Selamatkan Surga Terakhir Indonesia dari Griya Kehausan Sesaat

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Pemandangan Piaynemo Raja Ampat. (Pixabay)
Pemandangan Piaynemo Raja Ampat. (Pixabay)

Meski belum pernah menginjakkan kaki secara langsung di kawasan yang terkenal sebagai Surga Terakhir Indonesia tapi rasanya hati pilu saat mendengar bahwa Raja Ampat terancam rusak oleh aktivitas tambang nikel.

Sepenggal surga di Timur Indonesia ini merupakan rangkaian pulau tropis yang memesona. Perairan yang kaya dengan biota laut, bentangan karst yang megah juga dilingkupi oleh hutan yang masih rapat dan asri.

Hal ini membuat Indonesia mendapat julukan “ The Last Paradise on Earth”. Kawasan yang terletak di Papua Barat Daya ini bahkan sudah menjadi situs warisan yang diakui oleh UNESCO.

Sebagaimana yang dilansir situs greenpeace.org “ Raja Ampat merupakan tempat berlibur yang sempurna bagi wisatawan. Bagi penggiat konservasi, Raja Ampat adalah jantung dari segitiga terumbu karang dan pusat keanekaragaman hayati baik di darat maupun di lautan. Sementara bagi masyarakat setempat , Raja Ampat bukan sekedar memberikan keindahan alam tapi juga memberi sumber kehidupan".

Setelah hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia telah rusak oleh pembangunan negeri ini. Apakah sebagai warga negara Indonesia masih tutup mata dengan terancamnya surga terakhir yang dimiliki negeri ini. Betapa hal ini menjadi fenomena yang sangat miris.

Terlebih Indonesia merupakan sebuah negara yang dikenal dengan keindahan alam dan sumber daya yang tiada tara. Bukankah seharusnya anugerah ini bisa diberdayakan dengan baik semungkin. Sebagai bentuk timbal balik seorang manusia kepada alam yang sudah memberikan keseimbangan terhadap sebuah kehidupan.

Satu hal yang mesti disadari bahwa Raja Ampat tidak hanya tempat bernaung bagi warga Papua tapi tempat hidup juga untuk berbagai jenis mahluk hidup yang berada di dasar laut, flora dan fauna yang juga berada di hutan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Poltak Partogi Nainggolan berjudul "Keamanan Sosial dan Keamanan Lingkungan di Pulau Terluar Indonesia: Studi Kabupaten Kepulauan Raja Ampat" menyatakan bahwa Ibukota Kabupaten Raja Ampat yaitu Waisai terletak di Pulai Waigeo memiliki 537 jenis terumbu karang yang sangat menakjubkan dan mewakili 75% yang ada di dunia.

Di wilayah perairan terdapat 1.074 jenis ikan dan tumbuhan endemik serta ribuan penyu. Beberapa jenis ikan seperti ikan kuwe, kakap, kerapu, hiu karang, napoleon, wrase, barracuda dan tuna merupakan kekayaan alam yang dimiliki perairan di Papua.

Jika penambangan nikel tetap dilanjutkan maka Raja Ampat akan berpotensi kehilangan spesies endemik seperti biawak Waigeo, undang mantis merak, hiu karpet berbintik dan masih banyak jenis yang lainnya. Selain itu ada Ikan Pari Manta (Manta Rays) yang dilindungi dari kepunahan.

Kemudian 75% berbagai jenis terumbu karang yang akan kehilangan rumahnya. Lebih dari 2500 spesies ikan, 47 spesies mamalia dan 274 burung juga terancam punah. Lebih dari 8775 hektar hutan terancam dibabat untuk kebutuhan pertambangan nikel. Ada lebih dari ratusan pulau kecil yang menjadi daya tarik akan rusak. Kegiatan ekowisata masyarakat sekitar, sumber kehidupan tidak kalah terkena dampak.

Fauna Endemik Raja Ampat (Sumber: greenpeace.org)
Fauna Endemik Raja Ampat (Sumber: greenpeace.org)

Potensi terbesar Raja Ampat bukan ada di dalam tanah tapi berada tepat di atasnya. Laut yang kaya, hutan yang lestari dan keindahan alam yang luar biasa. Sudah sepatutnya seluruh warga Indonesia mendukung diberhentikannya aktivitas tambang yang akan menghancurkan semua potensi alam. Selama ini Raja Ampat punya cara tersendiri untuk maju lewat kegiatan pariwisata, perikanan dan pertanian yang berkelanjutan.

Seluruh warga Indonesia bertanggungjawab untuk berdiri bersama dengan masyarakat Papua. Jangan diam dan menutup mata, jangan diam sampai semuanya rusak baru hadir kepedulian.

Sekarang waktunya seluruh warga Indonesia bersuara untuk menolak ekspansi tambang di Raja Ampat demi membela masyarakat, menjaga alamnya dan juga masa depannya. Selamatkan Surga Terakhir Indonesia dari Griya Kehausan Sesaat. (*) 

#SaveRajaAmpat#JagaBumiHutanLautku

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)