Table Manner ala Orang Sunda

4 menit baca
Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom
Ditulis oleh Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom diterbitkan
Ilustrasi masakan khas Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons/M Toegiono)
Ilustrasi masakan khas Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons/M Toegiono)

Sebelum memberanikan diri untuk bertemu calon mertua yang bersuku Sunda, aturan-aturan terkait table manner ini perlu diperhatikan agar restu bisa dibawa pulang.

Tata Krama atau etika ketika makan yang dalam budaya orang barat biasa disebut Table Manners juga berlaku di beberapa kebudayaan di berbagai daerah di Nusantara, termasuk di masyarakat sunda yang berada di bagian barat pulau jawa.

Hal-hal ini sering dianggap tidak penting bagi beberapa orang, tetapi bagi beberapa yang lain ini penting untuk diketahui terutama bagi yang ingin menikah dengan aa atau teteh Sunda agar tidak dianggap tidak sopan ketika makan bersama dengan calon mertua.

Istilah table manner atau etika di meja makan sebenarnya tidak terlalu cocok jika digunakan untuk menggambarkan tata krama makan di masyarakat Sunda.

Pasalnya masyarakat Sunda pada umumnya tidak menggunakan meja makan alias ngampar dina samak alias lesehan menggunakan karpet dengan posisi nasi dan lauk pauknya berada di tengah lingkaran orang yang sedang makan.

Tradisi lesehan ini masih banyak dipertahankan di rumah-rumah masyarakat maupun di restoran-restoran yang menggunakan konsep Sunda. Adapun penggunaan meja, biasanya hanya meja pendek dan posisi makan tetap duduk dilantai. 

Sebelum Makan

Pertama sebelum makan, perhatikan posisi duduk. Laki-laki akan duduk dengan cara bersila, dan perempuan akan ipet atau emok atau posisi duduk seperti tahiyat dalam sholat namun posisi jari tidak dilipat tegak dan tidak menjadi tumpuan.

Setelah dipastikan Anda duduk dengan nyaman, baru Anda mengambil makan dengan membiarkan atau mempersilahkan orang yang lebih tua untuk mengambil nasi lebih dulu.

Ketika sudah sampai giliran Anda mengambil nasi, ambil secukupnya dan posisi boboko atau bakul nasi tidak disimpan di tengah-tengah, tapi simpan di depan orang di samping Anda yang belum mengambil nasi.

Jika Anda orang terakhir yang mengambil nasi, biarkan posisinya ada di dekat anda atau berada di posisi yang mudah dijangkau orang jika ada yang mau menambah nasi.

Ketika Anda hendak dimulai dengan membaca doa, setidaknya ucapkan bismillah jika Anda muslim, tidak masalah jika disuarakan dengan sedikit lantang agar setidaknya orang di samping Anda mendengar.

Masyarakat Sunda tidak memiliki tradisi berdoa bersama sebelum makan, jadi cukup berdoa masing-masing saja, karena tidak akan ada yang mengomandoi.

Jangan lupa ketika Anda bertindak sebagai tamu ucapkan terima kasih kepada pemilik rumah yang menyediakan makanan, misalnya “ditampi nya bu/pak” yang artinya “saya terima ya bu/pak” atau “saya makan ya bu/pak”. Ini basa-basi etika yang sangat basic dan harus dilakukan.

Ketika Makan

Ilustrasi masakan khas Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons/Dudygr)
Ilustrasi masakan khas Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons/Dudygr)

Hal yang sering jadi culture shock ketika orang Sunda makan bersama dengan orang dari luar daerah seperti minang atau dayak adalah ketika makan sayur atau makanan berkuah.

Bagi orang Sunda, makan makanan berkuah dengan tangan kosong adalah tidak sopan karena becrek alias becek, dan ini sedikit menjijikan bagi orang Sunda sehingga mengganggu kenikmatan makan bagi yang lain.

Gunakanlah sendok yang disediakan ketika mengambilnya, tetapi jangan gunakan sendok yang Anda gunakan untuk makan.

Sambel selalu hadir sebagai pelengkap ketika makan bersama orang Sunda, pastikan Anda mengambilnya sambal dari coet alias ulekan dengan sendok tidak dengan lauk pauk seperti tempe atau lalapan.

Apalagi jika Anda langsung mencocol nasi di tangan ke coet, itu akan membuat yang lain jijik.

Ketika makan ada larangan untuk bersuara ceplak atau suara mengunyah yang seperti mendecakan lidah, maka usahakan ketika mengunyah menutup mulut dengan rapat agar tidak bersuara. Juga jangan calawak atau membuka mulut terlalu lebar ketika makan.

Orang Sunda sangat memuliakan nasi, maka proses makan menjadi sesuatu yang sakral, sehingga proses makan diusahakan tidak banyak suara.

Tidak boleh mengobrol hal-hal tidak penting ketika makan, tidak boleh juga ada suara-suara yang tidak perlu seperti suara dentingan sendok ketika bertemu garpu, atau sendok dengan piring atau sendok dengan gigi.

Ambil makanan seperlunya jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit dan jangan terburu-buru. 

Jika mengambil makanan terlalu banyak Anda akan dicap rewog alias rakus, belum lagi ada resiko kamerekaan alias kekenyangan yang menyebabkan sesak nafas dan susah bergerak setelah makan.

Ada istilah-istilah kecelakaan makan dalam bahasa Sunda, misalnya kabesekan alias tersedak akibat makan sambil mengobrol, kabeureuyan alias hendak muntah karena ada duri ikan yang tertelan akibat tidak hati-hati dalam memakan ikan atau tidak dikunyah.

Setelah makan

Setelah selesai makan, pastikan tangan dan jari bersih dari sisa makanan, menjilati tangan setelah makan seperti sunnah rasul itu diperkenankan, tetapi ya gunakan cara yang elok juga, jangan sampai ada suara suruput-suruput.

Pastikan tidak teurab alias bersendawa di depan-orang-orang, tahan sebisa mungkin, jika memang harus, tutup mulut dengan tangan agar tidak bersuara.

Ketika hendak mencuci tangan dengan air kobokan jangan dikepretkeun atau diciprat-ciprat, langsung saja gunakan tisu atau lap jika ingin mengeringkan tangan. Jangan juga menumpahkan air kobokan ke piring bekas makan, apalagi minum air kobokannya setelah itu, jangan ya dek yah jangan.

Setelah itu, biasanya perbincangan baru akan terjadi setelah makan selesai.

Jadi, jika berniat pergi ke kamar mandi atau merokok ditempat lain atau keperluan lain, pastikan tidak beranjak dahulu dari tempat makan sampai semua orang selesai makan, karena ini akan membuat orang yang masih makan merasa tersinggung.

Sekian kiat-kiat yang bisa menjadi bekal jika ingin menarik hati calon mertua yang berasal dari suku Sunda.

Pastikan pertemuan pertama dalam makan bersama pertama dengan mereka memberikan kesan yang baik, agar Anda dapat membawa pulang restu mereka. Semangat mengejar aa dan teteh Sunda-nya! (*)

Tonton Podcast Terbaru AYO TALK:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)