Ikhtiar Nyata Menuju Bandung Agamis

3 menit baca
Yudaningsih
Ditulis oleh Yudaningsih diterbitkan
Masjid Raya Al-Jabbar sebagai salah satu ikon Islam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/kevin yung)
Masjid Raya Al-Jabbar sebagai salah satu ikon Islam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/kevin yung)

Membangun kota bukan hanya perkara infrastruktur, tetapi membangun jiwa warganya. Literasi Al-Qur’an adalah fondasi moral untuk Bandung yang lebih damai, moderat dan berkarakter.

Beberapa hari lalu bertempat di ruang tamu utama lantai 1 Kantor Disdukcapil Kota Bandung, Jalan Ambon, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Daerah (ICMI Orda) Kota Bandung mengadakan audiensi strategis bersama Yayasan Demaji Indonesia yang dipimpin pendirinya, Abu Rabbani. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat pondasi spiritual masyarakat Kota Bandung menuju visi besar Bandung Agamis sebagaimana tertuang dalam Visi Bandung Utama 2025–2030.

Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. Abu Rabbani, yang memiliki nama asli Nandi Setiana, mengawali pembahasan dengan menuturkan perjalanan panjangnya dalam dunia pendidikan Al-Qur’an. Ia mulai merintis aktivitas dakwah pada tahun 2000 di kawasan Baitul Maqdis dengan program utamanya, Jagalah Hati. Di sana pula ia berhadapan dengan realita yang mengejutkan: sekitar 72,25% umat Muslim belum dapat membaca Al-Qur’an secara benar, terutama dalam ketidakmampuan menjaga konsistensi mad dan kaidah bacaan yang tepat.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Abu Rabbani kemudian mengembangkan berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih mudah diakses masyarakat modern. Dimulai dari program Quantum Reading Quran dengan pendekatan “ayun saja”, hingga akhirnya inovasi besar muncul saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Dalam situasi lockdown, ia mengembangkan metode bisa baca Al-Qur’an dalam 3 jam bagi pemula, terutama bagi para mualaf yang sama sekali tidak mengenal huruf hijaiyah.

Namun inovasi tersebut tidak berhenti di sana. Dari perjalanan panjang mengajar ribuan peserta, Abu Rabbani menemukan pola pengajaran yang lebih efektif, cepat, dan memoriable. Lahirlah metode DEMAJI (Demam Mengaji), sebuah terobosan yang memungkinkan seseorang menguasai kemampuan membaca Al-Qur’an hanya dalam 90 menit, bahkan rekor tercepat tercatat 45 menit.

Metode DEMAJI mengusung pendekatan visual kreatif yang sangat cocok bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Dengan memvisualisasikan huruf-huruf hijaiyah ke dalam gambar menarik, peserta mendapatkan “MAGIC CLUE” yang memperkuat daya ingat dan mempermudah pelafalan. Pembelajaran juga dirangkai dalam alur cerita “Petualangan Demaji ke Pulau Komodo” sehingga proses belajar menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.

Konsep ini terbukti ampuh. Ratusan orang baik muallaf maupun masyarakat umum, telah dibebaskan dari buta huruf Al-Qur’an hanya dalam satu kali sesi belajar.

Baca Juga: Pesantren, Wajah Islam Damai

Dalam pertemuan tersebut, Ketua ICMI Orda Kota Bandung,  H Tatang Muhtar, S.Sos M.Si, menyampaikan bahwa metode DEMAJI sangat relevan dengan misi Pemerintah Kota Bandung, khususnya misi membentuk karakter warga yang agamis, moderat, dan toleran. ICMI menilai bahwa pemberantasan buta huruf Al-Qur’an bukan sekadar peningkatan literasi spiritual, tetapi juga strategi untuk memperkuat ketahanan moral masyarakat urban.

Audiensi kemudian berakhir pada sebuah kesepakatan kolaboratif: ICMI Orda Kota Bandung akan bekerja sama secara resmi dengan Yayasan Demaji Indonesia untuk menghadirkan program pembelajaran Al-Qur’an yang cepat, mudah, dan inklusif di seluruh wilayah Kota Bandung. Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi terwujudnya Bandung Agamis, sejalan dengan arah kebijakan Bandung Utama 2025–2030.

Ketika kecintaan pada Al-Qur’an ditanamkan dengan cara yang mudah dan menyenangkan, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Inilah ikhtiar bersama untuk menghadirkan Bandung yang lebih harmonis, berakhlak, dan penuh cahaya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yudaningsih
Tentang Yudaningsih
Yudaningsih, akademisi Tel-U & aktivis keterbukaan informasi publik, eks Tenaga Ahli KI Jabar, eks Komisioner KPU Bandung & KI Jabar, kini S3 SAA UIN SGD.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)