuai, sehingga calon konsumen tahu dan nyaman. Konsumen memandang sisi kerapian sangat utama, dilanjut dengan empati, kepedulian situasi yang dihadapi konsumen ini benar-benar paling utama dan penting. Sikap simpati atau empati ini merupakan satu nilai plus sehingga perhatian dari calon konsumen memberikan dampak positif. Terakhir, berkaitan dnegan semangat, yang mana pelayanan prima harus dimulai dengan nilai setulus-tulusnya.

Dari aktivitas pelayanan prima inilah produsen bisa menempatkan diri agar calon konsumen bisa memeroleh kepuasannya. Calon konsumen akan tahu produk tersebut sangat tepat bagi dirinya.

Belajar dari Viralitas Produk

Didorong oleh penggunaan media sosial yang mudah diakses dan jembatan bagi calon konsumen dan perusahaan. Media sosial akan memberikan peluang bagi calon konsumen untuk memberikan kesannya atas suatu produk yang akan dipilih dan dipakainya.

Kesetiaan konsumen pada produk bukanlah suatu keniscayaan. Tetapi pada akhirnya konsumen pun memberikan penilaian apakah merasa puas dan menyenangkan atau justru tidak puas dan menganggap bahwa pasca penggunaan produknya harus dihindari.

Semua hal itu terjadi karena konsumen memberikan suara organik. Suara konsumen sangat tepat dijadikan pembelajaran bagi perusahaan. Perusahaan akan meningkatkan layanannya.

Viralitas dari produk patut diberikan sebagai pemahaman atas nama perbaikan dan evaluasi menyeluruh. Sebab pengguna atau pelanggan senantiasa terlibat dan kejujurannya sangat dinantikan.

Maka dalam meningkatkan kualitas produk, konsumen akan memberikan suaranya dengan baik tanpa ada tuntutan memberikan testimoni yang semestinya.

Testimoni produk sangat ditunggu, misalnya ketika mengonsumsi produk makanan dan minuman, produk mobil, produk baju, produk gawai, produk jasa, akan diberikan nilai melalui aplikasi atau suara lainnya di media sosial seperti platform Tiktok, Youtube, Instagram, dan Facebook.

Apa yang harus dipelajari dari viralitas produk? Pasti berkaitan dengan keputusan pelanggan memberikan tanggapan yang jujur. Setelah mengonsumsi, lantas perusahaan akan tahu seberapa nyaman produk tersebut bagi konsumen.

Selain itu, tantangan bagi perusahaan untuk memberikan produk yang memuaskan konsumen.

Maka setiap hari pelanggan nasional, harus menjadi refleksi bagi perusahaan, tidak membedakan suara influencer dengan suara masyarakat pada umumnya. Perbaikan demi perbaikan atas produk inilah yang mengharuskan perusahaan terus membuat inovasi produknya.

Sudah waktunya, adagium konsumen adalah raja, tidak hanya dijadikan gambaran sederhana. Terlebih jika pelanggan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan produk yang diciptakan oleh perusahaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)