Kian Digandrungi! Bandung Jadi Pusat Tren Klinik Kecantikan, Perawatan Kulit Inovatif hingga Potensi Bisnis Estetika

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 17:37 WIB
Fenomena menjamurnya klinik kecantikan kini bukan tren sesaat, melainkan cerminan dari kebutuhan masyarakat urban akan perawatan kulit dan tubuh yang lebih sehat, segar, dan berstandar internasional. (Sumber: ADC Aesthetic Derma Centre)

Fenomena menjamurnya klinik kecantikan kini bukan tren sesaat, melainkan cerminan dari kebutuhan masyarakat urban akan perawatan kulit dan tubuh yang lebih sehat, segar, dan berstandar internasional. (Sumber: ADC Aesthetic Derma Centre)

AYOBANDUNG.ID -- Kota Bandung, dengan reputasinya sebagai pusat kreativitas dan gaya hidup urban, kini tengah menyaksikan geliat tren klinik kecantikan yang semakin digandrungi masyarakat.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan dari kebutuhan masyarakat urban akan perawatan kulit dan tubuh yang lebih sehat, segar, dan berstandar internasional.

Klinik kecantikan hadir tak hanya sebagai tempat mempercantik diri. Akan tetapi kini menjadi bagian dari gaya hidup baru yang menekankan pentingnya kesehatan kulit, kepercayaan diri, dan kualitas hidup.

Data resmi dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit dan kesehatan meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Profil Kesehatan Indonesia mencatat adanya lonjakan permintaan layanan estetika seiring dengan urbanisasi dan perubahan gaya hidup.

Hal ini sejalan dengan laporan DPR RI tahun 2025 yang menegaskan bahwa rata-rata individu menggunakan 4–5 produk kecantikan setiap hari, dan 79 persen merasa lebih percaya diri setelah melakukan perawatan kulit.

Fakta ini memperlihatkan betapa besar potensi industri kecantikan di Indonesia, termasuk di Bandung yang dikenal sebagai kota dengan masyarakat kreatif dan modern.

Di tengah tren tersebut, klinik kecantikan di Bandung tumbuh pesat dengan menawarkan beragam layanan mulai dari perawatan wajah, tubuh, rambut, hingga nutrisi klinis. Salah satu yang menonjol adalah ADC Aesthetic Derma Centre Bandung, klinik estetika premium yang menghadirkan teknologi kelas dunia.

Kehadiran Ultherapy PRIME, inovasi terbaru dalam lifting dan pengencangan kulit tanpa bedah, menjadi magnet baru bagi masyarakat urban yang menginginkan hasil perawatan presisi, alami, dan nyaman.

Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitas dan kolagen. Meski gaya hidup sehat dapat memperlambat proses penuaan, perawatan khusus tetap dibutuhkan untuk mengembalikan vitalitas kulit.

Ultherapy PRIME hadir sebagai solusi anti-aging dengan presisi tinggi, setara face lift, namun tanpa operasi dan tanpa waktu pemulihan. Teknologi ini telah disertifikasi oleh FDA Amerika Serikat, menjadikannya standar emas dalam dunia non-surgical face lifting.

“Kami ingin membawa pengalaman estetika kelas dunia langsung ke Bandung. Dengan Ultherapy PRIME, pasien dapat merasakan hasil lifting dan tightening yang presisi, alami, dan nyaman tanpa perlu bepergian ke Jakarta atau luar negeri,” ujar CEO ADC Aesthetic Derma Centre, Natalie Koswara.

CEO ADC Aesthetic Derma Centre, Natalie Koswara. (Sumber: ADC Aesthetic Derma Centre)
CEO ADC Aesthetic Derma Centre, Natalie Koswara. (Sumber: ADC Aesthetic Derma Centre)

Natalie pun ingin menegaskan komitmen ADC untuk menghadirkan layanan estetika premium yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban Bandung. Filosofi “Result, Powered by Innovation” menjadi landasan ADC dalam menghadirkan layanan estetika berteknologi tinggi.

Klinik ini didukung oleh tujuh dokter spesialis kulit & kelamin serta dua dokter gizi bersertifikasi internasional, memastikan setiap layanan berbasis hasil dan aman. Tidak hanya fokus pada wajah, ADC juga menawarkan perawatan tubuh, rambut, area intim, hingga nutrisi klinis, menjadikannya destinasi estetika holistik bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Bagi ADC, mesin-mesin top of the line bukan hanya tentang alat, lebih dari itu keunggulannya ada pada kombinasi antara keahlian dokter, teknologi kelas atas, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasien,” tambah Natalie.

Natalie dan bisnisnya ini sedainya memperlihatkan bahwa keberhasilan klinik kecantikan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Sebagai contoh, Ultherapy PRIME sendiri dikenal sebagai Gold Standard dalam dunia non-surgical face lifting. Teknologi ultrasound dengan pencitraan real-time memungkinkan dokter melihat lapisan kulit hingga ke SMAS layer, yaitu lapisan yang menjadi target pada tindakan face lift bedah.

Dengan akurasi visual ini, energi ultrasound dihantarkan tepat sasaran, menghasilkan hasil lifting yang presisi, alami, dan tahan lama. Hingga kini, lebih dari tiga juta prosedur Ultherapy telah dilakukan di seluruh dunia dengan tingkat kepuasan pasien mencapai 95 persen. Bahkan treatment inovatif ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Bandung.

ADC Bandung telah diverifikasi resmi oleh Merz Aesthetics sebagai penyedia Ultherapy PRIME autentik, memastikan setiap prosedur dilakukan dengan perangkat asli, dokter berkompeten, dan standar keamanan internasional. Hal ini memperkuat posisi ADC sebagai klinik estetika premium yang menghadirkan layanan berkelas dunia di Bandung.

Tren klinik kecantikan di Bandung mencerminkan kebutuhan masyarakat urban akan perawatan yang praktis, aman, dan berstandar internasional. Kehadiran teknologi seperti Ultherapy PRIME memperkuat posisi kota ini sebagai pusat tren kecantikan di Jawa Barat.

Lebih jauh, fenomena ini juga membuka peluang besar bagi industri kecantikan lokal, termasuk UMKM yang bergerak di bidang produk pendukung seperti skincare, nutrisi, dan kosmetik.

Dengan kombinasi teknologi inovatif dan kebutuhan masyarakat urban, tren klinik kecantikan di Bandung kini bukan sekadar gaya hidup. Melainkan bagian dari transformasi industri kesehatan dan estetika. Bahkan arah baru industri kecantikan di Bandung menjadi sebuah perpaduan antara teknologi, kepercayaan diri, dan gaya hidup urban yang terus berkembang.

“Dengan Ultherapy PRIME, pasien Bandung kini bisa merasakan pengalaman estetika kelas dunia tanpa harus meninggalkan kotanya," ujarnya.

Alternatif produk kecantikan dan perawatan kulit atau serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/2B7Khr2BhC
  2. https://s.shopee.co.id/1VrduevfUi
  3. https://s.shopee.co.id/8V1OFbOX1O
  4. https://s.shopee.co.id/4AsP5frUKk
  5. https://s.shopee.co.id/5VNmgCg898

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 16:38 WIB

Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)