Dalam Budaya Ketimuran, Komunitas LGBT malah Berkembang, Apa Penyebabnya?

3 menit baca
Fadli Ilham Subekti
Ditulis oleh Fadli Ilham Subekti diterbitkan
LGBT sudah semakin banyak ditemui di dunia. Bagaimana bisa, hal yang pernah tabu itu menjadi normal di masa sekarang? (Sumber: Pexels/Alexander Grey)
LGBT sudah semakin banyak ditemui di dunia. Bagaimana bisa, hal yang pernah tabu itu menjadi normal di masa sekarang? (Sumber: Pexels/Alexander Grey)

Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender atau biasa kita dengar dengan singkatan LGBT. Baru-baru ini terjadi beberapa perdebatan di salah satu platform media sosial tentang apakah LGBT harus dikecam atau kita harus hidup berdampingan dan menyambut baik komunitas homoseksual ini.

Banyak sekali pendapat dari berbagai sudut pandang individu. Ada yang menganggap bahwa homoseksual merupakan penyimpangan, ada juga yang menganggap bahwa homoseksual itu bukanklah suatu penyimpangan.

LGBT sendiri terasa bak begitu mudah untuk ditemui di media sosial. Tidak hanya platform-platform tertentu, hampir di semua platform media sosial bisa kita temui semua tentang LGBT.

Namun, pernahkan anda berpikir mengapa LGBT akhir-akhir ini seperti begitu marak di media sosial, atau bahkan di dunia nyata sekalipun? Artikel ini akan membahas alasan dibalik maraknya LGBT dari sudut pandang Sejarah Psikologi.

Jika kita berpikir bahwa LGBT hanya mulai tumbuh akhir-akhir ini, maka kita sangat salah. Sebagian besar mungkin tahu tentang homoseksual sudah ada sejak cerita Nabi Luth dalam kepercayaan ibrani.

Setelah itu, beberapa orang mungkin berpendapat bahwa homoseksual merupakan penyimpangan atau kelainan mental. Argumen tersebut tidak sepenuhnya salah, karena memang homoseksual sempat dikategorikan sebagai penyakit mental.

Sejarah Singkat Penghapusan LGBT dari Salah Satu Gangguan Kejiwaan

Sejak awal abad ke-20, homoseksual merupakan satu dari sekian gangguan mental, dan ini tercantum dalam DSM (Diagnostic and Stastical Manual of Mental Disorders) yang menjadi alat diagnosa gangguan mental di dunia Psikologi. Lebih tepatnya pada DSM-1 dan DSM-2, awalnya memang homoseksual merupakan gangguan mental. Lalu, mengapa sekarang tidak lagi?

Sejak pertengahan abad ke-20, banyak studi ilmiah menunjukkan bahwa orientasi seksual tidak berkaitan dengan gangguan kepribadian ataupun gangguan fungsi psikologis. Penelitian yang dilakukan oleh Evelyn Hooker pada tahun 1957 membandingkan pria heteroseksual dan homoseksua yang tidak sedang menjalani terapi psikologis apapun. Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan dari kesehatan mental mereka.

Desakan dari komunitas juga menjadi pertimbangan yang sangat memengaruhi dihapusnya homoseksual dari kategori gangguan psikologis. Sejak akhir tahun 60-an, banyak sekali muncul gerakan pembebasan gay dari patologisasi, dan menybut bahwa homoseksual adalah bentuk represi medis dan sosial. Ada beberapa peristiwa demonstrasi penting yang menjadi perjuangan dari kaum ini untuk keluar dari stigma buruk masyarakat.

Demonstrasi penting yang pertama terjadi pada tahun 1970. Para aktivis dari kelompok Gay Liberation Front dan Gay Activists Alliance mulai mendatangi konfrensi profesional, termasuk pertemuan tahunan APA (American Psychiatric Assosiation).

Kemudian pada tahun 1971 di pertemuan APA di Washington, D.C, aktivis menyerbu secara langsung podium dan mengambil mikrofon. Beberapa psikiater dan psikolog gay kemudian mulai bergabung dalam komunitas profesi, meskipun beberapa harus menyamar karena takut dikucilkan.

Tidak berhenti hanya sampai sana. Pada tahun 1972, kemunculan Dr. John E. Fryer atau lebih dikenal pada tahun itu sebagai Dr. Anonymous dalam perkenalannya. Ia bersaksi dalam pertemuan APA pada tahun itu bahwa, banyak psikiater gay takut terbuka karena mereka bisa saja kehilangan pekerjaan dan reputasi. Testimoni ini menjadi momen yang sangat emosional dan membuka mata banyak anggota APA.

Akhirnya, pada tahun 1973 APA menghapus homoseksualitas dari DSM-2. Setelah diskusi panjang pun tekanan internal dan eksternal, APA mengadakan voting dengan hasil lebih dari separuh anggota Dewan Direksi APA setuju untuk menghapus homoseksualitas sebagai gangguan mental. Homoseksual kemudian diganti dengan istilah baru “ego-dystonic homosexuality”, yang hanya akan dianggap sebagai gangguan bila menyebabkan stres yang mendalam bagi individu tersebut.

Dengan dihapusnya homoseksualitas dari DSM, ini memberikan dampak yang cukup besar pada bidang sains, sosial, dan etika profesi. Kebijakan ini mendotong penelitian  seksualitas menjadi lebih netral dan objektif di bidang sains. Dalam bidang sosial sendiri, kebijakan ini menjadi landasan bagi perjuangan hak-hak LGBT di bidang hukum. Sedangkan dalam etika profesi, ini mendorong reformasi etik di tubuh APA dan organisasi psikologi atau psikiatri lain di seluruh dunia.

Penghapusan homoseksualitas dari patologisasi dalam dunia psikologi faktanya tidak diterima masyarakat secara luas, terutama di Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduknya adalah seorang muslim.

Memang benar, dalam beberapa agama, LGBT merupakan bentuk penyimpangan dan ganjaran dari perilaku tersebut adalah dosa. Karena dalam keyakinan tersebut, manusia diciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Namun, perilaku menindas kaum LGBT tidak dibenarkan secara hukum. Jangan main hakim sendiri, laporkan ke pihak terkait dan berwenang untuk mengatasi komunitasnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fadli Ilham Subekti
Mahasiswa aktif prodi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!